Showing posts with label kenangan. Show all posts
Showing posts with label kenangan. Show all posts

Tuesday, 25 October 2016

Berdamai dengan Masa Lalu


Source : thegrovecog.com
Tak mudah membangun kembali dinding yang kokok layaknya benteng yang kuat agar tidak rapuh dan mudah dimasuki sembarang orang.
Rasanya lama berusaha untuk menjadi kuat namun semua terkalahkan dengan rasa sakit, kenangan, dan air mata masa lalu yang cukup menggetarkan hati
Berusaha berdamai dengan masa lalu
Sudah berapa lama berdiam diri menjaduh dari kerumunan orang yang berbicara tentang cinta dan luka?
Aneh rasanya ketika hati yang sudah mendingin layaknya lapis es ternyata mencair karena satu kenangan di masa lalu
Ternyata kamu tak cukup kuat untuk berada pada detik bernama nostalgia
Rasa sakit kembali mencuat ketika ukuran kenangan kembali muncul di bayang-bayang kehidupan. Meski samar, rasa sakit itu masih sama
Cukup membuat butir air mata jatuh deras layaknya hujan
Bagaimana bisa selama ini berdiam diri menjauh dan menyimpan rasa sakit dan amarah begitu lama? Rasanya seperti menyimpan seonggok daging yang semakin lama kamu menyimpannya semakin tak enak rasanya
Padahal sebuah kenangan dapat membuat kamu menjadi dewasa, rasa sakit membuat kamu tahan dengan pahitnya kehidupan, sehingga ketika ada saat-saat dimana kamu terjatuh tak akan butuh waktu yang lama untukmu bangkit.
Berdamai dengan masa lalu

Tuesday, 30 August 2016

Ketika Haru dan Rindu Diikat Kata Bernama Memory

Akan datang suatu masa dimana hanya sepenggal kenangan dan memory yang mengisi waktu ketika rindu menyapa

Masih dalam suasana "belum bisa move on" karena keseruan dan kenangan camp bareng kenalan baru sekaligus kawan baru, semacam liburan berharga karena gak cuma spend time together tapi juga pengalaman berharga menyelami dunia jurnalistik. Capek sih karena seharian dikasih materi sampe malem tapi capek itu terbayar karena banyaknya ilmu yang didapatkan. Kita bahkan hari pertama sampai ke Wisma Indofood di Cibodas Jawa barat hampir dzuhur kemudian pemilihan kamar, kebetulan saya langsung dapat kamar dekat pintu keluar yaitu wisma Srikandi no 15, saya sekamar dengan teman saya yang juga dari Pers Koran Kampus(Korpus) IPB. Setelah pemilihan kamar kemudian kita makan siang dan sholat, dan mulainya materi pertama mengenai jurnalisme online oleh Puguh Hariyant. sebelumnya ada sambutan terlebih dulu oleh Djaka Susila selaku Wakil Pemimpin Redaksi Koran Sindo.

Bahkan teman saya dari korpus sekaligus roommate saya, Hesti dikasih surprise sama panitia jourcamp karena ulang tahunnya bertepatan dengan hari kami jourcamp yaitu tanggal 25 Agustus. Jadi ketika sesi materi penulisan dasar jurnalistik dari Mba Hanna Farhana selaku Redaktur pelaksana dan Mas Hatim Varaby selaku Redaktur senior Koran Sindo, Mba Hanna minta salah satu peserta untuk maju ke depan dan bikin naskah berita, karena mba Hanna asalnya dari Bogor maka kepilihlah Hesti untuk maju ke depan dan bacain naskah berita. berulang kali dia bacain naskah ternyata salah terus membuat dia lama didepan, kemudian saya dan teman-teman korpus berpikir kalau hesti emang lagi dikerjain dan ternyata bener dia dikerjain sama panitia jourcamp ^^. Dan lucunya, semua kamera dari teman-teman korpus dan panitia jourcamp maju kedepan untuk mengabadikan moment spesial ini. Btw selamat ulang tahun Hesti semoga panjang umur, sehat selalu dan sukses dunia akhirat :))



Mungkin ini bukan hal pertama saya mendengar jurnalisme online atau dunia jurnalistik karena dalam LPM Korpus sendiri sudah pernah dibahas mengenai dunia jurnalistik, namun pelatihan ini saya anggap sebagai momen dimana saya menuju sebuah dunia yang ingin saya selami dan saya sedang berjalan beberapa langkah untuk masuk ke dunia itu. Karena sesungguhnya bahagia itu sederhana, dimana saya bisa melakukan sesuatu sesuai keinginan saya, bahkan saya mengorbankan 3 hal dalam waktu yang sama untuk bisa ikutan journalism camp ini. Apa aja? kumpul korpus H-6 sebar Koran Mahasiswa baru (Maba), panggilan kerja di salah satu media dibagian Litbang, dan acara orasi ilmiah. yaa..Meskipun ada rasa tidak enak hati karena lebih memilih journalism camp ini, tapi saya bahagia karena saya tahu apa yang paling saya inginkan, apa yang paling saya impikan. Bahkan saya pernah dengar pernyataan dari Scripwriter drama Korea Healer, Song Ji Na yang mengatakan bahwa temukan minat apa yang paling kita sukai dan yang paling membuat kita bahagia.
" Temukan minat apa yang ingin kau lakukan, apa yang membuatmu paling bahagia. Apa yang paling kamu cintai. temukan dan lindungi itu " Song Ji Na
Berbagai materi disampaikan, bahkan materi berakhir hingga sekitar pukul 10.00 malam, dan kemudian kami istirahat karena besok pagi setelah sarapan kami harus siap-siap berangkat menuju pasar dekat Kebun raya Cibodas untuk hunting foto. Dari wisma kami berjalan karena sambil mencari objek foto. Dalam pengambilan objek foto ini dilakukan secara berkelompok dan saya termasuk kelompok 6 dan nama kelompok kami adalah headlines tapi karena hanya ada satu pria diantara 4 wanita maka kami lebih sering menyebut team kami sakinah family


Team headlines atau Sakinah family bahkan banyak mengabadikan moment dari sebelum berangkat hunting sampai hari terakhir camp, mungkin terdengar konyol yaa tapi dengan inilah kita bisa deket :):) ^^

 

Wednesday, 3 August 2016

My Best Gift In My Life Ever

I am so happy, finally tulisan saya setelah kumpul perdana dan diskusi dengan team gensindo, tulisan pertama saya di rubrik gensindo terbit!! Alhamdulillah tepatnya sabtu 27 Februari tulisan team saya naik cetak dan ada di koran sindo di rubrik gensindo halaman 8-9 tentang endorsement. sekedar informasi, Rubrik gen sindo ini rubriknya anak muda yang hadir tiap hari sabtu. dan kebetulan team saya bertugas untuk menghasilkan 2 halaman tulisan mengenai endorsement. Tulisan ini terbit berselang 2 hari setelah saya ulang tahun, rasanya ini menjadi kado terindah dari teman-teman sejawad team terkece saya, makasih Azizah, Aulia dan Riris yang udah kerja keras ngejar narasumber sampai akhirnya tulisan ini terbit dan makasih juga untuk Mba esti yang setia nunggu tulisan ini dan layouter sindo yang ketje badayyy ngasilin layout koran yang daebak gini hehe. pengalaman yang tak terlupakan adalah seringnya PHP dari narasumber yang tak kunjung abis, yaa walaupun sebagai pers kampus udah sering juga ngalamin PHP yang pahit banget tapi beda rasanya ketika tulisan kita dimuat di Koran Nasional. Terima kasih, ini sangat memacu saya untuk menjadi reporter dan untuk terus menulis ^^

#Late post

Be a Part of Gensindo

yuhuu finally menjadi bagian dari komunitas reporter muda sindo bernama gensindo. Gensindo ini adalah nama rubrik Koran Sindo yang terbit setiap hari sabtu, rubrik ini berisi tulisan yang mengulas tentang anak muda. 
Setelah sekian lama memimpikan ingin jadi bagian gensindo pada batch sebelumnya dan ternyata saya ga bisa karena lebih memilih kuliah :( akhirnya ada kesempatan lagi yang membuat saya daftar ulang untuk menjadi bagian gensindo. yess akhirnya saya datang dan kenalan dengan mahasiswa lainnya dari berbagai universitas. kami memulainya dengan perkenalan dan dibagi team untuk rapat dan presentasi dihadapan senior sindo menganai topik yang kita ajukan untuk tulisan nanti.
perwakilan team berdiri dan membacakan hasil diskusi topik apa yang ingin diangkat, berbagai kritikan dan komentar pedas pun bermunculan, haha. tapi setelah dipikir-pikir kritikan ini adalah layaknya pondasi untuk membangun sebuah rumah, right? saya menyadari bahwa dunia luar, seperti dunia kerja akan membawa kita lebih dewasa lagi menghadapi orang lain, seperti teman, rekan kerja, atau mungkin kenalan. 
saya senang karena saya mendapatkan pengalaman berharga mengenai dunia pekerjaan. terima kasih sudah jadi teman baru dan keluarga baru ^^

#Latepost

Thursday, 10 July 2014

Pintu Rapuh itu Bernama Hati

kau membangun sebuah rumah untuk dirimu sendiri dengan sebuah pintu elok yang membuat siapa saja yang melihat dari depan rumahmu datang mendekat, seperti pesona yang sengaja dibuat agar siapapun mendekat dari luar. Pintu itu memiliki dua kunci emas yang sengaja kau buat, satu milikmu dan satu lagi masih kau simpan untuk seseorang yang menarik perhatianmu.

Suatu saat aku melewati rumahmu, tapi aku tidak begitu tertarik untuk mendekati daun pintu elokmu itu. Itu bukan daerahku, yang kutahu beberapa bulan yang lalu seseorang sering datang dan pergi dari pintumu itu. Bagaimana mungkin aku tahu? Tentu saja kita tetangga, walaupun aku lebih sering tidak menyapamu di pagi hari atau malam hari saat kita berpapasan.

Mari ku ajak kau mengulang waktu. Maka akan aku ceritakan bagaimana ini bermulai.

Suatu saat temanku yang sedang aku ajak ke rumah, bercerita bahwa yang sering keluar masuk itu adalah kekasihmu. Kau seperti magnet dengan kekasihmu itu karena kau tidak akan melepaskan ikatan dengan kekasihmu itu. Temanku ini memang peka terhadap hal sekecil itu aku bahkan tetanggamu saja seperti tidak peduli pada kehidupanmu. Aku hanya tertawa mendengar temanku bercerita tentang kau dan kekasihmu.
Beberapa bulan setelah percakapan dengan temanku, aku mendapatimu marah pada temanku karena memberikan barang milikmu kepada kekasihmu, tapi satu hal yang membuat aku kesal mengapa lelaki sepertimu dengan mudahnya marah hanya karena barang milikmu ditangan kekasihmu. Aku hanya bisa berdecak kesal dan mengeleng karena kelakuan konyolmu. Beberapa hari kemudian, teman kekasihmu sedang pergi bersamaku kemudian bercerita tentang hubunganmu dan kekasihmu itu, dan baru aku tahu kalian sudah tidak menjalin hubungan lagi. Pantas saja aku tidak melihat dia masuk pintumu lagi. Lucunya, ini tentangmu terus bukan? Aku memiliki teman-teman yang bercerita tentang orang yang sama sekali tidak ingin aku ketahui.

Dua bulan berlalu.

Aku mendapati satu pesan di media sosial yang kini melejit di kalangan kaum muda. Pesan itu dari orang yang tidak ku kenal. Pertanyaan singkat dari seorang pria yang intinya mengajak kenalan. Klise bukan? Bertanya siapa aku, rumahku dan semuanya. Awalnya ini pertanyaan yang membuat aku kesal karena masih tidak tertarik denganmu. Bagaimana bisa aku meladenimu dengan hati berbunga jika bukan kau yang saat itu aku suka. Tapi kau tidak berhenti membanjiri pesanku dengan pertanyaanmu itu. Bodohnya aku meladenimu. Beberapa ajakan darimu berulang-ulang ku tolak. Sampai akhirnya rasa tidak enakku mengiyakan ajakanmu, mulai ajakan antar jemput, ajakan makan malam hingga menjadikanmu tamu di rumah dan memperkenalkan kau kepada orang tuaku. Mereka sangat menyambut baik dirimu dan sangat menyukaimu, tapi ternyata itu adalah awal mulanya luka ini bermulai. Waktu terus berjalan hingga satu kalimat terlontar dari bibirmu, kalimat yang membuat aku bimbang dan aku sangat membenci saat-saat seperti ini. Aku datang ke pelukan wanita kuat bernama ibu, untuk mendapatkan nasihatnya dan ibuku memberikan kepercayaan kepada kau untuk menjagaku. Sejak saat itu gembok di hatiku terbuka, satu orang sudah mengisinya yaitu kau. Setelah hari itu, kau sering bermain ke rumahku. Begitupun aku, kau memberikan kunci emasmu itu padaku dan sering menyambutku di rumahmu. Aku sering datang membawa sarapan karena mengkhawatirkanmu. Berkeliling rumahmu sekedar mencari tahu seperti apa dirimu. Aku sering menghabiskan waktu di rumahmu, menghabiskan secangkir teh hangat di kala hujan. Atau menghabiskan waktu mendengar cerita dan kelakarmu yang justru sangat-sangat ku rindukan.

Suatu saat tanpa terduga aku melihat ada wanita lain datang ke rumahmu, aku tidak tahu sejak kapan dia tertarik oleh magnet yang terpancarkan dari daun pintumu itu. Dan baru aku tahu ternyata kau membuat kunci duplikatnya dan memberikannya kepada si wanita itu. Awalnya, dia hanya sekedar mampir menyapamu di pagi hari kemudian membawakan secangkir coklat panas untukmu, kemudian kau menyadari bahwa kau bahagia. Lebih bahagia bersama dia tanpa meninggalkan yang aku tapi hanya melupakan sesaat atau mungkin selamanya. Kau terjebak ketika aku mendapatimu membawa si wanita masuk ke rumahmu, kebingungan menyelimutimu. Kau mengatakan bahwa kau mencintai kami. Bentuk panggilan jamak yang aku benci keluar dari bibirmu. Melihatmu hanya diam di depan pintu rumahmu sangat menjengkelkan, tanpa alasan kau meminta maaf atas kelalaianmu. Tapi wanita yang sedang berada di rumahmu tidak mengikutiku untuk menyudutkanmu, hingga akhirnya kau menutup pintu elokmu itu sambil berkata maaf. Waktu berhenti seraya otakku mencerna apa yang terjadi. Tanpa sadar kau melukaiku, mengusirmu dari rumah yang dulu sering ku singgahi. Ternyata pintu elokmu itu sengaja dibuat untuk memanggil semua orang mendekat dan mengetuk pintumu, maka senyuman manismu akan kau berikan pada wanita yang mengetuk pintumu dan mempersilakannya masuk. Seperti itu terus, tanpa henti. Kau hanya akan menyakiti banyak orang dengan terus memasang pintu itu, tanpa sadar itu pun akan menyakiti dirimu sendiri kemudian rasa bersalah akan menghantuimu. Ternyata pintu elokmu itu rapuh, mudah diketuk dan dimasuki orang lain. Pintu rapuh itu bernama hati, ya hatimu.

Maka jaga baik-baik pintumu, jika tidak, kau akan menyakiti banyak orang – termasuk dirimu sendiri, juga rasa bersalahmu.

Wednesday, 15 August 2012

Kilasan masa Lalu


Gue mau cerita sedikit nih tentang seseorang yang bener2 buat jantung gue berdegup 2 kali lebih kencang, dia itu cowok yang cakep, udah mapan, pinter dan ganteng pastinya. Setiap kali gue ketemu dia pasti membuat wajah gue panas dan merah seperti kepiting rebus. Haha. Itu emang cinta ya? Atau crush doang? Hmm. Bingung ah. Ini cerita sewaktu gue kelas 1 SMA. Gue menulis ini hanya untuk mengingat betapa aneh dan konyolnya tingkah gue. karena gue bener2 naksir ama dia gue sampe punya ide gila, yaitu wawancara dia untuk tugas sosiologi gue.hahaha. 

Dia itu namanya Irsan Tena, dia adalah Pembina EC( English Club). Sebenernya awalnya gue masuk ekskul ini bukan karna ka Irsannya, tapi karena temen gue bilang mereka dapet tugas buat synopsis cerita film barat yang pernah mereka tonton, karena gue merupakan cwe yang suka banget film barat apalagi film actionnya itu loh. Mission Impossible, Mr and Mrs Smith, dll deh. Ada film yang bener2 bikin gue keinget mlu yaitu Camp Rock. Film ini sudah membuat gue tergila-gila semua temen2 gue, gue certain isi film ini sampe mulut gue berbusa.haha. sampe akhirnya gue tergugah untuk ikut EC karena mau menceritakan film ini. Haha(Konyol?haha) trus gue sms ka Irsan dan bilang mau masuk EC, dan boleh! Gue seneng abis. Bukan karena gue bakal bisa ketemu ka Irsan(soalnya gue belum naksir ka Irsan) tapi gue bakal cerita di kertas selembar bagaimana isi film itu.haha. minggu selanjutnya, gue ikut EC gue merhatiin dengan seksama materi yang dia sampaikan. Awalnya sih biasa aja ama ka Irsan dan suatu ketika dia menyampaikan materi dan liat ke arah gue dan tersenyum, sesaat gue beku ditempat. Darah gue dari ujung rambut sampai ujung kaki berdesir, bergejolak tak karuan, aneh. Gue bales senyumannya, ga lama gue seneng banget dan bukannya merhatiin materi dia melainkan muka cakepnya itu. Gue cerita ama temen2 gue betapa bahagianya gue.ahahaha. trus minggu2 selanjutnya gue selalu sms Ka Irsan, sebenernya sih niatnya pengen aja tau tentang dia tapi dengan alasan tugas.hahaha. sampe akhirnya tibalah niat konyol gue untuk wawancara dia. hahaha. Niat gue wawancara Cuma mau tau alamat dia dimana dan tentang dia sebenernya hahaha. Ka Irsan tuh cakep banget deh pokoknya! :D

Berhubung gue baik, gue berbagi info tentang dia deh :)
Shalsa    : siapa nama asli kaka  ?
Ka Irsan : Irsan Tena (ternyata nama Fbnya itu ga aneh2 ya? Itu nama aslinya, dari nama aja udah keliatan ini cwo keren kok)
Shalsa    :Tempat tanggal lahir?
Ka Irsan :Bogor, 29 desember 1986 (akhirnya dapet juga info dia lagi.hehe dan beda umur kita itu 9 taun :D ga beda2 jauhlah yaa? Bisa lah cocok kok hahaha )
Shalsa    : Udah berapa lama kaka jadi pembimbing EC?
Ka Irsan : 7 bulan
Shalsa    : Sejak kapan kaka menyukai bahasa inggris?
Ka Irsan : SD
Shalsa    : Apa alasan kaka menyukai bahasa inggris?
Ka Irsan : Karena bahasa internasional dan membuat kita komunikasi di mata internasional.
Shalsa    : Apa cita-cita kaka? Apa kaka mau jadi guru bahasa inggris?
Ka Irsan :Pengusaha sukses. Tidak, karena saya tidak suka pekerjaan yang monoton, guru merupakan pekerjaan yang monoton. (padahal mah dia jadi guru aja ya? Pantes banget. Pinter dan cakep deh. Gue betah deh diajar ama dia. ga akan berpaling gue. gue kebelet pipis aja gue tahan biar bisa liat tampang cakepnya.hahaha)
Shalsa    : Apa kaka punya obsesi dalam bahasa inggris?
Ka Irsan : Hanya ingin lebih mempelajari budaya inggris
Shalsa    : Kaka sekolah dimana? Jurusan apa?
Ka Irsan : Sudah S1 di pakuan fakultas keguruan dan ilmu pendidikan bahasa inggris
Shalsa    : Sebagian banyak orang ada yang tidak menyukai bahasa inggris karena alasan susah/rumit. Apa pendapat kaka?
Ka Irsan : Tergantung individu masing2 sebenernya karena agar bisa bahasa inggris itu harus menyukai dulu bahasa inggris
Shalsa    : Sebenernya apa sih yang membuat inggris Amerika ama inggris Britis itu berbeda?
Ka Irsan : Budaya. Britis itu bekas dijajah scotlandia sedangkan Inggris Amerika itu bekas jajahan Perancis sehingga terkontaminasi modern, jadi bahasanya pun lebih unformal klo amerika mah
Shalsa    : Menurut kaka bahasa inggris itu penting ga? Kenapa?
Ka Irsan : Sangat penting karena merupakan bahasa internasional dan membuat kita dapat berkomunikasi di mata Internasional
Shalsa    : Bagaimana cara kaka membuat anggota EC lebih mudah memahami dan mengerti bahasa inggris?
Ka Irsan : Dengan metode Have fun English, tidak memaksa untuk mengerti namun belajar untuk bisa bercakap bahasa inggris
Shalsa    : Sebenernya ada ga sih syarat2 orang bisa bahasa Inggris?
Ka Irsan : Kemauan dan kesukaan dia terhadap bahasa inggris
Shalsa    : Kakak berapa bersaudara?
Ka Irsan : 2 bersaudara
Shalsa    : Apa pekerjaan kaka?
Ka Irsan :wiraswasta

Ka Irsan tuh bener2 mendekati sempurna deh udah mah baik, pinter, cakep udah mapan pula dan dia tuh lagi menjalani bisnis makanya suka ke luar negeri. Uhh keren banget kan? Tipe gue banget, pinter bahasa inggris udah pernah keluar negeri dan udah mapan. Gue mau deh diajak married ama dia mah. Hahaha.
Sekian kilasan masa lalu saya yang sangat konyol :D

Tuesday, 8 May 2012

Seruni

Disana..
kulihat hamparan seruni yang megah
menampakkan dirinya, memikat ilalang
semakin lama seruni semakin elok
buat diriku terus merengkuhnya
meraih erat dalam pelukan rasaku,, semakin dekat
malaikat menjemput ilalang yang kecil ini
sertakan doa buat keselamatannya
Seruni.. Seruni.. Seruni
namamu laksana rupa dan lakumu
tetaplah tersenyum, berseri untuk membahagiakanku
Seruni dengar pintaku sekali lagi
Ingat Ilalang dalam jiwa dan ragamu