Friday, 18 March 2022

Gelombang Emosi Tak Bertuan

Ku harap ingatanku lumpuh atas kejadian itu
Aku benci dengan gelombang emosi yang bisa muncul kapanpun
Sewaktu-waktu aku bisa merasa terluka hingga berurai air mata
Sewaktu-waktu aku bisa marah hingga membenci
Sewaktu-waktu aku bisa bahagia dan lupa segalanya
Tapi seketika semuanya berganti secepat kilat
Aku seperti ditampar dan tak pernah biarkan melangkah maju
Aku menyadari satu hal aku ga baik-baik aja

Bagaimana bisa masa lalu itu terus menghantui aku bahkan untuk masa depan yang kita tak tahu akan jadi seperti apa
Bagaimana bisa masa lalu itu terus membisikan aku untuk selalu pergi menjauh
Bagaimana bisa masa lalu itu lebih mengenal kamu dibandingkan aku sendiri

Rasanya ingin ku singkirkan semuanya
Rasanya ingin aku hanya merasa bahagia
Rasanya ingin ku hentikan air mata yang sering mengalir ini
Rasanya ingin ku hentikan pikiran liarku
Tapi aku tak tau caranya 

Bukannya aku ingin selalu ada di masa lalu dan tak ingin bergerak maju
Tapi masa lalu itu selalu ada yang mencengkeramku kuat, menarikku dan membisikan agar aku menyerah melangkah
Aku tak tau akankah pada akhirnya aku kalah dan menyerah?

Ternyata yang lebih sakit adalah efek dari kejadian itu
Karena aku sedang sekuat tenaga, mati-matian berjuang melawan flashback rasa sakit itu
Aku gatau siapa yang bisa aku salahkan ketika aku sakit
Meski faktanya tak ada lagi dusta masa kini
Luka dan memar itu masih ada

Aku adalah wanita yang pandai menjauh dan melarikan diri
Tapi seperti yang selalu aku bilang, kamu itu candu
Tatapan itu, kalimat yang terucap itu dan genggaman hangat itu jadi alasan tak ingin membuatku menyerah
Aku selalu ingin berjuang melawan kilasan memori yang menimbulkan luka itu
Aku tak ingin kalah
Tapi sayangnya kamu harus hidup dengan wanita yang pikiran dan hatinya berantakan
Aku kacau, sangat kacau
Mampukah kamu menahan itu?

Patahkan saja

Cintamu candu
Tapi perilakumu sering menyisakan sesak
Kalau wanita lain yang sering mengambil alih fokusmu
Pilih dia bukan aku
Karena bukan aku yang kamu cari
Patahkan saja hatiku lagi
Hancurkan saja harapku lagi

"Lakukanlah semaumu. Sampai kau lelah menyakitiku"
- Fabio Asher

Too sensitive


Some part of mind said that I am so sensitive and overreacting. But other part said its okay it because disturb you and its just normal reaction.

Tapi emang lagi momen period dan bikin emosi naik turun, ditambah rasa kesel. Kecil tapi matters. Kayak akumulasi perasaan jadi satu dan bikin triggering kecil aja bikin ga enak hati. 

Tapi setelah duduk diem dan nangis kayak udah terhempas aja gitu rasa keselnya. Damn kamu hormon stres, bisa bisanya memporak porandakan perasaan gue. Walaupun terlalu sensitif, gue menyadari bahwa selalu ada alasan dibalik fight and flight mode.

I feel loneliness I guess
Tapi takut buat rely on takut cuma dapet kekecewaan
Jadi selalu mengurung diri dan merasa bahagia dengan pelarian

Setelah mengeluarkan air mata, ternyata mata capek juga. Ngantuk parah. Capek ternyata tubuh ini dipaksa menjalani hari-hari
But I promise, I never give up. Secapek apapun hidup ini dan orang-orang didalamnya, I never give up. Because there is perfect person. Including me.

Lets just take a rest. Night~

Thursday, 17 March 2022

Traumatic moment

Setelah melewati fase-fase stage of grief Denial - Anger -Bargaining -Depression - Acceptance
Kirain prosesnya akan berakhir yaudah. Tapi bisa balik lagi ke Anger, bahkan bisa ke fase panic, loneliness fear. Dan itu aja bulak balik.

Karena gue tipe yang harus tau gue kenapa dan cara dealingnya seperti apa untuk menumbuhkan self awareness. Jadi salah satu dokter bahas trauma dengan analogi seekor hewan
"Ngomongin trauma maka kita perlu ngomongin hewan. Rusa sebelum ngeliat adanya macan datang, badannya ngasih sinyal ada macan entah dari bau dsb. Ketika badannya ngasih sinyal, rusa akan orienting. Kepalanya tegak lalu mencari dimana ada ancaman. Kalau dia ngeliat ada ancaman. Rusa tersebut akan lari menyelamatkan diri. Jadi itu bukan dimulai dari melihat tapi dari sensasi didalam. Ketika kita habis mengalami trauma, sensasi gak aman akan muncul dari dalam. Contoh ga merasa aman, lalu cek handphone cara kerjanya sama dengan orienting rusa. Buat orang yang mengalami trauma, sekalipun melihat bahwa sebenernya aman, sensasi di dalam itu gak aman dan menganggap itulah realita. Maka dari itu sebelum proses maafin maka belajar merasa aman di badan sendiri dulu, sensasi ga aman ini butuh diregulasi ulang. Setelah itu baru ngomong maafin biar proses di badan dan pikiran ga chaos. Karena khawatirnya kalau chaos jadi berpikir ketika ga aman berarti dia macem-macem, pasti selingkuh. Padahal belum tentu. Itu karena proses traumatic dan menyakitkan"

Dan kemarin muncul lagi sensasi ga nyamannya, sensasi ga aman kali ya. Rasanya tuh buat napas aja berat. Karena bad memoriesnya itu sama. Jadi rasa sakitnya masih ketinggalan tuh di masa lampau. Damn hurt babe. Sebel banget kalau udah kayak gini tuh. Jadi rasanya capek ketemu moment yang bikin looping. 

Tapi katanya emang dont rush yourself, karena menyembuhkan trauma ga semudah membalikkan telapak tangan. Memori di pikirannya udah sedikit berkurang, tapi sayang tubuh gue masih mengalami bad memoriesnya. Jadi triggeringnya muncul, mampu bikin porak poranda. 

Setelah riset sana sini, cara yang paling tepat buat healing adalah tidur cukup, makan sehat, cari support system, me time, melakukan hal-hal menyenangkan dan bersabar.

Ada kalimat yang aku suka
“Infidelity is an awful event, but it doesn’t have to be devastating. It actually has a silver lining. Infidelity — as awful as it is to experience, as awful as it is to happen — can actually be a good thing to help people change their lives.If treated appropriately, it can actually enrich people’s lives and make them more resilient and make them better in the long run.”

what do you love about your spouse?

Journaling kali ini hal yang aku syukuri dari pasangan. Meskipun belum menikah dan hopefully emang beneran berjodoh bukan yang cuma buang-buang waktu dan nambah list mantan. Tapi kenal dia bisa bikin aku mensyukuri banyak hal
1. Aku tumbuh tanpa seorang ayah, because my dad was died when I was 12 years old. Dan ketemu dia, dikenalkan sama ayahnya yang care banget. Meski ga lama bisa menghabiskan waktu sama ayahnya karena his dad was died last year. kalau dipikir-pikir seandainya bisa kenalnya dari lama, bisa lebih deket lagi karena jujur disayang sama sosok ayah itu hal yang kurang. Jadi selama ini menjalin hubungan sama dia, bisa kenal ayahnya bahkan di saat terakhir aku sempet ngasih minuman langsung, aku bersyukur tanpa penyesalan udah bisa berbuat baik meskipun sedikit. Semoga beliau dan ayah aku di tempatkan di tempat baik di sisi Allah, amiinn
2. He never punch or screaming on me dan semacamnya. Marah iya, sempet bentak tapi gak pernah sekasar itu. Meski kalimatnya suka sering nyelekit. Tapi ga pernah sekalipun main kasar
3. Specialist Act of service. Aku tuh bisa jatuh cinta sama orang yang full of act of service. Ibaratnya sesimple doing simple things aja bisa bikin bahagia dan merasa dicintai. Dia selalu bertukar posisi ketika ada di jalan raya, jadi gak membiarkan gue ada di sisi yang pinggir. Lalu dia juga suka merangkul gue dan pegang tangan gue ketika lagi jalan (karena menghangatkan banget), dia suka buka botol ketika gue kesulitan buka botol sendirian, dia masakin ayam dan cemilan ketika di rumahnya, dia ambilin minum, dia ambil alih buat payungin aku, dia suapin aku, dia selalu kasih makanannya buat aku cobain. karena dia such caring person, dia bisa bener-bener doing something yang bikin aku merasa dicintai. 
4. Dia berubah ke arah yang lebih baik. Dia adalah pria yang ingin aku hindari ketika PDKT, berapa telp gak aku angkat, berapa chat yang aku ntar2 buat aku jawab, pokoknya merasa ga cocok banget sama dia. Tapi karena gak enak akhirnya mengiyakan ajakan datenya. Sampai akhirnya bisa jatuh cinta. Tp selama pacaran, kita sering ribut, sering banget malah. Sampe suka bikin aku ke titik lelah banget. Tapi setiap kali lelah, aku ngerasa bahwa dia itu baik kok. Naifkah?
Tapi selama menjalani hidup sama dia, dia beneran berubah dari yang suka gampang tersinggung jadi lebih toleran, dari yang merasa paling bener bisa open minded dan dengerin masukan orang lain dst. Memang sebagai manusia aku ga boleh banyak berharap daripada kecewa, tapi karena aku ngeliat banyak perubahan ke arah yang lebih baik dari dia yang dulu, aku cuma berharap keburukan dia dan kesalahan dia kemarin juga jadi pelajaran yang gak akan dia langkahi lagi, berharap totally dia berubah jadi orang yang lebih baik lagi.
5. Jujur soal kondisi dan perasaannya. Meski pernah bersilat lidah, jadi pria pendusta yang manis mengumbar janji. Tapi dia menjawab pertanyaan aku, dia jujur soal keuangannya, soal perasaannya, bahkan dia menelanjangi diri dia untuk mengeluarkan isi hatinya yang aku harap beneran tulus. Air mata yang keluar itu beneran tulus.
6. Dia orang yang aku butuhin. Kalau ditanya, apakah dia tipe ideal aku? Jawabannya nope. Tapi aku sadar bahwa dia orang yang aku butuhkan. Aku butuh penyeimbang karena aku terlalu ga peka, ga peduli sama sekitar bahkan karena aku yang sering bangun tembok dan suka ngomong sesuka hati, dia jadi rem.
7. Dia mengajari aku buat sayang keluarga dan selalu ada buat keluarga. Karena pada dasarnya aku dulu individualist bgt. Ngeliat dia sayang keluarganya, membuat aku ingin jadi bagian orang yang dia sayang, membuat aku ingin jadi keluarganya. 
8. Dia egois, dia pria egois. Tapi sama dia gak pernah kita bertengkar lebih dari 1 hari. Gak pernah jaga jarak lebih lama dari 2 - 3 hari. Bahkan dia orang yang ketika mendengar permintaan maaf aku, dia bisa minta maaf juga. 
9. Kalau di tiktok lagi rame soal "menikahlah dengan pria yang mau menghubungi kamu selepas kalian bertengkar". Dia kayak gitu. Bahkan dengan chat "I miss You " aja bisa bikin hati aku luluh dan telp dia. Meskipun kita lagi berantem. Trust me, egonya aku adalah bisa mendiamkan orang lebih lama. Jadi kalau orang itu mendiamkan aku lama, aku bisa lebih lama. Tapi kalau dia jujur, aku bisa lebih jujur, dia setia aku bisa lebih setia, dia cuek aku bisa pura2 cuek sampe ilang rasa. Jadi the more he treat me better, I will treat him better sih. Dan hal yang aku syukuri adalah dia bisa hubungi aku meskipun kondisi kita lagi berantem
10. Dia orang yang peduli sama keluarga aku. Ketika keluarga aku covid. Dia dateng kasih makanan, meski tanpa ngomong dulu dan carmuk ke aku. 
11. Aku mensyukuri kalimat I love you di akhir telepon. Aku mensyukuri morning greeting dan updatenya dia ke aku setiap kali pergi ke suatu tempat. Yang aku harap gak pernah ada lagi kebohongan.

Karena dia selalu ingin orang disekitarnya nyaman dan ingin membahagiakan orang disekitarnya. Segala hal yang udah dia lakukan, hal yang menyakiti aku itu memang kayak kertas putih bersih karena selama ini yang dia tampilkan baik semua, sampai titik hitam banyak bermunculan bikin kertas putih itu kotor. Sampai aku kadang suka lebih fokus ke titik hitam itu dibandingkan titik putihnya karena sangat kecewa. Tapi aku harap dia beneran orang baik, orang yang sangat aku syukuri kehadirannya, orang yang terus bisa melihat aku tanpa tengok kanan kiri, orang yang bener-bener melangkah maju ke arah lebih baik, orang yang mau sukses bareng. Tapi dia orang yang selalu ingin aku peluk karena kasihan, kayak berat banget pundaknya, kayaknya penuh banget isi kepalanya, dan sakit hatinya. Aku ngerasa dia bawa banyak luka kayak bolong disana sini tapi dia sembunyiin rapi lewat senyuman dan hadirnya dia buat orang lain agar orang lain gak kecewa, tapi dia ga peduliin diri dia.

Aku menyadari sesuatu juga alasan aku suka dipeluk dia, bukan sekedar merasa disayang. Tapi aku mau peluk sosok jiwa yang sebenarnya rapuh itu tapi selalu bersikap strong depan orang lain. Sosok itu yang pengen aku peluk. Kalau bisa diibaratkan, aku kayak sosok Go Moon young dan dia kayak moon kang tae di series drama Its okay to not be okay. Go moon young orang yang sinis sama orang lain dan dunia padahal punya trauma. Sedangkan moon kang tae selalu hadir buat orang sekitarnya terutama keluarganya tapi gak pernah hadir buat diri dia. Dari luar moon kang tae terlihat biasa aja padahal di dalam hatinya dia kesepian. Karena aku percaya setiap orang punya luka, tapi sosok kang tae yang mana mirip kayak dia, punya luka dan keinginan tapi seringkali dikesampingkan demi orang yang dia sayang. Lukanya dia tutup rapat sampai gak ada yang bisa liat termasuk dirinya sendiri.

Aku ngeliat hal yang sama ketika ngeliat kang tae, persis kayak gambar payung ini. Tanggung jawab membuat dia mengesampingkan dirinya, memprioritaskan orang lain lalu kehilangan dirinya dan pada akhirnya dia kesepian. 

Sedangkan aku ngeliat diri aku kayak moon young, yang suka nyuruh semua orang pergi dari sisi aku, sinis dan jutek buat bikin semua orang menjauh. Padahal cuma pengen ada at least satu orang yang stay dan peluk erat kayak gini.

Intinya sih aku mensyukuri hadirnya dia yang datang dalam hidup aku. Ngasih luka dan juga bahagia. Tapi juga menyadarkan bahwa mencintai dia sebelumnya terlalu berlebihan jadi harus aku rem agar gak banyak berekspektasi. Cuma kalau inget pengen bilang sambil peluk erat kalau bukan cuma karena perasaan tulus aku yang bikin aku stay, tapi karena hidup sama dia kayak tarikan magnet yang gak bisa bikin lepas, kayak dua orang yang saling membutuhkan. Dan dia udah doing good job, jadi masa depan dia ga sesuram itu, tapi karena memang kita gabisa liat masa depan, aku cuma berharap, dia bisa terus berjalan lurus demi masa depannya. Kalimat dia selalu "kamu bahagia?" Yang juga selalu aku tanya balik "apa kamu juga bahagia?" Aku pengen orang yang jalan sama aku bukan cuma merasa tanggung jawab ingin membahagiakan tapi juga bisa bahagia, bukan cuma kesepian yang didapatkan. Karena aku tau rasanya kesepian itu kayak gimana, rasanya tersiksa. Makanya aku pengen dia bisa lebih peduli sama diri dia juga, melakukan sesuatu bukan hanya buat orang lain tapi buat diri dia. Masa depan dia yang baik bukan hanya buat bikin orang sekitar dia bangga tapi bikin dia bangga. Meski hidup selucu itu, meski ga ada yang tau kemana kita akan dibawa, aku cuma pengen dia bisa berjalan lurus, tanpa penyesalan, bukan pria jahat yang gak punya hati dan bisa bahagia.


Wednesday, 16 March 2022

Hal Hebat

Habis denger lagu sekilas judulnya Hal Hebat. Liriknya jleb banget. Jadi pengen ada yang ngerasa kayak gitu juga. Liriknya bagus banget menggambarkan rasa syukur seseorang atas hadirnya pasangan dalam hidupnya.

Takkan siakan dia
Belum tentu ada yang seperti dia
Satu dunia tahu aku bahagia
Banyak pasang mata saksinya

Takkan duakan dia
Belum tentu esok kan masih ada
Kesempatan tak kedua kalinya
Hargai dan jaga hatinya

Dalam diamku
Ku panjatkan selalu doa untuknya
Jodoh bukan soal sempurna
Namun yang mampu tangguh tuk bertahan
dan berjuang

Trust Yourself

I found this statement "If you can't trust yourself, you are never going to be able to trust your partner"

Hi, my self
I know you are strong enough, sometimes you feel like hell, it's like burn you thousand times. But you're smart, you're independent women, you can be such great mother, great wife, you're keep learning while you can doing lazy things but you're keep productive. You can trust your own feelings no matter what bad feeling comes. And you'll be okay moving forward.
And if he still have bad behavior and hurting you again, you could survive. Like now. You'll be okay
Because you deserve get better. And I am so proud of you ❤
Now just breath deeply and think everything gonna be okay.

Patahan 14

In some ways finding out about infidelity feels like learning about the death of a loved one. You are in shock. And you are grieving the loss of the dream you treasured of a loving marriage to a faithful partner. The lies, the deceit, the betrayal, all go a long way to destroy trust and hope
- Weiner Davis

Tuesday, 15 March 2022

what are you grateful for today?

1. Ternyata meskipun sibuk sama kerjaan, aku masih bisa freelance nulis. Bahkan hari ini nulis 4 tulisan. Itu pencapaian yang bagus. Good job self ❤

2. Aku suka upload foto buku yang abis dibaca dan meaningful banget. Sengaja ditaruh di sosial media buat jadi reminder di saat aku down. Karena pelupa jadi seringkali daripada liat buku-buku yang aku punya untuk mendapat kekuatan, aku lebih sering baca hal yang pernah aku post di social media atau di blog. Bahkan tanpa ekspektasi foto buku ini dibaca sama temen di Instagram, tanpa ekspektasi kalau akan dapat pujian udah bisa reminder ke orang lain atau ngasih kekuatan. Tapi dapet kalimat ini bikin hati aku dipenuhi kehangatan ❤ simple but matters sih. Thank you

3. Rutin ngeblog lagi! Yeay itu pencapaian juga. Karena menulis itu penyembuhkan. I mean pikiran yang kusut yang sering bikin susah tidur, atau distract di saat kerja ini satu per satu benang kusutnya aku rapihin lewat tulisan. Aku bikin journaling prompt untuk menggali lagi isi pikiran yang kusut sambil bertanya apa yang lagi aku rasain atau pernah aku rasain. 

Aku berharap everything will getting better. Satu per satu aku menyadari bahwa semakin hari, aku semakin kuat berdiri di bawah kaki sendiri. Jangan lupa twrus bersyukur yaa, self. Bahkan kamu diberi kesempatan bisa napas aja udah hal yang patut disyukuri loh. Semangat

Anger iceberg


Setelah mengalami perenungan panjang, gue menyadari hal tentang diri gue bahwa seringkali gue mengucapkan kalimat dengan tatapan sinis, kata-kata tajam dengan maksud melukai. Gue sadar itu bentuk gue mengalami segala bentuk reaksi atas kekecewaan, kekesalan, kesedihan yang gue pendam. Intinya sih gue terluka, dinding pertahanan diri gue sering gue bangun dengan kokoh sampai akhirnya gue lakukan adalah menyerang orang lain dengan kalimat sinis. 

Karena sikap sinis ini pula gue pernah ada di titik meragukan diri "gue ini manusia baik atau jahat ya? Sisi dominan dalam diri gue ini dr jeckyls atau mr hyde?" 
Padahal mah itu cuma bentuk perlindungan diri. 

Entah kenapa ketika terluka, gue lebih memilih diam, bungkam seribu bahasa tapi dalam hati gue pengen teriak marah-marah, nunjuk-nunjuk dan bahkan nampar. Tapi reaksi gue cuma diam meski gak mau menatap orang yang saat itu menimbulkan luka. 

Seringkali gue merasa kuat di luar padahal di dalam porak poranda. Jadi ketika gue menunjukan sisi sinis dan gue marah di luar seolah gue ga butuh orang lain. The truth is, ternyata gue cuma sedang melindungi diri gue sendiri. Dan perjalanan ke titik "gue lagi kenapa sih?" Itu perjalanan panjang sampai gue sadar bahwa emosi lain yang gue rasakan itu sebenernya bukan marah, melainkan emosi yang lain persis kayak gambar iceberg ini. Gue juga banyak belajar tentang emotional sensation wheels, jadi sensasi di tubuh gue itu menyampaikan emosi apa sih. 
Tepat 1 hari setelah gue ulang tahun ke 27 tahun, gue merasakan semua emosi negatif yang isinya, kecewa, takut, cemas, menyesal, stress, kesel, sakit hati, sedih dan segala perasaan gak nyaman. Lalu gue menyampaikan kalimat menusuk yang kejam ke lawan bicara gue. Kuat di luar hancur di dalam. Rasa marah itu membuat gue mengambil keputusan tanpa gue mau liat orang lain ataupun keinginan terdalam gue. Karena gue cuma sakit hati dan ingin perasaan sakit itu berakhir. Gue mengambil jalan menyakiti hati orang lain dengan kalimat menusuk, menyepelekan dan superior merasa sombong karena bisa membongkar banyak hal dengan usaha gue sendiri. 

Ternyata menyakiti orang lain yang menyakiti kita itu gak serta merta bikin perasaan sakit itu hilang. Yang ada justru ada perasaan sakit lainnya yang muncul. Itulah kenapa balas dendam gak baik kali ya? 
Setelah beberapa waktu mengambil jeda dan jalan pasrah atas keputusan yang udah gue ambil, perasaan ga nyaman menyelimuti gue sampai akhirnya gue minta maaf udah menyakiti dia atas kalimat gue. 

I mean kadang ketika tersakiti, yang kita lakukan adalah meresponnya dengan menyakiti balik. Bukan fokus jujur bahwa kita tersakiti dan being vulnerable. Justru vulnerable itu jadi pilihan terakhir yang akan diambil. Apa kayak menelanjangi diri depan orang lain ya vulnerable itu? Makanya lebih banyak jadi pilihan terakhir.

3 bulan di 2022 gue belajar banyak hal, termasuk belajar menjadi vulnerable, jujur atas segala perasaan yang menyelimuti gue, atas cara gue dealing dengan rasa sakit dan kekecewaan, bahkan cara gue berdamai dan belajar memutuskan sesuatu untuk hidup yang akan gue jalani.

pasangan yang baik adalah orang tua yang baik

"Kita bisa pilih mau pasangan kayak apa, itu tanggung jawab kita. Tapi anak-anak kita gak bisa pilih mau punya orang tua kayak apa. Itu bukan tanggung jawab mereka. Itu tanggung jawab kita"
Ketemu kalimat ini yang bener banget dan jadi salah satu alasan gue seorang picky girl ini memilih pasangan. Gue gamau punya pasangan yang gak bisa satu frekuensi, satu visi misi dan gak selevel. 

Best spouse= best parent
Kalau mau ke tahap lebih besar dengan tanggung jawab yang besar which is orang tua. Maka jadi pasangan yang baik dulu. Mau jadi pasangan yang baik maka jadi diri sendiri yang baik dulu.

Jadi inget pernah nemu ini di quora dulu banget. Pas pertama kali baca rasanya ingin ku cabik-cabik dijadikan sate itu cowo jahannam. Di benak gue ya, apapun, kalau mau mati, mau sengsara sendirian aja gausah ngajak-ngajak. Begitupun hal ini. Kalau mau sakit, sakit aja sendirian. Kok jahat banget sampe bikin istri plus anaknya yang gak salah apa-apa ikutan sakit. 

Selingkuh ketika istri lagi hamil aja bangsat banget. Nah ini jajan sama orang yang sakit. Trust me, celap celup sana sini itu gak keren kok. Gak bikin keren, bikin sengsara iya. Bikin masa depan suram malah. Banyak kan kasusnya? 

Apalagi ke orang nih open BO (logic ya dia open BO berarti gonta ganti pasangan demi uang. What if pas dia gonta ganti pasangan. Yang pake dia itu sakit. Dan dia tertular. Lalu dia menularkannya ke lu)
Kedua bukan open BO, tapi bitch (orang yang mau diajak dengan mudahnya tapi berpotensi punya penyakit menular seksual juga. Karena dia dengan mudah mengiyakan, berarti dia bisa jadi mengiyakan banyak orang juga. Peluang gonta ganti pasangannya tinggi)

Intinya sih kalau gak suka sama service pasangan, atau dalam case ini si istri lagi hamil dan gabisa melayani dengan baik. Maka solusinya ngomong apa yang lu mau. Solusi ke orang lain itu salah karena itu tandanya mau bunuh diri. 
Jadi inget scene dalam drama Hometown chachacha, tokoh anak namanya Jang Yi Joon. Dia terlalu dewasa untuk ukuran anak SD broken home karena orang tuanya bercerai. Setiap kali momen ulang tahun atau perayaan, pasti orang tuanya menyempatkan waktu untuk quality time buat jang yi joon. Bukan karena orang tuanya masih punya perasaan satu sama lain, melainkan perasaan cinta ke anaknya dan mengesampingkan ego demi jang yi joon. Suatu ketika kesalahpahaman diantara orang tua jang yi joon ini baru terkuat setelah beberapa tahun bercerai. Lalu mereka punya keinginan buat rujuk. Lalu sang ibu, hwa jeong minta ijin boleh gak kalau mereka rujuk. Tau ga reaksi jang yi joon apa? "Lakukanlah apa yang kalian mau ayah, ibu. Aku permisi dulu mau pergi bermain". Tapi jang yi joon ini bukan pergi main, justru menghilang dan bikin khawatir orang tuanya. Ternyata dia nangis sendirian karena nangis bahagia. Ada banyak harapan yang mau dilakukan si anak bareng orang tuanya lengkap dan utuh.

Gue selalu takut menikah, karena di sekeliling gue banyak kasus anak yang gak bahagia. Karena pertengkaran orang tuanya, karena kesalahan ibu/ayahnya memilih orang yang salah sebagai partner hidup sehingga menjadikan dia orang tua, karena rumah yang bukan kayak rumah dan banyak alasan lainnya. Disitu gue takut banget memilih orang yang salah untuk gue jadikan partner, mungkin gue bisa bertahan kuat karena melewati banyak pengalaman buruk. Tapi gue rasa gue gakan bisa bertahan kalau menyakiti anak gue karena memilih orang yang salah. Gue juga gabisa memilih bertahan hanya demi anak padahal gue udah disakiti berkali-kali. Its not fair for me. 

Choosing you husband/ wife is also choosing your future. Jadi pintar pintarlah memilih

what The biggest lesson You've learned from previous relationship?

Dalam perjalanan hidup mencari kebahagiaan dari mencintai seringkali membuat gue lupa kenyataan bahwa "people come and go", or "you will getting hurt by people you loved the most" etc. Karena gue menikmati rasanya dicintai. Rasanya ada sosok pria yang memberikan perhatian, kasih sayang dan selalu ada buat gue itu bisa membuat gue feel been loved. 

Kalau ditanya, apa yang membuat gue bisa jatuh hati dan mencintai. Jawabannya adalah ketika mereka memberikan waktu, perhatian, kasih sayang dan memberikan telinga mereka buat mendengar. Rata-rata hubungan gue sebelumnya datang dari pertemanan karena teman-teman gue memberikan itu. Gue gak pernah jatuh cinta karena orang punya sesuatu yang waw yang dia banggakan entah itu karir, uang atau pencapaian dia. Karena gue akan melihat itu semua di akhir. Some other guy pernah datang dengan membanggakan diri "gue terkenal siapa sih yang gak kenal gue", lalu lainnya pernah datang "posisi gue disini sebagai ini, udah punya mobil, udah punya rumah. Kamu tinggal datang aja", dan lainnya pernah juga datang "jalan yuk, tapi aku sama supir". I mean pria yang datang memberikan material things bikin gue kabur secepatnya. Gue akui gue suka harta, tapi pria yang datang menawarkan harta bukan pria yang akan gue pilih. Karena meskipun gue belum kaya, harta bisa gue cari sendiri bukan? 

Dalam menjalin hubungan bukan seberapa hebat pasangan lu buat dibanggain ke orang lain gak sih? Tapi seberapa hadir dia buat kita? Mungkin itu yang membuat gue banyak kabur dari pria2 mapan yang mendekat.

But let me tell you my previous relationship
Karena sesungguhnya gue sangat bodoh dalam mencintai hahaha, bodoh dan rela diperlakukan semena-mena sampai meninggalkan luka dan trauma. Dulu gue pernah dibentak, dikasih kata-kata gak pantes, diselingkuhin, diatur, dipaksa untuk pergi ngikutin dia sampai ke titik capek. Capek banget rasanya, tapi dicintai itu hal yang gue butuhin. Jadi ketika capek dan dia datang ngasih pemanis hubungan, gue maafin. Bertahan bertahun-tahun tapi ngasih luka dan trauma di bulan Dec - Feb. Why this month? 

Tapi gue menyadari satu hal, dalam mencintai my ex gue ga pernah menceritakan diri gue, rasa sakit gue, aedangkan gue kesepian sama hidup gue dan hanya bisa diisi oleh dia.
Jadi ketika dia pergi gue melakukan 2 hal
1. Langsung cari pengganti buat nutup luka yang disebabkan dia, intinya bergantung lagi ke other guy
2. Nangis meraung-raung sampai gak bisa melakukan apapun. Feel depressed

Tapi memang patah hati bisa bikin kita ke titik depressed kan? Wajar tapi sayangnya gue terlalu fokus ke 2 hal itu, bukan mengisi diri gue dengan diri gue.

Setelah bertahun-tahun gue baru menyadari satu hal kenapa gue merasa lekat banget sama pria. Lebih suka temenan sama cowo, lebih suka jalan sama banyak cowo, meskipun gak punya pacar, diperhatiin sama cowo2 ini bikin gue feeld loved meskipun pada akhirnya masih kesepian. Ternyata sosok "pria" dalam hidup gue emang kurang hadir, my father was died when I was 12 years old. Jadi sejak SMP yang fight for my self itu diri sendiri, jadi ketika ada pria yang bisa membela gue, selalu ada buat gue, kasih perhatian, gue bisa jatuh cinta sama dia. Makanya dulu ketika berantem sama mantan, yang gue lakukan adalah lari ke teman pria gue untuk minta dipukpukin. 

what The biggest lesson You've learned from previous relationship?

Seiring berjalannya waktu, gue menyadari satu hal. People you loved the most can break you easily, can hurting you the most. But the truth is, you must keep yourself strong. Berpeganganlah sama diri sendiri. Jangan pernah lari ke orang lain karena kesepian, jangan pernah minta diisi orang lain karena kehampaan, jangan pernah minta dibahagiakan orang lain kalau diri kita belum bahagia. Dan sadari bahwa cinta itu kerja keras, bukan dibiarkan mengalir. Jadi emang perlu usaha tapi jangan begging.

Now gue cuma berharap meninggalkan kebodohan gue masa lalu. Karena cinta itu artinya kerja keras maka perlu dua orang yang kerja keras, dan ketika dia menyakiti hati dari apapun kelakukan dia yang bisa ditolerir hingga gak bisa, yang gue lakukan adalah jujur tentang perasaan gue. Dan tentunya berhenti cari kehangatan temen-temen cowo gue ketika ada masalah dengan hubungan. Itu jalan menuju perselingkuhan bukan? Gak nyaman sama hubungan tapi bukan diperbaiki malah nyari kenyamanan baru.

Sekarang di tengah perjalanan cinta gue, gue sadar bahwa selama menjalin hubungan masih suka memendam masalah, karena gue merasa haus akan kasih sayang dia jadi ketika merasa disayang dienyahkan rasa bete, sakit dsb. Gue juga masih suka silent treatment dengan harapan dia bisa sadar, its so cruel shalsa, dont let anyone feel confuse kayaj gtu okay? Gak ada salahnya bilang perasaan kamu kok. Lalu gue kesepian dan minta diisi sama dia, anehnya ketika jomblo Fine fine aja mengatasi kesepian, tapi ketika menjlanin hubungan kok jadi kesepiannya double. Tapi kesepian yang terjadi membuat gue belajar, dia mengajarkan secara gak langsung arti kesepian buat gue dengan mengisinya dengan kehadiran gue. Gue hampir ga pernah chatan sama pria lain ketika dia gak hadir buat gue. Ketika waktu dia kurang buat gue, gue menahan diri untuk gak ngajak banyak temen cowo buat jalan. Ada sih yang ngajak jalan dan sempet mau gue terima. Tapi gue gak boleh balas dendam atas perlakuan dia ke gue bukan? Bagaimanapun keburukan dia, dia tetep orang yang baik yang memberikan kenyamanan buat gue. Bagaimanapun rasa sakit yang dia timbulkan, dia tetep orang yang menyadari kesalahannya
Bagaimanapun kebohongan yang dia ucapkan, dia tetep orang tulus yang sayang gue kan?
Dan ketika gue terluka, gue cukup menghadapi momen sendirian, nangis, marah then voila menjadi vulnerable ke diri sendiri itu bisa jadi obat loh dan gue gak meraung-raung dengan kalimat "why he hurting me?"

Sekarang, jadi lebih banyak refleksi diri. Trust too much ga baik, tapi menggenggam too much juga lelah. Gue cuma berharap luka-luka bisa sembuh totally meskipun gak dalam wqktu dekat, dan gue ga lagi disakitin dengan apapun alasannya. Hopefully it getting better for me, for him for our relationship. No more lies.
Karena hangatnya dia ingin gue terus bawa, meski gue gak bisa dan memaksa kalau pada akhirnya dia bukan jodoh gue. Tapi tolong kuatkan hati gue aja for anything happen ya Allah. Tolong jaga dia juga bukan cuma buat gue tapi buat diri dia dan keluarganya. Tolong jangan biarkan dia besar kepala dan merasa bisa meraih segala hal di dunia ini, tolong jangan biarkan dia kesepian dan hampa karena kesedihan dan kesendirian sampai bikin dia gali kuburannya sendiri, ketika dia melangkah ke arah yang salah tolong bisikan ke dia dengan sangat kencang agar dia sadar. Gue tau dia orang yang baik, sangat baik, orang yang selalu mau berubah ke arah yang lebih baik dan dua potensial buat sukses. Itulah kenapa gue masih disini

So pelajaran berharga yang gue dapatkan adalah harus merasa terpenuhi dengan diri sendiri dulu. Gue gak mau membiarkan gelas kosong saat bersama dia. Harapan gue adalah punya health relationship tapi gak mau menggantungkan semua hal ke satu orang sampai lupa diri. I know my value, I always deserve better love and better life. 

Monday, 14 March 2022

are you really like the guy when he was taken?

Meskipun penelitian menunjukkan "The single women really, really liked the guy when he was taken" dibalik itu semua ada banyak alasannya ada yang karena menginginkan figur "ayah", ada yang karena merasa low self esteem (jadi ingin merebut milik orang lain), ada juga yang kesepian. And so many reason.

Tapi yang pasti Rendah sekali harga diri wanita yang menanggapi bahkan mendekati pria yang udah punya pasangan. Karena wanita baik tak akan melirik, berniat bahkan mengambil nilik orang lain.

Meskipun sebenernya kita gabisa serta merta nunjuk-nunjuk wanita aja bukan? Highlight bahwa pria yang baik itu menjaga pandangannya, meluruskan niatnya kecuali kalau memang mau merusak hidupnya

Tapi karena sampah itu dibuang pada tempatnya. Jadi wanita yang mau dijadikan kedua memang tempat paling tepat untuk membuang sampah right?

So ladies, apapun alasan kalian menjalin hubungan dengan pria yang udah berpasangan. Its so wrong. Jangan mau jadi tempat sampah. Dan untuk pria around the world yang udah punya pasangan yang tulus tapi masih lirik sana sini dan rela take a risk kehilangan cewek tulus itu. Inget, orang yang tulus ga dateng berkali-kali. Kesempatan kedua pun gakan dateng berkali-kali. Dan inget gusti ora sare, Karma akan datang dalam bentuk apapun, mungkin rasa sakit yang sama, mungkin pengalaman yang sama, atau bisa jadi kesuksesan yang makin menjauh.
Tapi inget kalimat yang datang langsung dari Tuhan

"Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan - perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)" - An Nur (26)

Kalau mau mendapatkan yang baik, maka diri ini pun harus baik. Kalimat ini pun jadi self note


patahan 13

Ku kira lukanya udah tertutup rapi tapi masih sakit ternyata

Love or lust?

Akhir-akhir ini share of voices soal hubungan pria dan wanita jadi bahan obrolan yang udah "biasa" bahkan jadi bahan candaan, sebut aja kayak ONS, FWB, free sex, bungkus etc. Dan semuanta terlalu mudah buat didapatkan, apalagi karena kebutuhan manusia akan seksual itu sendiri. Tapi masalahnya, kebutuhan akan seksual gak sebanding dengan ilmu yang mengisi otak mereka. Jadi lebih ke "jalanin aja dulu, gimana nanti".

Trust me, girl kalau ada pria yang bilang "jalanin dulu, gimana nanti" patut dicurigai. Dan banyak banget penelitian soal love and lust. Nah mirisnya, orang lebih fokus ke pengalamannya bukan educationnya. Makanya kenapa angka MBA juga terus tinggi. Karena cintanya itu ga diiringi dengan ilmunya. Padahal banyak ilmuan yang melakukan penelitian bertahun-tahun. 

Society lebih fokus ke "cintanya cowo itu dari 100 sampai 0, sedangkan cewek 0 -100" bukan ke neuroscience dibelakangnya. Penelitian bilang bahwa 6 bulan pertama which is disebut honeymoon phase itu kita akan merasakan cinta menggebu dan momen bucin karena support hormon bahagia. Tapi kan hormon bahagia ini di produksi otak, alias si otak "kerja" buat bikin kita merasakan cinta menggebu. Nah di waktu ini seringkali terkecoh, terutama perempuan, yang keluar dari mulut perempuan pasti "gue merasa dicintai, dia tuh sayang banget, dia tuh bucin banget". Padahal ya itu masih disupport hormon di otak. Di fase ini pertengkaran ga banyak bahkan ga ada pertengkaran sama sekali. Ketika udah lewat masa ini, dan perempuan melihat perubahan si pria yang di benak perempuan akan berpikir "dia berubah". No dia ga berubah, dia hanya menjadi diri dia yang udah ga di support hormon lagi.

Nah hormon yang bikin kita merasa bahagia itu banyak banget. Salah satunya hormon oksitoksin. Hormon ini yang membuat terutama perempuan setelah HS akan merasa lebih sayang atau lebih dicintai. ONS, FWB atau sejenisnya kalau HS dan ingin memiliki lebih pasangannya itu ya karna cara kerja hormon bukan fully perasaan kita.

Jadi intinya, for one step that you take have small and high risk and can you handle it?
Meskipun sekarang hal ini udah jadi pembicaraan ringan dan terbuka soal free sex, tapi biar ga salah langkah perlu edukasi diri kita dengan ilmu, bukan cuma pengalaman. barbara & alan pease jadi salah satu penulis buku yang bahasannya bukan cuma kinerja otak pria dan wanita tapi juga cara pria dan wanita menanggapi sex.