Showing posts with label An Intelligent life. Show all posts
Showing posts with label An Intelligent life. Show all posts

Tuesday, 30 July 2013

Pengaruh psikis akibat luka masa lalu


Tentunya kita tahu bahwa Hubungan kita tak dapat dipisahkan dengan orang lain. Perilaku kita dalam berhubungan dengan orang lain menentukan kepercayaan diri kita untuk bersikap dalam suatu kelompok berhubungan dengan orang lain. Terkadang dengan adanya hubungan kita dengan orang lain ada saja perasaan negative yang terlintas dalam benak kita atau bahkan perasaan mudah tersinggung dan bersikap kasar terhadap orang lain. Karena pada dasarnya seseorang yang mudah tersinggung dan rapuh, merasa gelisah terlalu cepat, mudah marah dan mudah putus asa tanpa alasan yang jelas akan berlaku angkuh atau bahkan jadi mudah bergantung pada orang lain dan terkadang ketika mereka menghadapi kegelisahan serta kemarahannya akan bertindak kasar atau agresif kepada orang lain. Faktanya banyak alasan yang membuat seseorang menjadi seperti itu salah satunya adalah kenangan buruk.
Kenangan buruk cenderung lebih jelas mengganggu psikis seseorang dibandingkan kenangan manis. Semakin menyakitkan kenangan yang kita miliki semakin terasa nyata dan dekat pula kenangan itu kita rasakan. Perasaan negative seperti kenangan buruk cenderung menghabiskan lebih banyak waktu dan kerja keras untuk menanggulangi dampaknya. Dengan adanya kenangan buruk dalam kehidupan kita di masa lalu akan membuat penyesalan datang di masa kini. Dan penyesalan akan mengacaukan kehidupan kita karena kenangan buruk di masa lalu meninggalkan bekas dalam otak kita terutama jika kenangan buruk itu terjadi pada saat kita muda. Bekas-bekas luka ini akan selalu ada.
Yang perlu kita pikirkan adalah jangan menjadikan rasa sakit dari masa lalu menjadi lebih dari sekedar kenangan walaupun rasa sakit dari masa lalu meninggalkan luka jangan biarkan luka itu menjadi hal nyata untuk mengendalikan perilaku di masa sekarang. Jadi intinya jangan biarkan masa lalu mengendalikan kehidupan kita di masa kini. Kitalah yang seharusnya mengendalikan perasaan kita bukan sebaliknya atau bukan masa lalu yang mengendalikan kita. Seperti kata pepatah “ lost time is never found” waktu yang hilang tak dapat ditemukan kembali.

Terima kasih telah membaca semoga bermanfaat


Sumber : buku An Intelligent Life karya Julian Short
Salam Penulis
Shalsa

Sunday, 14 July 2013

Keajaiban adalah nama lain dari kerja keras + Doa


Mulai saat ini tidak ada yang namanya main-main, tidak akan ada waktu. Untuk mencapai pintu kesuksesan itu perlu kerja keras dan doa. Usaha tanpa doa takabur, tapi doa tanpa usaha sia-sia. Bukankah perlu mendaki terlebih dahulu untuk mencapai puncak gunung? Jika memang puncak gunung itu ibaratkan kesuksesan, kita perlu mendaki dengan mengerahkan seluruh tenaga kita untuk berteriak dan berdiri di puncak gunung itu. Dan dalam setiap pendakian akan selalu ada rintangan, jika kita bertemu rintangan yang harus kita lakukan adalah melintasinya. Karena rintangan itu akan berubah menjadi jembatan selama kita bekerja keras rintangan itu akan menjadi jembatan. Mungkin memang aku tidak akan selalu menjadi pemenang dan mencapai pucak gunung itu yang pertama tapi jika aku berusaha bukankah itu mungkin? Semua itu tentu saja mungkin, benar kan? Selama ada usaha dan kerja keras dan tentu saja doa. Dan jika aku sudah menyerah dan merasa akan kalah tentu saja aku harus merubah arusnya dan berpikir bahwa aku memang harus menjadi pemenang. Aku akan melakukannya, Ya aku akan melakukannya. Aku akan menang! Walau banyak yang tidak percaya dan aku hanya melakukannya sendirian aku tetap akan menjadi pemenang. Aku akan menunjukkannya! Aku akan terus mendaki ke puncak gunung itu dan menunjukkan bahwa sebenarnya aku tidak lemah karena aku bisa menjadi pemenang. Walaupun banyak orang yang heran dan berkata bahwa itu hanya sebuah keberuntungan dan keajaiban. tapi percayakah kalian jika aku berkata keajaiban itu nama lain dari kerja keras + doa? Think again~


Friday, 12 July 2013

Keajaiban adalah nama lain dari kerja keras + Doa

Mulai saat ini tidak ada yang namanya main-main, tidak akan ada waktu. Untuk mencapai pintu kesuksesan itu perlu kerja keras dan doa. Usaha tanpa doa takabur, tapi doa tanpa usaha sia-sia. Bukankah perlu mendaki terlebih dahulu untuk mencapai puncak gunung? Jika memang puncak gunung itu ibaratkan kesuksesan, kita perlu mendaki dengan mengerahkan seluruh tenaga kita untuk berteriak dan berdiri di puncak gunung itu. Dan dalam setiap pendakian akan selalu ada rintangan, jika kita bertemu rintangan yang harus kita lakukan adalah melintasinya. Karena rintangan itu akan berubah menjadi jembatan selama kita bekerja keras rintangan itu akan menjadi jembatan. Mungkin memang aku tidak akan selalu menjadi pemenang dan mencapai pucak gunung itu yang pertama tapi jika aku berusaha bukankah itu mungkin? Semua itu tentu saja mungkin, benar kan? Selama ada usaha dan kerja keras dan tentu saja doa. Dan jika aku sudah menyerah dan merasa akan kalah tentu saja aku harus merubah arusnya dan berpikir bahwa aku memang harus menjadi pemenang. Aku akan melakukannya, Ya aku akan melakukannya. Aku akan menang! Walau banyak yang tidak percaya dan aku hanya melakukannya sendirian aku tetap akan menjadi pemenang. Aku akan menunjukkannya! Aku akan terus mendaki ke puncak gunung itu dan menunjukkan bahwa sebenarnya aku tidak lemah karena aku bisa menjadi pemenang. Walaupun banyak orang yang heran dan berkata bahwa itu hanya sebuah keberuntungan dan keajaiban. tapi percayakah kalian jika aku berkata keajaiban itu nama lain dari kerja keras + doa? Think again~

Subhanallah, Allah itu Maha baik :)


Tak henti-hentinya saya bersyukur kepada Allah SWT karena telah membuka gerbang menuju masa depan saya. Alhamdulillah saya bisa lolos tes SBMPTN walaupun saya awalnya pesimis karena memang soal-soal yang saya isi hanya yang saya bisa dan ternyata karena keluarga saya tepatnya ibu saya, teman-teman, dan orang lain yang telah mendoakan saya makanya saya dapat lolos SBMPTN. Saya sangat beruntung, dengan keterbatasan kemampuan otak saya dan sedikitnya doa saya namun hanya karena doa mereka semua saya bisa lolos SBMPTN karena mereka saya bisa lolos. Itulah keajaiban doa. Bahkan ibu sayalah yang selalu berdoa hingga mengeluarkan air matanya mendoakan saya agar lolos, doa ibu itu manjur itu yang saya tahu.

Tanggal 8 juli kemarin adalah waktu saya verifikasi berkas untuk daftar STAN ke bintaro dan pada tanggal ini pula tepatnya jam 5 pengumuman SBMPTN. Walaupun dengan semangat saya berangkat ke Bintaro dan saya harus dengan jatuh terlempar dari motor terlebih dulu dengan kaki penuh luka berangkat ke Bintaro dan dengan pesimisnya akan pengumuman SBMPTN. Karena saya begitu yakin saya tidak lolos SBMPTN karena hanya mengisi 2 soal fisika, 2 soal kimia, 43 soal TPA belum lagi soal Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesianya yang tidak maksimal saya isi. Tapi apa daya ketika Allah berkata “ Kun Fayakun=> terjadi maka terjadilah “ maka apapun yang di kehendakinya akan terjadi, walaupun itu diluar batas logika manusia. Bukankah itu benar?

Hasil SNMPTN memang memberi luka pada saya dengan tidak diterimanya saya di IPB namun dengan hasil SBMPTN ini membuat saya yakin Allah itu subhanallah baiknya. Karena saya tidak terlalu pintar, solat sunah kurang, namun  doa ibu saya itu sangat luar biasanya hingga dapat dikabulkan oleh Allah. Bayangkan seorang Ibu menangis hanya untuk mendoakan anaknya keterima di SBMPTN. Ibu saya sering berkata untuk berbaik sangka pada Allah karena Allah adalah apa yang di prasangkakan hambanya jadi jika kita berburuk sangka maka akan mendapat hasil yg buruk pula.

Saya bersyukur dapat lolos SBMPTN tapi saya lebih bersyukur memiliki ibu yang sangat kuat, baik, cantik dan solehah karena beliaulah saya bisa lolos saya bisa menapakkan langkah saya satu persatu untuk mencapai pintu kesuksesan saya. Saya juga bersyukur kepada adik saya, saudara, teman, guru ngaji saya, bahkan pedagang2 yang lewat rumah saya yang telah berdoa agar saya di terima di IPB karena doa mereka mimpi saya terkabul.

Walaupun pulang dari Bintaro dalam keadaan lusuh dan kucel dan banyak teman-teman saya yang menanyakan hasil SBMPTN yang sejujurnya membuat saya sebal karena saya sedang cape tapi mereka harus menanyakan tentang itu padahal saya sangat pesimis tapi ketika saya buka web SBMPTN dan memasukkan nomer peserta saya ternyata ada ucapan selamat yang menyatakan saya lolos, heran dan kaget saya teriak memanggil ibu saya dan ternyata benar saya Alhamdulillah lolos. Pelukan hangat ibu sayalah yang saya terima, terima kasih ibu :)Saya beruntung punya ibu :). Pesan ibu saya adalah dengan lolosnya SBMPTN ini jangan sampai membuat saya takabur, ujub serta sombong kepada Allah karena jika saya seperti itu Allah bisa saja membalikkan kesenangan saya menjadi malapetaka saya harus tetap bersyukur dan tambah rajin beribadah kepada Allah hanya dengan itulah saya bisa berterimakasih kepada Allah.

kadang saya berpikir jika ayah saya masih hidup dan melihat saya tumbuh dewasa dan saya bisa membagikan rasa senang saya keterima SBMPTN betapa beruntungnya saya. Tapi semua itu takdir kan? Allah telah menuliskan takdir seseorang bahkan sebelum orang itu lahir. Dan Pada intinya sekali lagi saya bersyukur. Terima kasih ya Allah karena kehendakMu hamba dapat lolos SBMPTN hamba bisa menjadi mahasiswa IPB hamba tidak hanya berkunjung ke IPB dan berharap menjadi bagian IPB namun saat ini harapan hamba bukan lagi sekedar harapan tapi kenyataan. Subhanallah Allah itu Maha baik :)

Wednesday, 26 June 2013

Ilmu ikhlas itu sulit ternyata


Seandainya ilmu ikhlas itu dapat dipelajari seperti mempelajari ilmu-ilmu lain saat kita sekolah. Tapi nyatanya tidak. Masih ada yang terbebani dalam hati berarti itu tanda belum ikhlas. Rasa ikhlas itu sulit, sangat sulit menurutku. Lelah dengan kegiatan yang sangat padat, seperti les, sekolah pulang jam 2, banyak PR, remedial, ulangan, masalah yang datang dan sebagainya. Sedikit masalah pasti mengeluh. Masalah kecil di simpan dalam hati sehingga membakar hati dan ngedumel panjang lebar. Ya Allah, mengapa saya sulit mendapatkan rasa ikhlas?
Ketika masalah kecil datang, ada hembusan panjang yang sangat berat yang menandakan bahwa itu sebuah masalah yang sangat berat yang tidak dapat ditanggung beban oleh kita. Terlalu manjakah saya ya Allah? Aku tahu engkau tidak akan memberikan cobaan di atas kemampuan manusia itu sendiri. Apakah saya ini manusia yang kuat ya Allah?
Terlalu banyak menuntut, banyak mengeluh, tidak mandirikah saya? Seringkali saya marah ingin berteriak dalam hati dan berkata “ kenapa sih ada cobaan banyak amat” tidak ada rasa bersyukurkah saya? Rapuhkah saya ya Allah? Ya Allah, maafkan aku ketika aku menghadapMu hanya sedikit waktu dan lebih tepatnya terlalu terburu-burunya saya, namun ketika saya meminta sesuatu saya pasti lama untuk menghadapMu. Bodohnya saya.
Ibu saya sering berkata bahwa Allah itu berasa lebih dekat bahkan lebih dekat dari nadi kita. Ya Allah, peluk hatiku, bantu diriku untuk menjadi manusia yang tidak banyak mengeluh, pemarah, dan bantulah saya untuk menjadi manusia yang banyak bersyukur atas nikmatmu serta berilah saya rasa ikhlas yang benar-benar tertanam di hatiku. Ya Allah, ketika ada orang lain di hatiku bantulah aku agar jangan terlalu terfokus pada dia. Ketika ada lelaki yang ku sayangi buatlah aku menyayangi dia karena Engkau, agar rasa ikhlas selalu ada di hati ini.
Ya Allah buanglah rasa negative yang ada di hati saya, karena sesungguhnya bukan bahagia yang buat kita bersyukur tapi rasa bersyukur yang buat kita bahagia J

Friday, 28 September 2012

Argument tentanf tawuran antar Pelajar


Akhir-akhir di berita selalu menayangkan tawuran yang terjadi antara SMA 70 dan SMA 6 Jakarta. Mengapa banyak sekali pelajar yang melakukan tindakan kekerasan yang benar-benar merugikan. Suatu tindakan bodoh yang harus dilakukan. Tindakan yang benar-benar mencoreng nama pihak sekolah, nama keluarga besar bahkan diri sendiri. Harusnya banyak pelajar yang terbuka hatinya bahwa tawuran bukanlah cirri khas pelajar. Sekolah mana pun tidak pernah ada yang mengajari tawuran bukan? Entah apa masalah yang terjadi, namun tawuran memang sudah banyak tercatat merugikan pihak lain, dari korban yang mengalami luka-luka atau bahkan ada yang meninggal.
Mengapa harus bertindak bodoh tanpa berpikir panjang? Apa yang melakukan tawuran akan dibilang jagoan? Tidak, pada kenyataannya masyarakat yang masih berpikir waras akan mengganggap bahwa tawuran tindakan yang memalukan dan tindakan pembodohan.
Mengapa masih saja ada sekelompok pelajar yang melakukan tawuran?
Tawuran ini mungkin saja terjadi karena perselisihan atau mungkin saling mengejek dan masih banyak kemungkinan alasan pelajar melakukan Tawuran. Polisi harus turun tangan menangani sekelompok pelajar yang melakukan tawuran. Sangat menyulitkan bukan?
Tidakkah mereka sadar? Bahwa kita ini bangsa Indonesia dan memiliki moto,” Bhineka tunggal Ika” yang artinya kita meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Kita memiliki dasar negara Pancasila dan UUD 1945. Perbedaan seperti budaya, kebiasaan, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan. itu akan menjadi satu kesatuan karena intinya kita memiliki moto itu. Namun mengapa hanya karena sepele akibat berbeda pendapat, diselesaikan dengan cara tawuran? Tidak ingatkah mereka tentang ini?
Apa dengan adanya perbedaan budaya, kebiasaan, bahasa, ras, suku, agama serta kepercayaan harus melakukan tawuran? Tentu saja tidak. Mengapa hanya masalah berbeda pendapat saja melakukan tawuran?
Dari berita yang saya dapat dari Kompas.com Kemarin (27 september 2012), 54 pelajar asal sejumlah SMK di Bogor juga diamankan aparat Polsek Sukmajaya, Depok, karena diduga hendak tawuran. Saat digeledah, ditemukan sejumlah senjata seperti sabuk dengan bandul gir.
Harus ada tindakan yang benar-benar dapat membuat para pelajar tidak melakukan tawuran lagi, semakin lama tawuran terus menerus terjadi akan menyebabkan pendidikan Indonesia bobrok. Maukah ini terjadi pada negara kita? Kita sebagai penerus bangsa harus membuka hati dan akal kita agar berpikir rasional agar berusaha menjadikan negara kita menjadi negara yang maju dan memiliki bangsa yang cerdas berpikir dan tentu saja didasarkan pada iman yang kokoh. Intinya, perbedaan bukanlah masalah. Harusnya kita bersyukur dengan adanya perbedaan bukankah negara kita memiliki warna? Jangan pernah bertindak bodoh dengan melakukan tawuran. Hargai dirimu sendiri jangan rusak moral bangsa dengan kebodohan
Selamat membaca semoga bermanfaat maaf jika ada kesalahan serta kekurangan. Please give me your comment

Wednesday, 22 August 2012

Pandangan Wanita mengenai pendidikan


Pernahkah kalian menemui kasus orang tua yang mengarahkan anaknya bekerja dibanding untuk bersekolah? Jika saya yang mendapatkan pertanyaan ini maka jawabannya tak lain adalah iya. 

Ternyata ketika kita memandang jauh ke arah dalam kasus ini, banyak pula kasus serupa. Alasan orang tua dalam kasus ini adalah pemikiran dangkal yang memandang remaja perempuan bahwa “wanita ujung-ujungnya juga ke dapur yang berperan sebagai seorang istri “ ketika kalimat ini telah mendarah daging maka sudah tidak ada lagi tujuan si orang tua untuk mensekolahkan anaknya, jika karna kalimat ini ditanamkan dalam suatu keluarga maka akan banyak pula anak perempuan yang tidak meneruskan sekolahnya. Sebagai orang tua seharusnya menjadi teladan dan memberikan arahan yang baik kepada anaknya. Mungkin banyak alasan yang terjadi dalam kasus ini, seperti yang saya tahu orang lebih memilih bekerja dibandingkan bersekolah karena dalam bekerja akan mendapatkan uang sedangkan bersekolah hanya akan membuang-buang uang dengan ongkos jajan, beli buku dll. Padahal jika kita berpikiran positif dan menikmati arti bersekolah dan belajar maka semua itu tidak akan menjadi beban melainkan nikmat yang terkadung.

Satu pertanyaan dari saya, siapa orang yang tidak tergiur akan uang?
pertanyaan ini juga menjawab pertanyaan mengapa banyak pula remaja perempuan yang sangat senang memilih bekerja dibandingkan bersekolah. Namun jika ini yang ditanamkan dalam benak masing-masing hendaknya berpikirlah lebih matang karena uang yang akan bisa kita dapatkan tidaklah sebanyak orang yang telah bersekolah tinggi dan bekerja. Karena ketika seseorang memutuskan berhenti sekolah dan memilih bekerja pemikirannya belum matang dan tentu saja belum ada keahlian yang dimilikinya. 

Kasus kasus seperti ini banyak ditemukan di daerah perkampungan yang memiliki pemikiran dangkal seperti yang sudah dijelaskan diatas. Dan juga tentunya factor lingkungan, coba saja bandingkan jarang sekali bahkan tidak ada orang yang tinggal di daerah perumahan atau komplek memutuskan untuk berhenti sekolah dan memilih bekerja? Jika dalam lingkungan rumahnya banyak orang yang berhenti bersekolah dan memilih bekerja maka ia pun akan mengikuti apa yang ada dilingkungannya. Dan yang terakhir adalah keluarga, dalam keluarga yang berperan besar adalah orang tua. Seharusnya orang tua mengarahkan anaknya untuk memimpikan masa depan yang cerah, meraih cita-cita dan mendapatkan kualitas belajar sesuai dalam wajib belajar yang ditetapkan oleh pemerintah. 

Wajib belajar ini sebenarnya 9 tahun. Sekolah- sekolah negeri SD sampai dengan SMP dibebaskan biayanya oleh pemerintah. Namun bukan berarti karena wajib belajar 9 tahun maka sang anak hanya disekolahkan 9 tahun. Sekolah 9 tahun ini hanya untuk membekali siswa mencapai cita-cita yang lebih matang, dalam 9 tahun ini juga siswa belum memiliki keahlian khusus sehingga kasus yang saya temukan ini sang anak hanya akan bekerja di pabrik-pabrik yang membutuhkan tenaga kerja. wajib belajar ini sebenarnya agar para siswa tidak memutuskan bersekolah hanya karena alasan biaya. karena makna wajib belajar ini sudah tertuang dalam UUD 1945 bahwa tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan Wajib Belajar 9 tahun sejalan dengan semangat untuk membebaskan bangsa Indonesia dari kebodohan dan kemiskinan, jalan satu-satunya adalah dengan pendidikan. Sudah jelas sekali bukan bahwa pendidikan itu sangat penting agar bangsa Indonesia terbebas dari kebodohan dan kemiskinan. Persaingan dalam dunia sangat ketat dan jika memang kita memiliki jiwa pemenang seharusnya jangan biarkan bahwa kebodohan dan kemiskinan menjadi bagian dari kita. 

Pada batang tubuh pasal 31 UUD 1945 lebih tegas lagi menyatakan ”(1) setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, dan ”(2) setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”. Pengakuan bahwa pendidikan merupakan hak setiap umat manusia termuat dalam Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia, yang pada pasal 26 ayat 1 berbunyi “Setiap orang berhak memperoleh pendidikan. Pendidikan harus dengan cuma-cuma, setidak-tidaknya untuk tingkatan sekolah rendah dan pendidikan dasar. Pendidikan rendah harus diwajibkan. Pendidikan teknik dan kejuruan secara umum harus terbuka bagi semua orang dan pendidikan tinggi harus dapat dimasuki dengan cara yang sama, berdasarkan kepantasan.”

Menurut sumber yang pernah saya baca saat ini Indonesia masih tertinggal dari Brunei Darussalam yang berada diperingkat ke 34 sementara Malaysia berada ditingkat 65. Padahal pada 2010 lalu Indonesia berada di peringkat 65, tahun ini merosot ke peringkat 69. Namun Posisi Indonesia jauh lebih baik dari Filipina (85), Kamboja (102), India (107), dan Laos (109). Jika tingkat pendidikan masih rendah, maka bisa dipastikan bahwa tingkat kebodohan dan kemiskinan semakin tinggi. 

Maka dari itu, jangan pernah kita memutuskan berhenti bersekolah untuk bekerja. Terlebih lagi adanya pemikiran dangkal yang masih terdapat di dalam lingkungan-lingkungan perkampungan. Meskipun ribuan orang di lingkungan kita memutuskan berhenti bersekolah dan kita satu-satunya orang yang bersekolah dan memiliki cita-cita yang tinggi jangan pernah takut, ketika biaya mempersulit kita jangan pernah takut. There’s a will there’s a way. Ketika kita memiliki keinginan, cita-cita yang besar dan tekad maka jalan akan datang dari mana saja karena Allah akan mempermudah. Semoga saja orang tua yang masih memiliki pemikiran dangkal agar dibukakan mata hatinya. Sehingga bangsa Indonesia akan terbebas dari yang namanya kebodohan dan kemiskinan dan memiliki anak bangsa yang cerdas :)

Sekian dari tulisan saya, semoga bermanfaat. Maaf jika ada kekurangan. Saya mengharapkan komentar dari kalian. Terima kasih telah membaca :)

Np : Saya menemukan kasus ini sangat dekat dalam kehidupan saya, maka dari itu saya membahasnya dan menjadikannya bahan tulisan saya.

Tuesday, 7 August 2012

#An Intelligent Life 2

pengalaman menunjukkan orang yang paling berbahagia pun tidak selalu merasa seaman sebagaimana yang orang lain kira

#An Intelligent Life

#An Intelligent Life

rasa suka kepada diri sendiri (self-liking) adalah dasar dari kebahagiaan dan sebaliknya
kepercayaan diri yang rendah mendasari kebanyakan masalah-masalah emosional

#An Intelligent LIfe

Kontrol positif dalam hidup

 
kita harus melakukan  kontrol positif atas hidup kita
tantangan yang bisa kita hadapi akan membentuk kekuatan yang sangat besar di dalam diri kita
dan kita harus bisa membangun motivasi di dalam diri sendiri
pengalaman bisa memberi kita kemampuan untuk melihat hidup ini secara berbeda,
yang mungkin tidak di lihat oleh orang pada umumnya
sehingga kita akan memiliki penghargaan yang sangat besar terhadap berbagai hal yang mungkin oleh orang lain dianggap biasa saja