Showing posts with label #Selfnote. Show all posts
Showing posts with label #Selfnote. Show all posts

Thursday, 22 April 2021

Hidup seorang manusia dewasa

Semakin dewasa seseorang, nyatanya hidup itu tambah clueless dan gak punya panduan. Rasanya sering tersesat sendirian, tanpa seorang pun menemani. Rasanya napas jadi berat dan isi kepala beradu ingin didengar. Jangankan menghadapi masalah yang datang dan rasa ingin dimengerti. Aku aja sudah kewalahan untuk mengerti diri sendiri dan mengamati pikiran yang datang. Kata mereka, pikiran ini tak perlulah diusir pergi jauh, coba amati. Semakin aku mengamati mereka, semakin sering rasanya air mata jatuh. 

Sebagian diriku mengutuk aku karena vulnerable, sebagian diriku mempertahankan dirinya dan menganggap tak apa menjadi lemah dan rapuh. Lalu aku bingung, bagian mana diriku yang asli?

Pelukan akan sangat menghangatkan diri ini yang kedinginan dan hampir tak bertenaga. Tapi kepada siapa aku meminta pelukan hangat? 

Aku lagi-lagi mengutuk diriku yang kian hari semakin banyak menghabiskan banyak tisu karena rasanya kantong mataku berat sekali. 

Kenapa dadaku rasanya berat sekali? apa yang terjadi? Kenapa rasanya aku sendirian lagi? atau memang aku sedang sendirian? 

Aku sering membayangkan diriku ada di tengah hutan, di pulau tak berpenghuni dan diatas tebing

Bukankah manusia memang akan selalu mengecewakan? lantas mengapa kamu terus berharap kepada manusia? hardikku kepada diri. 

Mungkin benar kata dokter itu, aku perlu melatih napasku

Sunday, 17 January 2021

Waktu Untuk Merenung

Akhir-akhir ini rasanya ada yang berat di kepala, kayak rasanya isi kepala tuh penuh dan berisik (lagi) sampe bikin kadang susah buat tidur. Lalu malam ini ketemu artikel Greatmind yang berjudul "Bercakap Bersama Aristiwidya Bramantika: Cuti Panjang"

Dari artikel itu gue menemukan insight baru yang ngena di hati. Aristiwidya bilang ada moment di hari tertentu merasa kayak capek banget dan nangis. Karena merasa ada yang salah akhirnya dia diijinkan kantor untuk cuti panjang 6 bulan. Tujuannya adalah menyeimbangkan diri dan menjadi diri yg lebih baik. Aristiwidya memetakan hidupnya dalam 8 area (keluarga, pertemanan, percintaan, karir, keuangan, kesehatan, pengembangan diri dan spiritualitas).

Alasan dia memilih untuk cuti adalah merasa jadi orang yg bahkan gak disukai diri sendiri, gampang kepicu, negatif thinking dan jadi toxic person. Pernah ga sih merasa kayak kita tuh bingung dan tersesat sendirian dipikiran yang kayak labirin, susah banget menemukan jalan keluar. Tapi kita sendiri bingung apa yang sesungguhnya terjadi?

Aristiwidya ingin menemukan balancing doing dan being. Karena selama bekerja ternyata dia terjebak di doing dan tidak menjalankan being. Sebenernya being itu apa sih? Dia bilang being itu moment ketika berdoa rasa syukurnya besar banget dan perasaan yang menyelimuti diri itu penuh dengan kegembiraan, kekaguman dan kedamaian. Cuti panjangnya bahkan dipakai untuk melakukan kegiatan yang produktif yang memang tujuannya untuk diri sendiri. Sedangkan sebelumnya biasa dia pakai untuk mengejar mimpi orang lain terutama dalam sebuah organisasi besar yang mana berat banget ketika itu gak sesuai dengan diri kita.

Dari tulisan ini gue menemukan hal baru yang sangat menginspirasi dan sebuah jawaban dari kegundahan hati gue akhir-akhir ini. Ketika hati gue merasa kosong dan gue hidup dalam kebosanan, kekecewaan dan kemarahan dengan keadaan. Tapi gue bahkan gatau apa yang gue cari.

Aristiwidya bilang :
1. bermain dengan pikiran untuk bermimpi lebih besar, mencari diri yang sesungguhnya belum pernah kita lihat sebelumnya
2. Jangan terjebak di nice dan tidak melakukan kind. Jadi ingin dianggap orang "baik" dan sangat ingin disukai orang lain. Karena Nice (niatnya untuk disukai) sedangkan kind (melakukan hal yang benar)
3. Coba ada keseimbangan antara doing dan being
4. Lakukan hal-hal yang mendekatkan kita ke hal memang "the real of me"
5. Buat list ketakutan dan kegagalan apa yang dihadapi setiap hari, mana yang berhasil. Praktekan keberanian dari hal kecil untuk menghadapi ketakutan dan kegagalan

Dari tulisan ini gue sadar ternyata yang gue rasakan adalah sinyal dari otak gue karena gue hanya fokus doing dan melupakan being. Sehingga gue lupa kalau banyak hal yang bisa gue syukuri dengan melakukan being atau hal yang gue suka. bukan hanya terjebak pada rutinitas kewajiban sehingga jadi manusia tanpa jiwa. Gue bahkan sudah melupakan rutinitas mindfullness yang membuat gue fokus sama napas dan diri gue saat ini, pikiran gue terlalu jauh berkelana ke masa depan dan terjebak di masa lalu. Gue mencari sesuatu untuk disalahkan atas ketidaknyamanan diri gue maupun batin yang terjadi di masa sekarang. Rasanya gak enak. Kayak ada yang salah tapi gue sendiri gak tahu apa yang salah.

Gue lupa ada diri gue yang perlu dikasih makan, ada otak gue yang perlu asupan, ada diri gue yang perlu diperhatikan sama gue. Tapi ketakutan gue membuat gue semakin menyudutkan dan menyalahkan diri seolah emang diri gue gak berguna. suara pikiran yang sangat amat mengganggu. Gue rindu moment dimana gue bisa melewati melawan isi pikiran gue yang selalu berisik. Gue memang sedang melewati tahap ketidaknyamanan dan ketakutan akan kegagalan gue ga siap buat gagal. Gue takut akan gagal, gue takut salah sehingga gue mengurung jiwa gue sangat dalam dan membungkam suara hati gue sampai akhirnya gue frustasi sendiri. Gue khawatir dengan pendapat orang gue karna gue yang keras kepala dan tidak seperti apa yang selalu ditonjolkan lingkungan, untuk menjadi orang yang selalu baik dan disukai banyak orang. Gue menjadi orang yang beda yang gue rasa itu benar tapi ternyata gak lingkungan suka. Gue ketemu berbagai macam frustasi terhadap diri yang akhirnya bikin lelah. 

Sekian renungan malam waktu Indonesia untuk overthinking. 



Monday, 31 August 2020

Searching of Happiness

Sekitar 2 tahun lalu, gue mencari definisi kebahagiaan. Tiap kali di kereta sepulang kerja atau pulang main selalu merenung. Bahkan untuk sekedar ke supermarket dan ngeliat anak kecil main bola sambil ketawa, gue bertanya "apa yang membuat mereka bahagia ya? gimana caranya ya?". suatu malem sekitar jam 11 malem di stasiun pasar minggu, ada beberapa orang masih kerja. Entah karena emang target untuk membuat underpass atau emang jam kerjanya menggunakan shift. sambil nunggu kereta gue memandangi mereka lama banget, gue berpikir "kenapa mereka mau kerja jam segini ya? gak capek? ga bahagia kan?

Tapi jalan mencari definisi kebahagiaan itu gak pernah gue temui, sampai suatu ketika di awal tahun 2020 konser Super junior SS8 di Ice BSD datang. Tanpa persiapan mau nabung dan emang gak ada niatan nonton konser, tiba2 temen kantor ngasih info ada tiket punya temennya sayang banget ga kepake dia mau jual. Setelah pikir panjang karena ga pernah nonton konser juga dan setelah dikasih tau temen cowo di kantor di umur gue sebelum menikah sebaiknya pake uang hasil kerja untuk membahagiakan diri sendiri. Setelah merenung akhirnya gue beli itu tiket dan emang jauh sih dari panggung. Gak punya temen buat nonton tapi dapet temen baru. baru pertama kali ketemu udah kayak kenal lama. Seru banget dan klik banget. Sampai akhirnya sepulang konser capek banget tapi bahagia. Lalu gue mengklaim bahwa hidup gue bahagia.

Tapi ternyata bahagia gue karena nonton konser itu fana. Kayak cuma bertahan di hari itu doang dan cuma 3 harian lah. Tapi bahagia karena ketemu idola tidak bisa membuat hari gue yang buruk atau peristiwa yang menyedihkan itu berubah. Gue tetap merasa down, bete, kesel, marah sedih, kecewa dan emosi lainnya. Gue bingung dan kehilangan arah. 

jadi apa itu bahagia?

Setelah hidup 25 tahun dan di umur 20 tahun gue mencari definisi bahagia gak pernah ketemu dan selalu salah. Ternyata definisi dan tujuan hidup gue yang salah. Gue mencari bahagia untuk hidup. Mana pernah ketemu kan? Banyak baca buku tentang psikologi juga gak kunjung membuat gue berubah memaknai bahagia. Sampai akhirnya salah satu dokter bilang "bahagia yang itu terjadi kemarin kan? bukan hari ini? kenapa kamu hidup untuk hari kemarin? kamu hidup untuk hari ini"

Drama Its okay To Not Be Okay juga ngasih gue perspektif mengenai definisi bahagia. bahwa bahagia itu berarti gue harus bisa hidup berdampingan dengan rasa sakit sedih kecewa marah atau emosi lainnya. bahagia yang sebenarnya berarti bukan menghindari rasa sakit tapi melaluinya. 

Gue sebagai manusia yang masih mencari makna dan tujuan hidup, gue masih belajar untuk menerima bahwa terkadang It's okay To Not Be Okay. Jadi akui, rasakan, temani diri kita, karena ketika kita bisa lewati itu kita akan bahagia dengan apa adanya diri kita.

Monday, 5 February 2018

Jomblo, Terlalu Idealis atau Kebanyakan Halu?



Pagi yang dingin menusuk seluruh tubuh gue, rasanya masih mau narik selimut, yup pagi ini suhunya 23'C dan Bogor diguyur hujan, gimana coba rasanya dingin udaranya? Tapi karna hujanlah, ide-ide terus muncul di otak dan jadi lebih banyak hal-hal yang minta dikomentarin. Ditambah lagi, gue lagi halu karena ngeliat Hanyang aka Haerong (Lee Kyu hyung ahjussi) yang tampan banget, dan usianya pun 35 tahun, usia idaman gue banget buat gue jadikan suami haha *abaikan*
Tadi malem gue dan teman-teman gue memulai chat lagi setelah sekian lama ga ketemu dan gak saling bersapa kabar karena kesibukan masing-masing, mungkin karena udah lulus kuliah juga kali ya jadi hal yang kita bahas adalah masalah kerjaan atau pernikahan bukan lagi ngegosip tentang teman sekelas hihi.

Dengan banyaknya curhatan sama mereka sampai tengah malem, dan dilanjut pagi ini membuat gue  secara tiba-tiba sekelebat berpikir apakah halu berbanding lurus dengan tingkat kejombloan seseorang? Karena gue udah ngejomblo cukup lama jadi berpikir keras, apakah karena gue yang memiliki intensitas ngedrama korea yang tinggi mempengaruhi status jomblo gue? tapi rasanya engga ah. Engga jugalah ya. Terkadang hidup itu kudu selektif, ibaratnya mah beli sayur dan buah kudu milih apalagi mencari pasangan hidup. Lain halnya kalau emang cuma butuh pacar biar dikira bukan jomblo menyedihkan atau biar gak kesepian dan bisa diajak foto saat ngedate terus update Insta story deh. Terkadang kita pun harus idealis, karena masa sih semua orang yang datang cuma memberikan bunga satu tangkai doang minta diijinin masuk ke dalam rumah, terus langsung deh kita suruh masuk menempati tempat duduk kosong yang udah lama ga ditempati gitu?  Idealis itu perlu karna cinta takkan salah kalau udah membutakan. Kita gak akan pernah tahu kan kalau cinta udah buta bisa-bisa kita rela memetik bintang yang gak mungkin dipetik, sampai sana aja ga mungkin apalagi dipetik, emang dikira buah apa. Belum lagi kalau sudut hati kita udah terlalu lama kosong, dan butuh diisi kemudian ada yang masuk dan langsung kita persilahkan masuk, hati-hati aja yang ada hanya menyisakan luka.

Terus gimana dong? Haruskah kita menjadi dingin seperti dinginnya kutub utara dan selatan? Gak gitu juga kok, jadi kalau ada yang mendekat secara sopan, berniat untuk menjadikan kita teman dekat kemudian menjadikan kita orang yang special, silakan liat dulu orangnya seperti apa. kalau ibarat hati tuh kayak rumah, dan kita belum siap bukain pintunya buat orang tersebut karena curiga dan bersikap hati-hati, silakan intip dulu lewat jendela, sosoknya seperti apa. Kalau terlihat baik baru deh boleh diijinkan masuk ke rumah tapi jangan percaya sepenuhnya dulu, apalagi sampai kasih kunci rumahnya ya. Dulu juga kita diajarin sama orang tua kan kalau mau buka pintu buat orang asing harus diintip dulu lewat jendela, takutnya penculik gimana hayo. Nah itulah fungsinya jendela, bukan sekedar untuk melihat pemandangan atau hiasan semata, tapi berfungsi untuk berhati-hati melihat dulu tamu yang datang sebelum membukakan pintu apalagi mempersilakan masuk.  Meskipun don't judges people by cover ya tapi first impression itu perlu. Maksudnya gimana?

Kalau ada yang mendekat ke rumah tapi pakaiannya gak pake peci sorban atau sarung dan baju koko, diijinkan masuk gak? *gak gitu juga kali emang lebaran apa pake baju koko segala* selama pakaiannya masih sopan silakan ijinkan masuk, berlaku juga ya di hati, gak mau dong kita bukain pintu buat orang yang pake tutupan kepala seperti penjahat di TV. Kalau ada yang mendekat dan dia cukup sopan cara mendekatinya, silakan aja balas juga dengan sopan santun. Kemudian ke tahap berikutnya yaitu mengajak ketemu, bertemu itu juga hal penting dalam menjalin sebuah hubungan apalagi yang serius ya termasuk memberikan kunci hati kita kepada dia. Coba lihat gimana caranya bertutur kata, atau cara dia memperlakukan kamu sesopan perkataannya gak? ini yang patut dilihat dari seseorang. Dan manusia itu punya daya sense yang kuat macam punya indra keenam kalau udah ga sreg karena vibesnya udah beda, silakan berhenti dengan alasan yang jelas karna apanya, silakan langsung tolak dengan baik-baik. Attitude musti kudu banget dijaga.

Jadi jangan sembarangan mempersilahkan masuk seseorang ke dalam rumah kemudian dengan terpedaya rayuan mautnya rela deh kasih kunci hati ke dia. NO! Andwae! Jangan sampai belum tau sosoknya seperti apa eh tiba-tiba malah disuruh masuk ke rumah kita, kan gatau ya kalau ternyata dia macem-macem di dalem rumah entah itu mencuri dan lain sebagainya, udah dikasih tempat tinggal di dalem rumah (alias hati) eh taunya selingkuh. kan sakit. atau kalau gak selingkuh, hobi banget nyakitin hati kita, miris banget jadinya hidup kita, galau mulu kerjaannya, galau jadi kayak makanan sehari-hari. Terus rasanya hati tuh kayak permainan roller coaster diajak naik turun mulu. Terus  menerbangkan kita ke langit dengan kata-kata manisnya, eh taunya dilemparin deh ke jurang dari langit tersebut. Remuk deh itu badan, mati baru tau rasa.

Jadi lebih baik kenali dulu kan. Makanya ada pepatah yang bilang "tak kenal maka tak sayang" so  kalau tak kenal jangan mau sayang duluan, gamau kan hati sakit kayak di lempar ke jurang pas diajak melayang ke langit. Masa rela ngasih tempat buat orang yang kita sendiri gatau wujudnya seperti apa. dunia nyata aja banyak tipu daya apalagi dunia maya, jangan rela ngasih kunci hati kita sama orang yang belum jelas terlihat wujudnya, yang terlihat wujudnya aja suka bikin sakit kan apalagi yang belum jelas. Jadi jangan mau jadi orang yang digantung kayak jemuran sampe kering pas keujanan baru tau rasa deh. kalau status mau jelas, jalan dab tujuannya mau jelas orangnya pun harus jelas. Hidup terlalu indah kalau untuk sekedar bergalau ria karena terlanjur sayang pada orang yang salah. Mending daripada sibuk ngegalau dan sedih lebih baik banyak-banyak bahagiain diri sendiri dulu sama orang tua serta keluarga sebelum ke fase ingin minta diseriusin sama orang yang belum tentu mau serius. Atau coba deh geluti hobi atau ngehalu bersama bias karena kebanyakan nonton drama korea atau jadi anak kpop pasti hilang keinginan pengen punya pacar karena kesepian. Karena Kdrama dijamin membuat hidup lo lebih berwarna dan ga akan kesepian. 

Tapi ga bisa hidup sendirian? gimana dong?
Mungkin ada beberapa orang yang merasa dia gak bisa hidup sendirian, dan hidupnya harus diisi dengan dekat dengan beberapa cowok. katanya anonim sih kalau mau melupakan seseorang harus ada penggantinya dulu. Tapi bisa salah juga loh kata anonim itu, gak harus ada seseorang dulu biar kita move on. Cinta itu hadir gak harus dari lawan jenis ya, bisa dari sahabat, orang tua, saudara, atau hobi dan pekerjaan yang kita geluti. Ketika pikiran tercurahkan untuk satu hal, perasaan sedih karena gak bisa hidup sendirian dijamin hilang deh, karena kita menemukan kebahagian yang beda. Jangan sampai bilang gak mau pacaran karena mau berhijrah tapi masih deket Hubungan Tanpa Status (HTSan) sama lawan jenis, sama aja kan. toh dosanya gak beda jauh sama yang bilang terang-terangan kalau mereka pacaran. 

Udah kepala 2 nih, mau banget nikah. Gimana dong?
Pernikahan itu suatu hal yang sakral, dimana tentunya kita hanya mau nikah satu kali seumur hidup, ya dong? makanya harus menemukan pasangan yang tepat, dan selektif serta idealis itu perlu. Tentunya kita yang menginginkan pernikahan butuh cowok yang siap mengakadkan dan berani mengucapkan"saya terima nikahnya...." ya kan? bukan "saya terima kamu apa apadanya kekurangan kamu, saya bisa mengerti kamu...." tapi status cuma jadi pacar. Gak tau deh dia jodoh saya atau bukan, galau sendiri deh akhirnya. Jadi dari pada wasting time mikirin orang yang belum tentu jodoh kita mending tunggu waktu aja. kita gak bisa maksa, pacar kita jadi suami kita kan kalau emang bukan jodoh, jodoh itu rahasia Tuhan biar aja tetep jadi rahasia yang indah pada waktunya. Jangan sampai pacaran lama eh taunya cuma jagain jodoh orang doang. Jadi, kita tuh butuh orang yang dari segi umur udah mateng, pikirannya juga financialnya pun udah, bukan sekedar temen chatan apalagi temen jalan karena kesepian. Emang nikah cuma makan cinta doang? kan engga. sholeh tentunya, harus jadi imam yang baik, bisa dewasa dan mengayomi kita dengan baik, teman hidup sekaligus teman berbagi cerita, untuk financial pastinya dong kita butuh duit untuk hidup, butuh tempat tinggal juga belum lagi biaya kalau punya anak. Masih panjang untuk kita pikirin, jangan mikirin yang enaknya aja.

Mikirin masa depan tuh harus berdua gak cukup sendirian nanti mumet ngejelimet sendiri. Jangan terlalu nyaman kayak berasa di kasur sampe bikin gamau bangun dan ga sadar real life itu kayak apa, banyakin merenung, kalau emang mau nikah cepet karena hidup itu tidak seindah drama korea shay, ada kenyataan pahit dan pastinya akan banyak cobaan yang lebih besar lagi yang akan datang. Semakin bertambahnya umur seseorang, maka banyak-banyakin merenung tentang hidup, meskipun sok berpikir filosofis tapi setidaknya akan ada hal dari pengalaman orang lain yang kita petik dan kita belajar bagaimana harus bersikap.
So, kalau mau menikah, berarti harus berjalanan beriringan, Gabisa cuma salah satu aja yang jalan, burung aja butuh kedua sayapnya buat terbang, jadi kalau yang satu udah jalan duluan satu lagi masih di belakang belum siap menuju akad, berarti dia bukan calon yang tepat, masih ada waktu silakan cari lagi banyakin minta sama Allah biar didekatkan jodohnya. 
So, kalau ada yang penasaran gue jomblo karna idealis atau kebanyakan Halu? Gue lagi menanti orang yang tepat yang siap dari segi semuanya. Karna gue tahu Allah tahu yang terbaik buat gue, biar aja indah pada waktunya, jangan sampai nambah list mantan dan jagain jodoh orang.

Love
Shalsa

Saturday, 21 May 2016

Kata Dan Bisa Satu Frasa

"Just because someone is unkind to you that does not mean you have to be unkind to them. their wrongdoings are their issues to deal with. Don't let them become yours "
 Ketika ada yang jahat sama kita, entah itu dengan perkataan ataupun perbuatan bukan berarti kita bisa melakukan hal seperti apa yang mereka lakukan kepada kita. Sedih memang, seperti orang dungu yang tak bisa berbuat apapun untuk meminta keadilan, setidaknya hanya untuk menyatakan bahwa kita benar adanya. tapi satu hal yang harus kita pahami, ketika seseorang berbuat jahat kepada kita, berbicara hal yang dusta dan menyebarkannya ke orang-orang layaknya debu yang terbawa angin, abaikan saja. biarkan saja dia lelah karena mulutnya yang berbisa. mungkin hatinya iri, mungkin hatinya kotor, mungkin hatinya dengki melihat kesuksesan kita, atau mungkin karena dia tidak bisa mencapai seperti apa yang kita capai?
I don't know~~
"people can lie with words,but not with their eyes"
seseorang yang menyebarkan rumor alias gosip sebenarnya menambahkan bumbu bernama racun yang justru membuat orang disekelilingnya ikut menjadi seperti dia. dan naasnya lagi, ketika kita ikut membenci seseorang karena perkataannya yang dibumbui racun itu, kita seperti pengguna zat adiktif yang patuh dan terus tenggelam pada ketidakwarasan. 
"And whatever people do to you, or treat differently in your back or hate you with no clear reason, it's not your business. it's theirs "
 Kemudian sadarlah, bahwa apapun yang orang lain lakukan kepada kita, meskipun perbuatannya berbeda dibelakang kita, atau membenci kita tanpa alasan yang jelas, itu adalah urusan mereka. bukan kita. mungkin ada hal dari diri kita yang membuat mereka membenci kita, benci ingin mencaci tapi topeng menyelamatkan dia dihadapan kita, kemudian mereka bertingkah baik, bertingkah  sok polos. tapi kenyataanya yang mereka lakukan di hadapan kita hanyalah palsu.

Dan apapun yang mereka telah ataupun akan lakukan ke kita, just put your trust to Allah. Berdoalah, memintalah kepada Allah agar kita senantiasa berada di lindungannya.
 

Monday, 9 March 2015

Let me to Loved you


When you like someone, you just have one direction you just look at him
sometimes you wonder how much you like someone that make you beating so fast
You can smile when you look at him
maybe you like his style
his behavior
or etc
it's not like love maybe but you just only look at him
even if he love someone else
even if he like a star that so far away from you and you can't reach it
but you just can't stop like him
sometimes you tell your self to back off and stop to run after him
but you just can't do it
you feel so happy when he just talk to you, smile to you
or care to you
even if that like to sister or to brother but you just will fly away
but, maybe you just waiting or maybe its just wasting time to like him
even if it can't be real
Let me to love you :))

Thursday, 17 July 2014

Thank you, Allah

I want to be more grateful for everything. I thank Allah for my loving family, for all my friends, for my relatively sane mind, for my healthy body, for my current occupation, and last but not least, for the chance to be myself. After everything that has happened – the hardships, the confusion, and the hysteria – I am still here, alive and free, with all my blessings and so many opportunities to become a better version of me.

Sunday, 13 July 2014

Malu adalah sebagian dari Iman

"Ketika rasa malu dan pura-pura sudah terkelupas, lantas dimana keindahan seorang perempuan?"

Ada yang bisa jawab? qoutes diatas saya kutip dari perkataan Aya pada suaminya, Azzam. pertanyaan simple tapi ngena di hati. percakapannya sudah saya posting sebelumnya, jadi jika ada yang berminat silakan baca. sebenernya, sama sekali ga ada niat menggurui karena saya seharusnya menunjuk jari saya sendiri bukannya terlebih dulu ke orang lain karena saya masih saja terkadang gampang terbawa angin dan belum bisa jadi batang pohon yang kokoh. 
seperti kata Azzam, bahwa wanita akan membela kehormatannya melalui rasa malu dan kepura-puraan.
ada benernya sih, ah salah maksudnya bener banget.
lagi merenung nih, berada ditengah-tengah orang-orang tersayang yang ga habis-habisnya memberi nasihat berdasarkan kacamata Islam benar-benar membuat saya bersyukur karena tandanya mereka sangat menyayangi saya, orang yang tidak sayang maka tidak akan peduli kan?
bahkan Allah saja sudah berfirman di ayatnya :
" katakanlah kepada wanita yang beriman : hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain tudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya. dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung " ( An-nur : 31)
apa lagi yang tidak buat kita bersyukur coba? Allah saja sudah memperingati kita untuk tidak melepas malu dalam firmannya, itu membuktikan bahwa Allah sayang kita, dan ingin kita menjaga kehormatan kita karena wanita adalah makhluk yang mulia yang dimuliakan. 
Kata Nabi, 
" Al hayuu minal iman " artinya malu itu sebagian dari iman
jadi ketika sudah tidak ada malu lagi didiri kita maka keimanan kita harus dipertanyakan?

Ibu saya pernah berkata bahwa Malu itu melebihi rasa takut. contohnya, jika kita takut terhadap apa yang belum kita hadapi dan membuat kita ragu untuk melangkah, maka ketakutan ini tidak akan pernah terlihat dan berkoar di mata orang lain. lain halnya jika malu, contoh kecilnya jika kita melakukan kesalahan kecil yang dilihat orang maka malunya itu bisa bertahan lama. Nyambung ga ya? haha #abaikan

menurut saya, mungkin ini hanya pandangan saya menyambung pernyataan Azzam 
wanita memiliki harga diri yang tinggi dan tidak ingin harga diri itu dilukai karena jika harga dirinya dilukai maka akan melukai kehormatannya juga. seperti itulah. mungkin saya hanya terlalu berperasaan.

sekian
terima kasih telah membaca :)

Saturday, 12 July 2014

Selfnote

"Gimana Allah nggak cemburu sama elu, Zam? Apakah elu udah mengejar ridho Allah sehebat elu ngejar cintanya Aya?" Bang Ustadz Ferry

terinspirasi kutipan Ustad Ferry di PPT ke azzam nih, jadi mikir sendiri, masuk ke dunia sendiri, merenung trus mikir lagi dan kesimpulan yang didapat " ada yang salah dengan saya "

ada benernya juga sih ya, apakah kita sering mengingat Allah sesering mengingat orang kita suka atau pacar kita? pasti kalau lagi jatuh cinta mikirin dia terus, terlebih lagi pas patah hati mikirin sakit hatinya lebih lebih. #MyExperience

harusnya sadar iya sadar sejak lama bahwa cintanya Allah itu tak terhingga, ga ada apa-apanya dibanding cintanya manusia yang tidak ada hubungan darah sama kita. Oh Rabb, berapa kali Kau ketuk hati ini tapi lagi-lagi saya masuk dalam kekhilafan? Berapa kali kau sadarkan aku lewat siapapun tapi lagi-lagi aku menjadi tupai bodoh yang masuk lubang yang sama. Maaf ya Rabb :(



Thursday, 10 July 2014

Self note 1

What do you think about love?
I get it, from this blog
http://monochrologue.wordpress.com/2011/05/21/circlet/
and that's true

mereka bertemu. mereka jatuh cinta. mereka jatuh cinta. mereka jatuh cinta. mereka tersakiti. mereka berpisah. lalu melupakan.

semacam obat penenang jiwa, lagi butuh hiburan tapi belum siap bercerita ke siapa pun.
semacam membenci, lalu ingin mengumpat tapi tidak bisa

hai cinta, jangan pernah temukan aku dengan manusia seperti dia lagi, ini terakhir kalinya, atau aku akan selalu membencimu.

Saturday, 17 May 2014

comfort zone


sedang merasa pada satu titik dimana tempat itu sangat nyaman, tanpa batas tanpa arah aku terus mengikuti titik itu, seperti daun yang pergi dan mengikuti kemana angin membawanya. Tanpa tujuan yang jelas hanya sebuah titik yang merasa nyaman dan membuat tidak ingin pergi. hanya disini, berada pada titik itu.
suatu ketika ada bahu yang nyaman untuk menjadi your shoulder to cry itu seperti titik itu, ya seperti itu. ketika kamu menemukan shoulder to cry apa yang akan kamu lakukan? tetap mempertahankan posisi itu bukan?
Aku menikmatinya, menikmati waktu yang terus berlalu walaupun tanpa haluan. rasanya seperti comfort zone

Saturday, 10 August 2013

Arti sebuah kegagalan #1


Kegagalan bukan berarti kalah dan keluar dari sebuah permainan namun kita diberikan peluang untuk menjadi manusia yang hebat melalui fase jatuh lalu bangkit kembali. 


Wednesday, 7 August 2013

#Selfnote - membiarkannya pergi

saat ini aku sedang mengulur tali layanganku karena aku sedang menggapai impian yang kudambakan. 
akankah tali itu pergi terbawa angin?
jika memang angin membawa pergi layanganku, ijinkanlah aku mendapatkannya lagi
karena kenyataannya dia adalah milikku

#Selfnote as fungirl

saat tersulit saat menjadi fungirl adalah ketika kau benar-benar mencintainya sebagai seorang pria bukan idola