Showing posts with label My Darkest Mind. Show all posts
Showing posts with label My Darkest Mind. Show all posts

Tuesday, 27 April 2021

Self Acceptance

 I am just human, so it is okay to have weakness and mistake right? I learn something new today about self acceptance. Because my perfectionism sometimes always killing me and make me control everything in this world, but again Im just human not God or avatar aang right? It is okay to make mistake and everything not going well as planned. 

I always doubt my self in every single day and worry about how things will work out for me. It is good or not? being perfectionist make me never feeling good enough. 

but now I challenge my negative thought. When they blame me because I cant perform well, and my deep heart also agree with that. I need to focus, "you wrong! because I am just human. I can make mistake. I am newbie and be failed person. But me still me. I just need focus to keep learn something"

Talking with english languages with my low capability make me want to hiding my self. So shame

but, If I blame my self for my failed, for my mistake. How can I lay and survive? I need always have to be kind to my self


Friday, 23 April 2021

It Just Feeling

Ada satu analogi yang aku dapetin dari Podcastnya Merry Riana dan Marissa Anita. Katanya gini :

"Kita dan Perasaan itu ibarat stasiun dan kereta. Kereta memiliki banyak gerbong, dan anggaplah gerbong itu berbagai perasaan. Bisa berupa sedih, marah, kecewa yang semua hanya akan lewat gitu aja. Sedangkan kita stasiun dan pemberhentiannya. Karena Feeling itu comes and go. Tapi seringkali orang terlalu masuk ke dalam perasaan itu seolah itu adalah dirinya hingga akhirnya terbawa sampai kereta itu terus jalan dan kita terbelenggu didalamnya. Forever trap in that train"

It just feeling right or it just my period? 

Thursday, 22 April 2021

Hidup seorang manusia dewasa

Semakin dewasa seseorang, nyatanya hidup itu tambah clueless dan gak punya panduan. Rasanya sering tersesat sendirian, tanpa seorang pun menemani. Rasanya napas jadi berat dan isi kepala beradu ingin didengar. Jangankan menghadapi masalah yang datang dan rasa ingin dimengerti. Aku aja sudah kewalahan untuk mengerti diri sendiri dan mengamati pikiran yang datang. Kata mereka, pikiran ini tak perlulah diusir pergi jauh, coba amati. Semakin aku mengamati mereka, semakin sering rasanya air mata jatuh. 

Sebagian diriku mengutuk aku karena vulnerable, sebagian diriku mempertahankan dirinya dan menganggap tak apa menjadi lemah dan rapuh. Lalu aku bingung, bagian mana diriku yang asli?

Pelukan akan sangat menghangatkan diri ini yang kedinginan dan hampir tak bertenaga. Tapi kepada siapa aku meminta pelukan hangat? 

Aku lagi-lagi mengutuk diriku yang kian hari semakin banyak menghabiskan banyak tisu karena rasanya kantong mataku berat sekali. 

Kenapa dadaku rasanya berat sekali? apa yang terjadi? Kenapa rasanya aku sendirian lagi? atau memang aku sedang sendirian? 

Aku sering membayangkan diriku ada di tengah hutan, di pulau tak berpenghuni dan diatas tebing

Bukankah manusia memang akan selalu mengecewakan? lantas mengapa kamu terus berharap kepada manusia? hardikku kepada diri. 

Mungkin benar kata dokter itu, aku perlu melatih napasku

My Mind #2

"Hanya karena kamu beda sendiri bukan berarti perasaan kamu ga valid, apapun yang rasain itu valid"

Tuesday, 20 April 2021

My Mind #1

 buku emang tempat pelarian paling nyaman yang bisa bikin rasa panas di dada, gejolak amarah dan kebencian pada sekitar meredup. Meski masih ada percikan sedikit. Tapi setidaknya ku cukup tenang