IQ ( Intelectual Quotient ) yaitu tingkat kecerdasan seseorang yang diukur memakai derajat kecerdasan intelectual, bisa dites pake tes IQ pokoknya kecerdasan yang menyangkut aspek-aspek nyata manusia.
EQ ( Emotional Quotient ) yaitu tingkat ukur buat emotial intelligent atau kecerdasan emosional yang udah di akui lebih penting daripada IQ karena kecerdasan emotional mengambil aspek-aspek tidak nyata dari kecerdasan manusia. EQ lebih penting daripada IQ karena EQ memberikan gambaran tentang sikap manusia akan dirinya yang sudah pasti punya emosi. emosi inilah yang memegang peranan penting bagi manusia karena emosi jika bisa dikendalikan akan sangat membantu manusia, jika tidak bisa dikendalikan bisa berbahaya. emosi tidak dapat di tolak hanya bisa dikendalikan makanya kita perlu punya EQ juga bukan hanya IQ. otak menurut penelitian terakhir terbagi menjadi 2 yaitu otak rasional namanya neocortex, 80% dari otak adalah neocortex. satu lagi yaitu limbic system, otak emosional kita berasal dari sana, hanya punya 20% dari otak, tapi megang peranan penting.
Ada 2 skill/ keahlian yang diperlukan di kecerdasan emosional yaitu intrapersonal skill dan interpersonal skill. interpersonal yaitu keahkian manusia untuk bergaul, mengerti emosi orang lain, membaca emosi yang terjadi di sekitarnya, kemampuan manusia untuk memahami dan mengerti orang lain. Intrapersonal yaitu kemampuan manusia untuk mengerti dan mengendalikan emosi yang lagi ada dalam dirinya. interpersonal keluar diri sendiri sedangkan intrapersonal ke dalam diri sendiri, contohnya ga langsung down kalau lagi ada masalah, selalu bersemangat, tekun, bangkit jika ada masalah bukan tenggelam dalam pikiran negatif. tidak pernah menyerah.
#from novel 5 cm
sometimes, we will never know the true value of a moment until it becomes a memory. So I am trying writing every moment from my experience,my mind or anything I will record every moment in this blog, Welcome ~
Showing posts with label From novel. Show all posts
Showing posts with label From novel. Show all posts
Wednesday, 31 July 2013
Tuesday, 30 July 2013
Arti sebuah kritikan
Kita harus menganggap kritik itu bukan suatu serangan, tapi saran. kita pasti akan tambah yakin. jangan pernah menganggap kritik itu suatu proses kemunduran atau serangan. kalau di kritik, buat cetak biru di pikiran kita. kalau kritik itu adalah pengorbanan dari seseorang yang mungkin telah mengorbankan rasa gak enaknya sama kita, entah sebagai seorang teman atau rekan kerja, semata-mata untuk apa? hanya untuk membuat diri kita lebih baik. itu aja.
#From novel 5 cm
Friday, 7 September 2012
#From Novel Winter in Tokyo
1. Segalanya tidak sama kalau kau tidak ada. Dan aku baru sadar aku membutuhkanmu
2. Keiko tidak pernah menyangka satu kata sederhana itu bisa terasa begitu menyakitkan, membuat hatinya mengerut
3. Seperti mimpi. Yah, mungkin memang mimpi. Mungkin semua itu hanyalah hasil dari imajinasinya yang memang luar biasa hebat
4. Ia tidak bermaksud berkata seperti itu. Sungguh. Kata-kata itu terasa pahit di mulutnya.
5. Ia memukul-mukul dadanya dengan kesal. Astaga, kenapa ia merasa sesak? Ia begitu resah sampai ingin meninju sesuatu untuk melampiaskan kekesalannya sendiri. Berusaha menenangkan diri, ia menarik napas dalam-dalam, tetapi hal itu malah membuat hatinya terasa semakin sakit dan seolah-olah akan meledak.
6. Kesadaran yang tiba-tiba menerjangnya membuat air matanya jatuh lagi dan ia buru-buru menghapusnya. Tetapi kali ini air matanya tidak mau berhenti. Kesadaran itu menggerogoti hatinya yang terasa begitu nyeri.
7. Seseorang yang sellau melintas dalam benaknya, seseorang yang tanpa sadar selalu dicari-carinya, seseorang yang membuat perasaannya kacau-balau
8. Kekesalan terbit dalam hatinya dan mulai menggerogoti dirinya dari dalam
9. memutuskan untuk melupakan perasaannya, mengubur dalam-dalam perasaannya. Setidaknya dengan begitu ia tidak akan merasa sakit hati.
10. Hal itu sedikit pun tidak membuat perasaanku lebih baik,
11. Semua tekad dan usaha yang dikerahkannya untuk melupakan laki-laki itu menguap begitu saja
12. Dengan susah payah ia menarik napas dalam2 dalam-dalam untuk meredakan kekesalan—atau tepatnya, kecemburuan—yang muncul dan menyesakkan dadanya
13. Harapan yang dihempas kembali ke tanah akan terasa sangat menyakitkan
14. Kini ia tahu bagaimana rasanya terbangun dari mimpi indah dan dihadapkan pada kenyataan Rasanya menyakitkan.
15. Dada Keiko terasa berat. Ia menarik napas dalam-dalam karena kalau tidak begitu sepertinya udara tidak masuk ke paru-parunya. Tetapi itu tidak terlalu berhasil. Dadanya masih terasa sesak.
16. Seharusnya ia tahu. Seharusnya ia sadar. Mimpi tidak akan bertahan lama. Ia bolehsaja hidup dalam mimpi, tetapi cepat atau lambat kenyataan akan mendesak masuk. Dan ketika kenyataan mendesak masuk dan berhadapan denganmu, kau hanya bisa menerima.
17.
Subscribe to:
Posts (Atom)