Showing posts with label Tingkat Akhir. Show all posts
Showing posts with label Tingkat Akhir. Show all posts

Wednesday, 25 October 2017

Graduation Day - Be A Great Memory In My Life

18 Oktober 2017


Alhamdulillah akhirnya sudah selesai masa 4 tahun di kuliah. Kadang gak pernah terpikir bisa lulus tepat waktu di departemen yang "bukan gue banget". Berada pada tempat yang bukan passion tapi tetep harus dinikmati, dijalani dengan tabah dan ikhlas 😂. Hari ini akhirnya bisa juga ngerasain pake toga dan berada di tempat yang 4 tahun lalu menjadi tempat berpijak pertama kali dateng ke IPB. Mungkin bisa dibilang, saya termasuk orang yang beruntung karena 4 tahun lalu galau dan sedih ketika gak keterima SNMPTN karena kalah sama nilai rapor temen-temen lainnya. akhirnya memutuskan ikut SBMPTN dan hanya mengisi beberapa soal aja yang dianggap bener [ soal SBMPTN susahnya kebangetan, daripada minus mending pilih soal yang emang dirasa bakal bener deh serius ]. Kemudian pas pengumuman SBMPTN kebetulan saya lagi ada di STAN untuk daftar jadi calon mahasiswa, mana pake jatoh segala dari motor pas mau berangkat ke STAN, gak dianter sama Ibu pula karena Ibu lagi kerja akhirnya di anter Uwa deh. Lutut berdarah-darah, perih, sakit, tapi musti kesana kemari pas di STAN ampe pusing sendiri, terus pulangnya mampir ke anaknya Uwa di bintaro. Pas disana ternyata ada pengumuman SBMPTN tapi takut sih ga lolos jadi gamau buka webnya dulu, sampe banyak temen-temen yang penasaran sama hasil SBMPTN gue ada yang ngehubungin lewat twitter, fb, sms dan nelpon [padahal gue sendiri belum tau, berulang kali bilang sama temen-temen yang ngehubungin gue bahwa gue belum sampe Bogor dan belum sempet ngecek web]. 

Sesampainya di Bogor, di rumah tepatnya sekitar jam 12 malem, akhirnya tengah malem buka web dan alhamdulillah keterima di jurusan Meteorologi Terapan IPB. Sujud syukur tentunya, meskipun gak begitu paham itu jurusan apa ya? soalnya dari buku GO penjelasan jurusan itu tentang cuaca dan di pikiran gue kayaknya asyik bisa tau kenapa terjadi hujan atau angin topan dll kayak di film-film barat. akhirnya saya kabarin teman-teman  bahwa saya alhamdulillah lolos sebagai calon mahasiswa IPB. Tapi ketika sampai di IPB, shock banget jurusannya ko berubah namanya jadi Meteorologi dan Geofisika. What? saya menghindar dari fisika tapi ko ini ada fisika-fisikanya? [ada moral value disini, jadi kalian jangan kebanyakan nonton film karena ekspektasi berbanding terbalik dengan realita 😅]. Dan bener banget jurusan saya itu banyak fisika-fisikanya, kata dosen malah jurusan gue belajar sesuatu hal yang gak bisa diraba, objeknya fluida yang bisa berubah-berubah alias gak tetap, gak terlihat pula. Yang paling saya inget adalah adanya soal-soal pas ujian tentang mengukur jarak matahari ke bumi pada tanggal tertentu, ada juga soal ngukur turbulensi di lapisan batas, ada juga soal tentang kecepatan angin. Pokoknya bikin mumet banget. Sampe bikin frustasi kenapa saya harus belajar itu semua haha, akhirnya semester 7 menemukan titik terang tentang aplikasi dari jurusan ini, dan saya menemukan apa yang mengundang ketertarikan  yaitu tentang lingkungan dan manfaatnya bagi masyarakat, dan di semester itu pula adalah penentuan topik skripsi dan dosen yang ingin dipilih sebagai dosen PS. Kebetulan Pak Perdinan lagi mengajar di kelas dengan topik komunikasi dan klimatologi, dan saya tertarik langsung menemui beliau untuk minta saran harus ngapain dan bagaimana menggabungkan ilmu klimatologi dengan komunikasi. Akhirnya mulai cari-cari di internet dan mulai nulis topik skripsi dan langsung menghubungi beliau untuk jadi dosen PS saya dengan topik tersebut. Akhirnya setelah pengumuman dosen PS alhamdulillah keterima jadi anak bimbingan beliau. Meskipun banyak rintangan dan ketakutan saat bimbingan, tapi beliau cukup care sama anak-anak bimbingannya dan tipe yang menyukai ketika anak bimbingannya tahu apa yang ingin dilakukan atau passion apa yang ingin dicapai maka beliau akan mendukungnya.

Mungkin ketika seseorang berjalan sendirian maka akan terasa sulitnya, tapi meskipun berjalan sendirian tapi di belakangnya ada orang yang terus berdoa dan memberi dukungan maka kesulitan tersebut tidak akan terasa. Dan saya beruntung memiliki mereka yang jadi bagian dari kenangan hidup saya.
1. Keluarga
Kalau dipikir-pikir, semua hal 4 tahun yang saya lalui tentu aja gak pernah lepas dari doa seorang Ibu ya, punya  Ibu luar biasa yang baik, care, selalu mendoakan anaknya dalam sujudnya itulah sosok Ibu yang saya miliki. Ibu gak pernah marah kalau urusan nilai dari semenjak saya sekolah karena baginya, nilai itu tanggung jawab anak-anaknya, makanya anak-anaknya gak pernah diminta/disuruh belajar tapi beda kalau untuk urusan solat. Masuknya saya di IPB pun tak lepas dari doanya Ibu, karena kebetulan sebelum pengumuman, Ibu saya memiliki kesempatan ke Mekkah. Jadi kalau dibuat persentase, doa dan usaha saya mungkin cuma 1%, doa adek dan orang lain 1% tapi 98% keberkahan doa Ibu saya.

" Kun Fayakun [Jadilah maka terjadilah]"

  

Gak ada yang gak mungkin karena bagi Allah semua itu mungkin, maka ibu tipe orang yang selalu bilang kalau langkah kita harus disertai oleh doa. Tak lupa, punya adik-adik baik hati dan selalu doain kakaknya juga meskipun selalu minta traktir kalau kakaknya dapet honor dari kerja 😅. Semoga kalian kita sampai tua nanti sampai punya anak atau cucu tetep bisa selalu bersama, saling menghibur dan saling menolong ya. Semoga kalian bisa menggapai mimpi masing-masing Shalma bisa jadi pengusaha dan desaigner muda bertalenta kan mimpi kita bisa punya butik dan brand busana sendiri ya dan Rizqon bisa jadi dokter ya, semoga saya bisa selalu bahagian kalian ❤.

2. GFM
Foto bersama setelah penyambutan wisudawan di departemen GFM
 
Ketika masuk IPB dan mulai perkenalan di departemen, meskipun setengah hati ada di departemen yang emang "bukan gue banget" ini mengantarkan gue pada temen rasa keluarga. Ketemu temen-temen GFM yang unik-unik, baik, dan lucu, tingkah laku mereka selalu bikin ketawa. Meski terbilang sedikit kegiatan yang saya lalui sama mereka karena kondisi pulang pergi dari rumah ke kampus sedangkan kegiatan bisa sampe malem, tapi untuk dikelas mereka sangat sangat menghibur. Apalagi ketika saya seminar proposal, sidang dan wisuda, hadiah dan ucapan dari mereka-mereka tuh sangat sangat berharga bener-bener mensupport saya. Terakhir farewell party di departemen, pesan dan kesan yang mereka tulis bener-bener bikin speechless, doa dari kalian memotivasi saya untuk tetep menulis dan menggapai mimpi biar jadi penulis. Saranghae GFMers ❤.

Foto bareng Karin dan Irna


3. Korpus
Putri si pemred korpusku semoga makin keren ya ^^

Digna, adeku yang baik hatinya ^^
 
Kuntum korpus 10

Sejak pertama kali jadi calon mahasiswa IPB, salah satu UKM yang mau saya pilih selama kuliah adalah Korpus, karena dari SMA info IPB banyak saya dapet dari twitter korpus. Korpus menjadi salah satu alasan untuk mempelajari tentang jurnalistik meskipun jurusan saya berbanding terbalik, semacam pelarian yang membuat hati bahagia. Ketemu kakak-kakak korpus baik hati yang bersedia membimbing dari aksi corat coret berita saya yang gak bermutu sampe akhirnya jadi bagian direksi dan dapet amanah jadi pimpinan produksi cetak. Dari mulai rapat redaksi, liputan/wawancara, nulis berita/ngedit sampai memimpin rapat redaksi tengah malem di dinginnya lantai SC lama, sampai bagi-bagi koran gratis melakukan semua itu tanpa adanya paksaan sangat menyenangkan meskipun melelahkan. Dengan masuknya saya di Korpus, membuat saya paham dan mengerti banyak hal, ketika otak saya kopong, korpus memberikan banyak informasi, bahkan korpus selalu diskusi dengan 2 sisi, bukan hanya satu sisi korpus berada pada sisi kontra maupun pro. Bahkan dengan banyaknya pengalaman saya nulis di korpus, saya bisa masuk komunitas gensindo dari Koran Sindo dan membuat saya lebih banyak belajar tentang jurnalistik. Banyak banget pengalaman berharga yang saya dapet dari ikut UKM Korpus, meskipun ditengah padatnya kuliah dan banyak laporan, belum lagi sibuk nulis/wawancara buat gensindo yang juga berbenturan dengan deadline nulis berita di korpus, tapi selesai itu semua saya merasa bahagia ❤. Bahkan punya adek kelas yang super baik, kakak-kakak yang bisa jadi tempat curhat, korpus 10 yang bahkan sampe sekarang masih bertahan di korpus dan bareng-bareng pernah jadi bagian direksi. aku terharu punya orang-orang terdekat kayak kalian. 

4. Sahabat

"sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi. dialah ladang hati, yang kau tumbuhi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Karena kau menghampirinya saat lupa dan mencarinya saat jiwa ingin kedamaian" -Kahlil Gibran

Meskipun banyak kata yang menggambarkan suatu hubungan pertemanan layaknya best friend, teman, atau sahabat. Bagi saya mereka sahabat-sahabat saya. Mereka orang-orang yang selalu menghibur, berbagi dan membuat saya bahagia.
Uli, Shalsa, Alis, Astri

Masih sama mereka

Alis, kembaran aku yang baik hati
 
11 tahun sama mereka, semoga persahabatan kita tetep berlanjut yaa :*

Hesti, sahabat 11 tahun yang ketemu di IPB sekaligus korpus geng ciomas
Saya telah berteman dengan Alis, Astri, Uli, Hesti selama kurang lebih 11 tahun. Uli, Astri dan Alis adalah sahabat dari SMP dan kita sekelas di kelas 7-1. Mungkin dulunya kita kurang deket ya, tapi ternyata lulus SMP, saya dipertemukan dengan Alis yang jadi teman sebangku saya dan absennya berdekatan, anaknya baik banget, solehah, cantik, sabar, tempat curhat terbaik yang pernah ada, bahkan wali kelas pernah sempat salah kasih nilai karena hampir membuat kita disangka anak kembar. Meskipun Astri gak satu SMA tapi justru kita dipertemukan lagi di tempat les GO saat kelas 12 dari mulai makan bareng siomay dan nasi goreng saat istirahat sampe akhirnya lulus GO dan mulai masuk kuliah akhirnya sering hangout bareng. Uli juga sebenernya satu SMP tapi pindah dan udah lost contact tapi ternyata kita dipertemukan di IPB. Dan Hesti, meskipun dulu satu SMP dan gak pernah sekelas, tapi semenjak dia masuk D3 IPB dan ikut Korpus, membuat kita jadi sering bareng-bareng. Berangkat pulang bareng dari kumpul korpus, main makan bareng dan emang rumah kita deket cuma beda perumahan aja. Masih ada lagi temen 11 tahun yang kebetulan gak bisa hadir di acara wisuda kemaren dan gak ketemu di IPB yaitu Yanuar dan Rivaldi. Kayaknya kalau kita kumpul bareng-bareng lucu yaa. Makasih doa, ucapan dan kadonya yaa ❤.
Icha dan Tika ^^

My beloved friend, saranghae ❤
Ketika di GFM, saya ketemu orang yang sama-sama addict sama drama korea dan heboh ketika ngomongin abang Lee min ho, dia adalah Fatika. Mungkin mukanya terlihat judes kalau gak kenal dia banget, padahal orangnya hebohnya minta ampun, dia baik meskipun cerewet, terlihat manja, satu dunia perdrama koreaan pokoknya dan pinter banget sekali baca langsung hafal satu halaman sampai titik koma dan halamannya. Kemudian dipertemukan juga dengan Icha si baik hati yang udah ketularan agak jahat dari Tika wkwk, pinter, pendiem, gak enakan sama orang, sekarang suka nonton drama korea juga gara-gara ditularin drama korea. Dan juga ada Nisa, yang kebetulan wisuda bareng, ini anak baik, gak enakan juga, suka horor sama hobi nakut-nakutin, suka makan pedes sama telat makan padahal punya maag, udah ketularan suka nonton drama korea, eh taunya punya visi misi yang sama pengen kerja di media. Kita dianggap bergeng sama orang-orang tapi kita sahabatan karena emang sama-sama heboh, suka bergosip, hobi nonton drama korea, dan uniknya sifat-sifat kita terbagi dua bahkan dosen bimbingan pun jadi terbagi dua, Nisa sama saya dan Tika sama icha. Kangen maen bareng lagi.
my uul so sweet banget sengaja dateng, semangat ya penelitiannya ^^
Pertama kali masuk IPB, mahasiswa baru diwajibkan untuk masuk asrama. Pertama kali masuk asrama pasti ada awkward moment dan sedikit takut untuk ketemu dan tinggal di satu ruangan yang bahkan kita pasti akan beda paham, beda kebiasaan dan beda segala-galanya. Tapi di kamar 60 A1, saya ketemu sahabat yang asik, baik yaitu Eka, Ulya Ita. Kebetulan Ita wisuda bareng, eka udah wisuda duluan, dan Ulya belum. tapi departemen ulya emang susah :( saya dapet interdept aja pusing apalagi yang emang jurusannya ya. semangaat ulyaa kamu pasti bisa ^^. Banyak banget kenangan di kamar 60, dari mulai curhat-curhatan masalah pacar, orang yang disuka, curhat kesel sama orang, birthday party, sampai curhat pelaku mahasiswa iseng yang mencet tombol alarm kebakaran di CCR yang ternyata temen sekamar sendiri, itu hal terlucu yang masih kita inget sampai sekarang. Bahagia deh pernah kenal sama kalian.
Alis, Fira dan Astri
Saya juga punya sahabat 7 tahun, yaitu Fira. Kenal di SMA kelas 11 dan masuk kelas baru karena siswanya bukan temen sekelas di kelas 10. Karena mata saya punya minus 2 dan mengharuskan saya pakai kacamata, maka saya memilih duduk paling depan, kebetulan belum punya teman sebangku. Dan saya pergi ke toilet sebentar, setelah kembali ke kelas tiba-tiba di meja saya udah ada tas hitam model cowok, saya kira itu tas punya cowok dan ternyata itu tas Fira 😂. Kemudian kenalan dan agak canggung-canggung, dia ini baik, apaadanya, suka galau, kalau ngomong ceplas ceplos, suka korea korea juga. Meskipun pernah suatu ketika keadaan dan salah paham membuat kita harus bertengkar dan menjauh tapi kita dipertemukan oleh wali kelas untuk saling mengesampingkan ego dan baikan. Alhamdulillah baikan dan saling support untuk meraih mimpi dan universitas yang diinginkan, Fira di FKH IPB dan saya di Meteorologi IPB. Universitas yang sama gak membuat kita saling merasa saingan tapi justru saling support dan mendoakan agar lolos masuk IPB alhamdulillah lolos, MPKMB bareng dan lulus sekaligus WISUDA bareng. Sukses terus untuk kita semua ya fir, baru sadar ga ada foto barengan, kangen main bareng :(

5. Adik
Kintan si cantik solehah dan Shalma adek kandung yang bawel tapi menggemaskan

Rara dan Mia adek baik hati yang menyempatkan hadir❤
Saya ini tipe yang suka SKSD (Sok kenal sok dekat) dengan orang lain, termasuk dengan temen adek sendiri. tapi justru membuat mereka dan saya deket kok. Makasih yaa Kintan yang cantik dan sholehahnya bikin ngiri, makasih juga Mia dan Rara yang heboh dan baik hati udah dateng.

Makasih untuk semuanya yang udah kasih doa, dukungan, ucapan, bunga, kado pokonya semuanyaa ku sayang kaliaan ❤

Bonus Picture
foto bersama ibu, uwa dan resi sodara sepupu

dengan Resi

dengan uwa ❤
dengan om firman

Tokoh penting yang menjadi kang bunga, kang potret dan kang barang di hari wisuda

gift wisuda

Adek yang super romantis, masih pagi beliin bunga malah disuruh milih mau yang mana ❤

4 tahun untuk ini

behind the scene prosesi wisuda

BTS

H-1 wisuda

Muka lagi mikir milih siapa antara jung woo depyonim atau chef jung sung padahal besoknya wisuda
 
Foto mainstream lempar toga
Foto bersama pembimbing skripsi

Tuesday, 6 June 2017

Kembali Sadar Berkat Produce 101


Source : wikimedia.org
Jadi kemarin dari pagi hari saya rehat untuk menyelasaikan revisi skripsi, dan mencoba nonton drama tapi drama on going yang saya ikuti gak ada alhasil saya coba buka aplikasi nonton di android, tibalah saya pada satu reality show bernama Produce 101.Jadi produce 101 adalah reality show yang akan menghasilkan debutnya sebuah girl/boy band dari trainee di berbagai perusahaan entertainment di Korea, dan total trainee yang ikut sebanyak 101 peserta, dan acara produce 101 yang saya tonton yaitu season 1 dimana yang telah menghasilkan girlband IOI. Secara umum, saya sangat terhibur di setiap episode tapi setiap episode saya percepat jadi cuma beberapa kegiatan latihan dan menyanyi mereka aja yang mau saya tonton. 

Episode awal 101 peserta dari beberapa perusahaan mulai menunjukkan bakat bernyanyi dan dance, tapi ada beberapa yang sama sekali gak punya bakat menyanyi. Saya lupa siapa namanya pokoknya di episode awal dia nyanyi Good day by IU, siapapun yang tahu IU dan kenal lagu ini pasti kaget dong karena peserta ini nekad nyanyi lagu IU karena di lagu ini ada 3 nada tinggi yang waw banget, bahkan Saejong Gugundan (Peserta Produce 101) bilang kalau dia bisa di 3 nada tinggi lagu IU posisi 1 produce 101 gak diragukan lagi milik dia. eh tapi sayangnya suaranya gak sampai di 2 nada tinggi, dan bahkan bikin Jang Geunsuk ketawa, terus para producernya ( semacam komentator/Pelatih trainee) bilang dia bingung kenapa peserta itu (yang nyanyi Good day IU) bisa sampai ke acara produce 101 dan juga dia bilang suaranya bahkan kalah sama anak SD (what? harsh word, right?). 

Jadi dari total 101 trainee akan ada eliminasi sampe menghasilkan 11 trainee terbaik yang bakal debut, tapi untuk sampe 11 terbaik perjalanan panjang bo! 4 bulan tinggal di asrama, tidur ga nyenyak bahkan jam 4 pagi aja mereka masih latihan (serem banget kehidupan seorang idol, heuu), gak boleh pegang hp sampe-sampe ada saatnya mereka dikasih hp mereka dan dikasih waktu untuk menghubungi orang-orang yang trainee kenal. Pas adegan trainee menelpon keluarganya sedih banget 😭 sampe Jeon somi nelpon orang tuanya dan bilang kenapa dia harus pergi dari rumah untuk menderita. Setelah saya pikir-pikir, ketika masa-masa sulit yang pertama kali ingin kita hubungi siapa? family right? Pokoknya adegan pas mereka telp orang tuanya bikin speechless deh nangis bawang. hidup itu keras men, harus suffering, right?

Ada juga adegan dimana setiap kelas ( A-F) dari seleksi episode awal dimana kelas A menunjukkan kelas penampilan trainee terbaik saat episode awal dan kelas F kelas dimana menunjukkan penampilan trainee terburuk. Tapi setiap trainee kerja kelas, dari yang awalnya gak bisa dance dan nyanyi, mereka akhirnya bisa, bahkan ada trainee di kelas F yang naik ke kelas A (daebak banget). Ada juga trainee di kelas A yang turun kelas karena kemampuannya kurang. Setiap trainee kerja keras, sampe trainee Kim sohye yang terpilih dan masuk 11 besar, awalnya kemampuan vokalnya bisa dibilang jelek banget, para produser mimik mukanya kesel gitu, dia gak bisa dance tapi dia buktiin kalau dia bisa, dan dia kerja keras sampai dia bilang " dia udah latihan tapi gak cukup waktu", rasanya 24 jam sehari itu kurang ya. 

Setiap episode ada semacam acara showcase (konser) per grup menampilkan kemampuan dance dan nyanyi, sampe ada yang nangis pas latihan di depan pelatih vokalnya karena merasa gak mampu dan gak bisa tapi dia buktiin pas nyanyi I don't know-Apink bagian eunji (reffnya aja nadanya udah tinggi, apalagi bagian ini. untuk yang penasaran bisa denger dan cari sendiri ya ✌), para pelatihnya  alias producer(sebutan pelatih di produce 101) aja sampe was was dan berharap cemas semoga suaranya gak pecah, dan mereka membuktikan mereka bisaa (waw, saya appreciate sama mereka). Yang gak masuk 11 besar bukan berarti mereka jelek gak bisa nyanyi dan dance ya tapi karena penentuan mereka masuk 11 besar gak cuma para producer national tapi para penonton juga kasih vote. 

Dan setelah nonton itu saya tersadar, bahwa sesusah apapun skripsi, bisa saya lewati kan ya? sekasar apapun kritikan dan komentar dosen bisa saya lewati kan ya? Ketika mereka sangat menginginkan debut sebuah girl band maka saya menginginkan sebuah gelar sarjana dan lulus tepat waktu, bisa kan ya? Setelah menyerah untuk gak ngutak ngatik laptop dan data maka saya berpikir harus bisa kerja keras, bahkan kalau kata gurunya Hye mi Dream high 1 sih " jangan memaksa diri kita untuk berjalan cepat, berjalan lambat aja dengan berjalan lambat maka kita bisa melihat lebih banyak dan lebih detail daripada orang yang jelan cepat, seseorang yang berjalan lambat bahkan akan bertumbuh dewasa dan mendapatkan hasil yang lebih banyak karena telah melewati banyak hal". Mungkin ketika ada banyak orang diluar sana yang memilih berlari, karena saya clumsy maka saya pilih untuk berjalan agar bisa bertumbuh dewasa dan banyak belajar daripada memilih berlari kemudian jatuh. Oke, semangat shalsa. semoga lancar mengerjakan skripsinya, meskipun sulit but there's going to be a lot of difficulties in life, you can't always run away from them, so just face it.
" 할 수 있어 "
Btw, terima kasih produce 101 buat saya nangis bawang dan akhirnya tersadar juga untuk berbalik ke dunia dimana skripsi berada. Beberapa hari setelah seminar hasil kalau dibilang stress ya cukup stress dan pusing kemudian terngiang-ngiang pertanyaan "Kapan Sidang?" tapi revisi belum selesai, masih keadaan pusing banget dan gak menemukan jalan keluar, juga takut menghadap dosen, takut ditanya kenapa begini, kenapa bisa begitu? harusnya tuh A, kamu tuh kurang baca, kamu tuh males baca (padahal udah melalap banyak jurnal sayangnya saya tuh short memory jadi yang udah dibaca menguap tiba-tiba kayak air di daratan yang menguap dan membentuk awan hadeuh 😵), tapi besok dosen minta ketemu, kayaknya sih bimbingan (yaiyalah sha masa janjian ngajak diner ), dan saya tipe orang yang gak punya cukup confidence untuk melawan argumen orang lain. Okay ayok kembali dan tetap semangat, mari hadapi esok hari dengan confidence, angkat kepalamu dan dagumu jangan biarkan dunia tahu kelemahanmu, keep smile and fighting, you can do it!!

Nb: btw saya nulis ini dengan perasaan rapuh, masih kebawa emosi produce 101 atau karena beneran sedih ya.

Wednesday, 31 May 2017

One step Closer To Be S.Si




Setelah beberapa bulan berlalu semenjak seminar proposal 27 Desember 2016 lalu, Departemen GFM mewajibkan semua mahasiswa angkatan 50 harus kudu wajib seminar hasil tanggal 24 Mei 2017. Hal ini karena demi mengejar target 80% mahasiswa yang lulus tepat waktu dan keluarnya SKL maksimal 31 Agustus 2017.  Maka untuk mencapai tanggal 24 Mei Seminar Hasil itu luar biasa kerja kerasnya, dari yang kurang tidur demi nulis skripsi yang cepat selesai, 20 jam sehari depan laptop sampe mata perih, dan berbagai macam hal lain. Karena saya typically orang yang gak pernah begadang alias tidur diatas jam 10 malem, maka satu satunya cara agar mata tetep melek adalah dengan makan dan nyemil. Alhasil? berat badan bertambah of course.  So, saya bertekad ketika berat badan saya menjelang seminar maupun sidang ini bertambah setelah itu maka harus ada diet super biar saat Wisuda terlihat langsing, right?
 
Setelah beberapa bulan berlalu untuk ngolah data dan nulis skripsi dengan banyak tekanan dan rasa malas yang kadang datangg menyapa, maka finally setelah melewati tahap penambahan metode oleh Dosen PS setiap bimbingan, akhinya  tibalah hari H, Seminar Hasil. H-7 hari itu kami anak bimbingan dosen PS memutuskan untuk gak pergi ngantor dengan alasan mau fokus ngurus seminar, dan it's work for me. Saya gak beranjak dari kamar seharian kecuali untuk Mandi, makan, BAB/BAK, because it's like pursuit by time. Lelah, pusing, bawaan laper terus, takut, pokoknya nano nano. Untungnya H-2 I had finished my poster, actually I am haven't basically Design, dan truly deeply saya sangat menyesal 3 tahun lebih di korpus hanya improved skill menulis tanpa belajar design dari kakak dan kawan-kawan yang jago desain, saya cuma sekedar tau penggunaan photoshop alakadarnya. So saya cari teman, kakak tingkat yang jago desain, untuk sekedar bantu dan ngajarin saya desain, just at all. But I found nothing, it really suck moment. Kemudian saya pikir keras, harus minta bantuan siapa? saya punya teman namja saram chingu, I ask him to help me but you know what, he said that he refused me dan bilang teman saya di kampus pasti lebih jago. Apakah hanya saya yang beranggapan itu penolakan keras ya? emm I just hate people that always said no before their try, and for me it's just like you won't help, but I don't care actually. So, I am still trying find people who can help me, I have friends, boy friend (Farhan, ncek dan Budi)and my dearest friend Sifa a.ka Cipa, I think their so kind, but because one reason their can't help me, jarak membuat seseorang sulit membantu huff. Thank you boys dan cipa of course, setidaknya itu membuat saya berpikir, I have people who care about me. So, terakhir satu-satunya harapan adalah Korpus, saya PM satu satu dan finally ada adek yang baik sekali hatinya, Intan. Thank you so much, she really help me, dia ngajarin dasar-dasar desain di Illustrator, and Pimum korpus, Yasin telah memberi secercah harapan untuk membantu dan ngabarin ke layouter korpus. Finally setelah belajar dengan Intan, ku mulai bisa dan lancar illustrator, Thank you Intan. Jadi desain poster saya benar-benar sederhana because I am trying best as my self. 
My design poster, bad isn't?

Jadi, seminar hasil GFM 50 ini adalah seminar dengan poster, jadi ada 3 Penilai dari Dosen (Dosen Pembimbing, Dosen penilai tiap divisi/lab, dan Dosen di luar divisi/lab), dan juga 5 teman nim diatas kita. Dan waktunya? dari jam 09.00 - 16.00, rasanya benar-benar melelahkan. You know, malemnya, saya dan kawan-kawan satu PS janjian ke kampus jam 7 bahkan gilang bilang jam 6. Saya tipe orang yang on time, ketika seseorang janjian jam 7 maka satu jam sebelumnya I am ready to go, but orang Indonesia emang terlalu ya, kebiasaan ngaretnya gak pernah berubah. Teman saya bilang jam 7 sampe saya gak sempet sarapan, jam 6 udah siap, jam 5 udah mandi, but teman saya ini jam set 7 baru selesai mandi, what the f***. I hate waiting really, karena saya gak pengen orang lain menunggu saya maka saya sebisa mungkin selalu gak ngaret, tapi ternyata itu sangat gak berlalu bagi orang Indonesia, right? Ada yang punya pengalaman sama kayak saya? karena saya bangun dari jam 03.00 pagi dan otomatis jam 6 laper banget, ibu saya taunya saya akan berangkat jam 6 kalau tau bakalan ngaret pasti udah beli nasi untuk saya makan, tapi karena udah gak kuat, akhirnya sambil nunggu teman saya, saya masak mie demi mengganjal perut. Saya berangkat jam 7 lewat dan masih nunggu teman saya di halte BNI, huff. kemudian setelah bertemu teman saya akhirnya kita jalan ke Auditorium FMIPA yang notabenenya jauh banget karena ada di sekitar FPIK, FAPET, ALHUR. Dan rasanya radang lambung saya kambuh, rasanya gak enak banget, sampe saya terus berdoa untuk sekarang jangan dulu sakit, sakitnya setelah Seminar aja wkwk.

Jam 09.00 ternyata ngaret, yaiyalah Indonesia gituloh. Bukan di Indonesia kalau bukan jam karet. akhirnya tiba saatnya penilaian dari Dosen, alhamdulillah lancar, cuma ada beberapa design di poster yang dikritik dan tentu aja bahasa inggrisnya, entah lelah atau gimana tapi ada beberapa yang diluar dugaan dan salah penggunakan vocab nya. BTW saya juga lagi improved bahasa inggris demi nilai toefl diatas 500, doakan ya. Setelah waktu berlalu dan ada beberapa pengunjung, tapi nahasnya padahal saya udah sampe oktaf suara yang tinggi tapi tetep aja orang-orang harus mendekatkan telinganya ke arah sumber suara saya, Something wrong with my voice? really? dan saya tanya ke temen saya (cowok) apakah suara saya kecil? and he said yes. OMG pantesss, dari pagi banyak yang tingkah lakunya sama pas saya presentasi. Actually, saya juga merasa suara saya sangat sangat kecil, dan sering banget kejadian entah saya kurang tidur atau begadang maka esok harinya, suara saya ilang, ketika flu dan batuk ringan? suara saya ilang, amandel bengkak suara saya ilang. Padahal temen saya pernah batuknya lebih parah dari saya tapi gak ada perubahan suara. Apa ada masalah sama pita suara? huff I hope not.

Setelah lama waktu berlalu, sebenarnya saya gak ngundang banyak orang untuk dateng karena hectic ngurusin skripsi, poster dan ribet jadi gak semua saya undang, karena kadang Adik saya bahkan membantu balas chat teman teman saya wkwk (yang ini emang agak lebay). Dan saya mengudang teman saya, sahabat, mantan teman sebangku waktu SMA, temen curhat, temen karokean, Fira. Calon dokter hewan ini akhirnya dateng dan bawa hadiah, uuch gomawo. Hesti, temen nebeng kumpul korpus, temen main dan sahabat ++ yang beru beberapa bulan pulang dari Thailand, dan saya juga ketemu Ita, temen kamar 60 yang kebetulan lagi ada di Audit, dia kesel kenapa gak ngabarin hehe(mianhae) bener-bener hectic dan keterbatasan pegang HP saking sibuknya depan Laptop. 

I love pink so much, Thank you Fira and thank you Hans Squad Indomienya ^^
also from Fira

With My dearest Friend, fira. Thank you for coming

With Hesti, thank you for coming. Dateng paling pagi sebelum mulai. Kurang de best apa coba? :*
With Ita :**
Finally, one step closer to be Shalsa Nurhasanah, S.Si. Big thanks to my dearest mom and sister. Kayaknya tanpa bantuan mereka dan doa yang terus dipanjatkan I can't passed this stage. Kalau kata Kahlil Gibran sih cinta itu ibarat tiang penyangga atap rumah, bagi saya cinta dari keluarga lah yang terpenting. untuk kawan-kawan yang udah dateng dan mendoakan terima kasih, untuk smeuanya terima kasih, bahagia rasanya bisa melalui tahap ini. Alhamdulillah


Thursday, 29 December 2016

A Long Road


Lab Klimat Squad

27 Desember 2016

Finally, One step has been passed by. Seminar proposal lab Klimatologi GFM part 2 akhirnya tiba, setelah beberapa hari gak nafsu makan, setelah tidur cuma 3 jam, setelah hati berdegup kencang, setelah bimbingan online karena dosen PS yang sibuk dan keluar kota, setelah berkali-kali dikasih komentar "kurang baca" akhirnya hari dimana harus presentasi usulan penelitian alias seminar proposal tiba. 

Sebenarnya seminar proposal ini hanya dihadiri oleh mahasiswa anggota lab Klimatologi saja beserta dosennya karena memang ruangannya gak memungkinkan untuk dihadiri banyak orang layaknya ruang sidang, makanya saya gak undang teman-teman korpus dan teman dari departemen lain. Seharusnya seminar proposal ini udah dimulai dari jam 8 tapi karena dosen datang terlambat jadi baru dimulai jam 9. 
Keep fighting ya teman-teman
Masih tersisa 10 mahasiswa lab Klimatologi lagi yang harus seminar hari ini. saya dan teman satu PS khawatir dikasih komentar pedes sama dosen PS karena memang setiap kali kita revisi proposal masih aja ada yang kurang dan beliau selalu bilang "kurang baca". Dan bahkan gatau lagi proposal itu harus ditambah apalagi 😞. Selain itu, teman-teman lab Klimat yang udah presentasi pun dikasih komentar banyak dan selalu layaknya sedang menguji pemahaman mahasiswa tentang apa yang ingin jadi topik penelitiannya. bagi saya sih dosen PS saya termasuk orang yang simple, beliau hanya mau mahasiswa mengerti apa yang jadi topik penelitiannya karena nantinya penelitian tersebut someday akan dijadikan referensi oleh orang lain tentunya bahkan setelah penelitian pun kita harus menjelaskan hasil yang didapatkan dari penelitian dihadapan orang-orang, jadi kita harus paham benar apa yang ingin kita teliti dan kita tulis.

Anak bimbingan dosen PS saya pun akhirnya tiba, yes ini tibanya saya dan teman-teman maju untuk presentasi dan bahkan kami kebagian presentasi terakhir, dan jumlah orang di ruangan semakin banyak karena mungkin banyak dari lab lain yang ingin menyaksikan seminarr proposal lab Klimat. setelah satu per satu kami presentasi, teman saya berbisik karena melihat dosen PS kami asyik menulis sesuatu di lembaran proposal kami. kemudian setelah kami berempat presentasi, maka banyak banget yang mengajukan pertanyaan ke Saya, bertha dan nisa karena topik penelitian saya hampir sama hanya berbeda di bagian analisis. setelah sesi tanya jawab inilah tiba saatnya Dosen berkomentar, tapi bahkan Dosen PS saya tidak berkomentar apapun sehingga membuat kita bingung dan bahkan teman-teman seisi ruangan lab klimat pun bingung karena dosen PS kami tidak banyak berkomentar, tidak berkomentar sama sekali tepatnya, justru malah menyuruh kita duduk. 

Kemudian setelah kita kembali ke bangku masing-masing, beliau bilang " yang ketiga teman kalian presentasikan tadi itu adalah termasuk climate services, banyak yang gak tahu tentang climate communication, tapi sebenarnya ada jurnalnya, diluar negeri pun udah banyak penelitian tentang ini, bahkan BMKG pun mau menerapkan ini " saya hanya mangut mangut karena yang dijelaskan dosen saya benar adanya. Mungkin aneh rasanya ketika anak GFM yang notabenenya kalau praktikum hanya berkutat dengan analisis statistika, hanya ketemu integral, berbicara gelombang, penurunan rumus padahal hanya mau tau kecepatan angin permukaan berapa, mau tau tanggal tanam suatu komoditas pertanian dengan cara perhitungan statistika, tapi justru kami bertiga keluar jalur dimana analisisnya menggunakan analisis komunikasi, karena setelah kami baca buku dari CRED yang juga berbicara tentang climate communication, karena sebenarnya ilmu komunikasi itu penting agar yang paham dan mengerti ilmu iklim gak cuma lulusan meteorologi atau klimatologi tapi semua orang bahkan petani sehingga petani gak salah lagi untuk mengetahui kapan hari hujan.

Setelah selesai, dosen Ps kami menyerahkan proposal yang penuh dengan coretan masukan dan saran, selain itu beliau bilang "saya juga memberikan sesuatu ke whatsapp kalian, jadi kalian baca ya". setelah selesai acara seminar, kami buka whatsapp dan ternyata beliau memberikan link jurnal-jurnal untuk kami baca. waw kemudian saya speechless, he is so clever and kind ^^
Pak Perdinan's student squad
Meskipun teman-teman saya bilang " karena anak bimbingannya sendiri nih makanya dibelain dan gak dikasih komentar". Kemudian salah satu teman saya bilang " penelitian kalian harus jadi nih, karena penting banget dan bakalan berguna, salah satunya untuk petani. kita bahkan waktu acara himagreto yang Expedisi dan ketemu petani, para petani gak tau kapan hari hujan dan hanya mengandalkan kemampuan pengalaman saja. tapi sayangnya kita gak tau gimana caranya supaya ilmu iklim ini bisa sampai ke petani " oke ada semangat lagi setelah seminar, bahwa ilmu iklim itu berguna, sangat berguna untuk semua orang, mungkin bagi orang yang tingkat kepeduliannya rendah terhadap lingkungan hanya berpikir kalau Indonesia hanya punya 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau jadi kemungkinan yang akan terjadi yaitu hanya hujan atau panas sehingga mengesampingkan ilmu iklim. Saya berharap hasil penelitian ini bisa jadi jembatan antara ilmu iklim dengan masyarakat, layaknya saya menyukai profesi sebagai jurnalis karena saya berperan sebagai jembatan antara suatu informasi yang baru kepada masyarakat.

Selesai acara, ada sesi foto-foto dan pemberian hadiah beserta ucapan. Saya terharu sama kalian wahai keluarga GFM, sukses terus ya tingkat akhirnya, semangat dan semoga kita lulus bareng dan wisuda bareng 😘 AMinn
Thanks a lot all of my friends 😘

Thank you so much more my lovely friend, Fatika 😘
Love 💋

Shalsa