Thursday, 10 July 2014

self note 2

kata mba Asma Nadia, menulis itu bisa jadi rekam jejak seseorang, jadi menulislah yang baik-baik.

ya, terkadang saya memperhatikan teman di berbagai media sosial yang menulis di statusnya termasuk saya sendiri. entah penyakit apa ini ? huhu
untuk saya sendiri, menciptakan blog, tumblr, kompasiana dan wordpress (kurang banyak ya?) adalah menulis setiap pikiran saya, menyalurkan semua isi pikiran saya biar ga terlalu stress dan depression. hahaha saya terlalu sering mengalami seperti itu, So what I have to do? maka mereka jadi incaran setiap keluhan saya, sabar ya kalian #pukpukpuk
karena jika saya menulis di status kasian teman saya mereka akan kebanjiran status ga penting dari saya haha

mungkin ini akibat dari kebiasaan sejak SD untuk curhat di diary, sekarang sih udah males nulis di diary karena alasan pegel ahaha teknologi sudah mengubah segalanya ternyata.
apapun itu, saya tulis, berkata-kata menyelipkan setiap kesedihan, kegundahan, atau kemarahan di setiap kata dan jadilah mereka tempat curhat saya. kan ga mungkin juga saya curhat ke manusia dengan kata yang lebay? haha

setiap kisah, pengalaman pasti ada hikmah di dalamnya, jadi ketika saya menulis di teman teman saya tercinta, saya sudah pikir panjang dan saya berharap mereka dapat merekam jejak saya, merekam sifat emotional saya yang kian berkurang atau bertambah atau merekam pandangan saya terhadap apapun.
dan tentang dia yang pernah singgah di hidup saya, walaupun melukai, saya akan tetap merekam dia, saya tidak akan menghapus postingan saya tentang dia karena agar saya belajar, bahwa tidak selamanya hidup itu dimabuk cinta atau melulu tentang tersakiti. walaupun belum bisa memaafkan dia, saya coba untuk meyakinkan ke diri sendiri bahwa setiap orang punya kelalaian, apapun itu.

Self note 1

What do you think about love?
I get it, from this blog
http://monochrologue.wordpress.com/2011/05/21/circlet/
and that's true

mereka bertemu. mereka jatuh cinta. mereka jatuh cinta. mereka jatuh cinta. mereka tersakiti. mereka berpisah. lalu melupakan.

semacam obat penenang jiwa, lagi butuh hiburan tapi belum siap bercerita ke siapa pun.
semacam membenci, lalu ingin mengumpat tapi tidak bisa

hai cinta, jangan pernah temukan aku dengan manusia seperti dia lagi, ini terakhir kalinya, atau aku akan selalu membencimu.

patahan 5


 "ketika kita dikecewakan sama orang lain, dibalik itu semua ada Allah ,maka kita harus sabar dan ikhlas. Wanita memang diciptakan untuk ikhlas dan sabar"

Nasihat dari wanita terhebat bernama Ibu. Thank you mom, I'll keep learning

Pintu Rapuh itu Bernama Hati

kau membangun sebuah rumah untuk dirimu sendiri dengan sebuah pintu elok yang membuat siapa saja yang melihat dari depan rumahmu datang mendekat, seperti pesona yang sengaja dibuat agar siapapun mendekat dari luar. Pintu itu memiliki dua kunci emas yang sengaja kau buat, satu milikmu dan satu lagi masih kau simpan untuk seseorang yang menarik perhatianmu.

Suatu saat aku melewati rumahmu, tapi aku tidak begitu tertarik untuk mendekati daun pintu elokmu itu. Itu bukan daerahku, yang kutahu beberapa bulan yang lalu seseorang sering datang dan pergi dari pintumu itu. Bagaimana mungkin aku tahu? Tentu saja kita tetangga, walaupun aku lebih sering tidak menyapamu di pagi hari atau malam hari saat kita berpapasan.

Mari ku ajak kau mengulang waktu. Maka akan aku ceritakan bagaimana ini bermulai.

Suatu saat temanku yang sedang aku ajak ke rumah, bercerita bahwa yang sering keluar masuk itu adalah kekasihmu. Kau seperti magnet dengan kekasihmu itu karena kau tidak akan melepaskan ikatan dengan kekasihmu itu. Temanku ini memang peka terhadap hal sekecil itu aku bahkan tetanggamu saja seperti tidak peduli pada kehidupanmu. Aku hanya tertawa mendengar temanku bercerita tentang kau dan kekasihmu.
Beberapa bulan setelah percakapan dengan temanku, aku mendapatimu marah pada temanku karena memberikan barang milikmu kepada kekasihmu, tapi satu hal yang membuat aku kesal mengapa lelaki sepertimu dengan mudahnya marah hanya karena barang milikmu ditangan kekasihmu. Aku hanya bisa berdecak kesal dan mengeleng karena kelakuan konyolmu. Beberapa hari kemudian, teman kekasihmu sedang pergi bersamaku kemudian bercerita tentang hubunganmu dan kekasihmu itu, dan baru aku tahu kalian sudah tidak menjalin hubungan lagi. Pantas saja aku tidak melihat dia masuk pintumu lagi. Lucunya, ini tentangmu terus bukan? Aku memiliki teman-teman yang bercerita tentang orang yang sama sekali tidak ingin aku ketahui.

Dua bulan berlalu.

Aku mendapati satu pesan di media sosial yang kini melejit di kalangan kaum muda. Pesan itu dari orang yang tidak ku kenal. Pertanyaan singkat dari seorang pria yang intinya mengajak kenalan. Klise bukan? Bertanya siapa aku, rumahku dan semuanya. Awalnya ini pertanyaan yang membuat aku kesal karena masih tidak tertarik denganmu. Bagaimana bisa aku meladenimu dengan hati berbunga jika bukan kau yang saat itu aku suka. Tapi kau tidak berhenti membanjiri pesanku dengan pertanyaanmu itu. Bodohnya aku meladenimu. Beberapa ajakan darimu berulang-ulang ku tolak. Sampai akhirnya rasa tidak enakku mengiyakan ajakanmu, mulai ajakan antar jemput, ajakan makan malam hingga menjadikanmu tamu di rumah dan memperkenalkan kau kepada orang tuaku. Mereka sangat menyambut baik dirimu dan sangat menyukaimu, tapi ternyata itu adalah awal mulanya luka ini bermulai. Waktu terus berjalan hingga satu kalimat terlontar dari bibirmu, kalimat yang membuat aku bimbang dan aku sangat membenci saat-saat seperti ini. Aku datang ke pelukan wanita kuat bernama ibu, untuk mendapatkan nasihatnya dan ibuku memberikan kepercayaan kepada kau untuk menjagaku. Sejak saat itu gembok di hatiku terbuka, satu orang sudah mengisinya yaitu kau. Setelah hari itu, kau sering bermain ke rumahku. Begitupun aku, kau memberikan kunci emasmu itu padaku dan sering menyambutku di rumahmu. Aku sering datang membawa sarapan karena mengkhawatirkanmu. Berkeliling rumahmu sekedar mencari tahu seperti apa dirimu. Aku sering menghabiskan waktu di rumahmu, menghabiskan secangkir teh hangat di kala hujan. Atau menghabiskan waktu mendengar cerita dan kelakarmu yang justru sangat-sangat ku rindukan.

Suatu saat tanpa terduga aku melihat ada wanita lain datang ke rumahmu, aku tidak tahu sejak kapan dia tertarik oleh magnet yang terpancarkan dari daun pintumu itu. Dan baru aku tahu ternyata kau membuat kunci duplikatnya dan memberikannya kepada si wanita itu. Awalnya, dia hanya sekedar mampir menyapamu di pagi hari kemudian membawakan secangkir coklat panas untukmu, kemudian kau menyadari bahwa kau bahagia. Lebih bahagia bersama dia tanpa meninggalkan yang aku tapi hanya melupakan sesaat atau mungkin selamanya. Kau terjebak ketika aku mendapatimu membawa si wanita masuk ke rumahmu, kebingungan menyelimutimu. Kau mengatakan bahwa kau mencintai kami. Bentuk panggilan jamak yang aku benci keluar dari bibirmu. Melihatmu hanya diam di depan pintu rumahmu sangat menjengkelkan, tanpa alasan kau meminta maaf atas kelalaianmu. Tapi wanita yang sedang berada di rumahmu tidak mengikutiku untuk menyudutkanmu, hingga akhirnya kau menutup pintu elokmu itu sambil berkata maaf. Waktu berhenti seraya otakku mencerna apa yang terjadi. Tanpa sadar kau melukaiku, mengusirmu dari rumah yang dulu sering ku singgahi. Ternyata pintu elokmu itu sengaja dibuat untuk memanggil semua orang mendekat dan mengetuk pintumu, maka senyuman manismu akan kau berikan pada wanita yang mengetuk pintumu dan mempersilakannya masuk. Seperti itu terus, tanpa henti. Kau hanya akan menyakiti banyak orang dengan terus memasang pintu itu, tanpa sadar itu pun akan menyakiti dirimu sendiri kemudian rasa bersalah akan menghantuimu. Ternyata pintu elokmu itu rapuh, mudah diketuk dan dimasuki orang lain. Pintu rapuh itu bernama hati, ya hatimu.

Maka jaga baik-baik pintumu, jika tidak, kau akan menyakiti banyak orang – termasuk dirimu sendiri, juga rasa bersalahmu.

Wednesday, 9 July 2014

patahan 4

I still haven't courage to tell the truth, but I won't hear anything about him, I am sorry mom :(

Patahan 3

"Siapa yang menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati" - Al Baqarah 112

ya allah kuserahkan semua hatiku, aku tahu engkau maha adil, aku yakin kau akan menyembuhkan luka ini dengan mudah.

Believe it, Allah never leave us, just put your trust to Allah

Yang Indah Belum Tentu Baik

yang indah memang belum tentu baik, jangan membanggakan keindahan yang kita punya mungkin saja itu akan jadi bumerang yang berbalik melukaimu.
percayalah, Allah sedang mempersiapkan keindahan yang bahkan tidak dapat kau bayangkan. hanya masalah waktu, tunggu saja dan bersabarlah.
sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar

What if?

"What and if
are two words as non-threatening as words can be, but put them together side by side and they have the power to haunt you for the rest of your life " - Letter to Juliet

what if? seandainya? ya mengandai-andai memang indah jika kebahagiaan yang kamu andaikan. tapi bagaimana jika what if sebagai frasa pengungkapan penyesalan? menyesal dan berkata seandainya saya tidak begini maka saya tidak akan begitu. penyesalan memang datang terlambat bukan? dan frasa what if benar-benar hanya membuat diri kamu terjatuh terhadap luka yang dia goreskan.

Tentang Kepercayaan dan Kecewa

Ternyata menjalin suatu hubungan itu sulit, kepercayaan yang menjadi benteng justru dengan mudahnya dihancurkan. layaknya menara pasir yang terhempas gelombang laut. dengan sulitnya meyakinkan diri sendiri bahwa hubungan itu tentang kepercayaan dua insan yang menjalani. Tapi sayang, lain di lidah lain di tingkah laku. Kepercayaan yang perlahan dibangun dengan sulitnya semudah itu dihancurkan oleh kebohongan fatal menyisakan isak dan luka. Luka akibat hancurnya kepercayaan ternyata berdampak besar kepada kehidupan selanjutnya dan seberapa besar kamu tenggelam dalam kehancuran itu kemudian berusaha bangkit untuk melupakan kehancuran.
maaf tidak bisa membuat kepercayaan itu kembali seperti semula, kebohongan fatal justru menyisakan luka yang dalam. Seharusnya dari awal menyadarinya, jangan pernah bermain-main dengan cinta jika tidak mau luka yang tersisa.
kamu tidak akan mengetahui bagaimana rasanya hancur ketika kepercayaan yang dibanggakan dihancurkan oleh kebohongan, lebih tepatnya omongan manis bak lantunan kata Kharil gibran yang terlontar ternyata semua sia-sia?
ternyata kisah klasik tentang pengkhianatan cinta dengan mudahnya datang tanpa diundang,kemudian mengorek-ngorek hati hingga tak ada kenangan manis yang tersisa. hanya tinggal sebuah kenangan berdarah yang sudah dinodai rasa kecewa. seorang wanita sangat peka tentang perasaan, sangat rapuh jika kamu menyakitinya. jangankan dihancurkan kamu senggol sedikit saja tidak akan tahu dampak dari perbuatanmu.

Patahan 2

Do you have ever tried sleeping with a broken heart?
because I do, and it happen now

Patahan 1

sakit itu bisa membuat kamu lebih mulai bersyukur dan berterima kasih kepada Sang Pencipta

Hai pecinta wanita penyisa luka



Teruntuk kamu sang pemberi luka 

Bagaimana kabarmu? Kurasa baik-baik saja bahkan setelah luka yang kau goreskan ini kamu tetap berada pada posisi nyaman kan?

Ingin kutekankan padamu bahwa surat ini kemungkinan besar tidak akan kau baca, aku juga tidak berharap kau membacanya, aku hanya berharap pembaca setia membacanya terutama untuk tuan-tuan pecinta wanita yang entah mungkin suatu saat akan memberi luka pada wanita yang dia cintai dengan alasan yang sama tidak masuk akalnya bagi kami. Dan aku berharap wanita dimanapun dapat membacanya, hingga tidak ada lagi pengkhianatan dalam cinta lalu menjadi korban selanjutnya.

Klise bukan kisah tentang cinta? Cerita shakespeare yang membalut romansacinta menjadi nyata yang kemudian membuat penikmat kisahnya mengulang cerita yang sama dalam versi modern. Atau kisah dua insan yang memadu asmara lalu membangun kepercayaan dalam rajutan sebuah hubungan. Atau mungkin saja kisah kharil gibran yang menuturkan kisah dengan balutan kata manisnya?
Cinta dan kesedihan ternyata berjalan beriringan, entah kapan dia akan membawamu. Mungkin ketika cinta datang lalu cinta pergi dan memberi segala kepiluan yang menyisakan luka? Bukankah dalam setiap kisah ada hikmah dibaliknya? Bahkan penulis saja bisa menyelipkan hikmah dan pelajaran penting tentang hidup dalam barisan kata yang dia tuliskan.

Hai kamu penyisa luka, bisakah belajar untuk bersyukur terhadap apa yang kamu miliki? Bukan bermaksud menyinggung hanya saja ini membuatku membenci kata maaf yang terlontar dengan mudahnya. Datang membawa cinta lalu menyeret lebih dalam untuk membuat kami sang wanita mulai mencintai kemudian menemukan wanita lain dan dengan mudahnya kau memberi cinta kepada mereka, menyeretnya lebih dalam kemudian mendapati dirimu posisi yang tidak menguntungkan ketika mereka mendapati dirimu dengan manisnya yang mengguyur mereka dengan kata sayang justru menjatuhkan mereka ke jurang.

Berdalih? Itu keahlianmu bukan?belajarnya untuk bersyukur dan belajarnya untuk tidak membagi hatimu tidak mencintai dua wanita sekaligus. Memiliki dua wanita sekaligus bukankah itu namanya serakah? Tentunya kamu tidak mau menjadikan namamu terkotori bahkan walaupun dengan tingkah lakumu sendiri. Hanya maaf dan penyesalan yang akan terlontar dari mulutmu itu. Tapi maaf dan rasa sesalmu tidak dapat membangun lagi hati yang telah hancur. Rasa kecewa itu berdampak besar bagi kami, tuan.
Tidakkah itu terlalu jahat untuk kami para wanita dengan segala kerapuran hatinya?ahh sudahlah, menjelaskan perasaan wanita tidak akan berdampak besar pada kehidupanmu. Hanya saja wanita bukan lahan yang bisa kau tebarkan bibitnya dimana saja. Kamu tidak bisa bermain dengan perasaan kami. Tidakkah kau tahu bahwa hati wanita sangat rapuh? Tidak pernahkah kau mendengar bahwa wanita sangat sensitif terhadap perasaan?

Hai tuan penyiksa batin, pernahkah kau berpikir untuk menggantikan dan merasakan kepiluan yang telah kau timbulkan ini?pernahkah kau mencoba sedikit saja mengerti? Pengertian adalah pelajaran tersulit yang kau terima dalam hidup ini bukan?
Hai kamu penyisa sesak, aku bahkan membenci kata manismu itu. Aku bahkan membenci alasanmu untuk mencintai dua wanita atau lebih. Wanita bukan boneka yang bisa kau permainkan, bukan barang yang bisa kau raih dengan mudah lalu pergi mencari barang yang lebih bagus lalu melepaskan barang pertamamu. Tidakkah itu adil? Yang pertama kamu raih justru yang pertama kamu tinggalkan. Tapi itulah kamu bukan? Mendua adalah keahlianmu bukan? Sesak rasanya mendapati dirimu hancur lebur hanya karena kisah memilukan.

Hai tuan pencinta wanita penyisa luka, belajarlah untuk tetap bersyukur dan belajarlah dari pengalaman ini bahwa hati wanita tidak bisa dengan mudah kau permainkan. Cinta bukan fase dimana kamu bahagia ketika menyukai yang pertama lalu pergi mencari yang kedua, lalu meninggalkan dan merelakan salah satu dari mereka untuk pergi atau lebih tepatnya mengusir yang pertama dan mempertahankan mereka yang baru datang.

Teruntuk kamu tuan penyisa luka yang sedang bahagia menjalani kisah baru dan melupakan kisah lamanya. Terima kasih telah mengajari kami bahwa kami adalah makhluk mulia yang diciptakan Tuhan dengan segala kerapuhan hatinya sehingga kami tidak menggantungkan perasaan kami padamu lagi, tuan. Terima kasih atas rasa sakit yang kau timbulkan, Tuhan tahu apa yang terjadi biarkan Tuhan yang membalas perlakuanmu terhadap kami. Selamat tinggal dan selamat memulai kisah baru yang justru menyisakan luka bagi kami.

Thursday, 3 July 2014

Don't judge People by Cover

Sedikit cerita setelah panjangnya hari ini. Sepulang teraweh di Al ihya saya dan adik saya tiba2 mengalami cobaan kecil dari Allah yaitu mogoknya motor di lampu merah pertigaan pasir kuda. Beberapa kali dicoba starter tetep aja ga berhasil sampai akhirnya saya berusaha jalan ke sebuah warung kecil yang disana ada bapak2 yang sedang berdiri di didekatnya. Saya tanya "permisi pak, mau tanya bensin eceran di sekitar sini yang deket dimana ya pak"
Dia jawab "ga tau sih, tapi ada pom bensin sebelah masjid mba" sambil terus melihat gadgetnya.
Sebenernya emang ada pom bensin sekitar kurang lebih 50 meter lagi, tapi jarak tersebut jika harus mendorong motor berdua melewati lampu merah betapa sulitnya, akhirnya kita urungkan niat itu.
Dari sekian banyak orang yang lewat dari yang pulang teraweh dengan pakaian rapihnya mereka sedikitpun tidak melirik. Ternyata susah juga mendapatkan pertolongan dari orang lain di jaman egois ini. Sampai akhirnya ada laki-laki bercelana pendek, beranting dan bergelang pokoknya tampilan berandalan yang memberikan kesan pertama yang buruk ternyata dia mau nolongin kita. Sampai akhirnya dia ambil motornya dan membonceng saya untuk mencari bensin eceran. Dua hal yang saya yakini pertama Allah memberikan cobaan kecil dan ingin kita berikhtiar sebanyak mungkin dan sabar. Kedua, Allah mengirimkan seseorang yang memiliki kesan pertama buruk dari tampilannya dan ingin kita mengubah mind set kita bahwa don't judge people by cover :) Terima kasih oh Rabb ternyata engkau memberikan sesuatu indah pada waktunya dan membuat saya untuk berpikiran positif terhadap sesuatu yang seringkali saya pikir negatif. Terima kasih untuk hari ini Rabb :)

Media Massa jadi Ajang Kampanye Politik

Media massa merupakan salah satu tempat ajang kampanye politik yang kerap digunakan para Calon Presiden yang saat ini sedang gempar-gemparnya meminta dukungan dari para rakyat. Namun satu yang mengherankan, bisakah media massa menjadi anti capres lain dan membanggakan capres yang mereka dukung? menyuguhkan berita baik dari capres yang mereka dukung namun di sisi lain menyuguhkan berita buruk dari capres lainnya? memberikan informasi dominan dari capres yang mereka dukung? Seolah menunjukkan anti dari capres tersebut?
Komisi Penyiaran Indonesia menyatakan bahwa sejumlah stasiun televisi milik petinggi partai politik yang cenderung memihak kubu Calon Presiden dan merugikan masyarakat. Seperti Metro Tv yang dimiliki oleh Ketua umum Partai Nasional Demokrat – Surya Paloh yang mendukung Capres Jokowi – JK, sedangkan TvOne dan ANTV yang dimiliki Ketua Umum Partai Golkar yang merupakan koalisi capres Prabowo – Hatta.
RR. Ardiningtiyas Pitaloka dalam tulisannya mengatakan bahwa ada 4 pengaruh media dalam politik bagi masyarakat yaitu penambahan informasi, kognitif, perilaku memilih dan system politik. Media massa sebagai sarana penambah informasi diperoleh karena masyarakat kerap mendapat informasi dari media massa seperti media cetak atau media televisi. Menurutnya, media memiliki kemampuan untuk mengatur masyarakat lalu mengarahkan masyarakat untuk memikirkan hal-hal yang tersaji dalam menunya bukan apa yang sebenarnya terjadi di sekitar masyarakat itu sendiri. Media massa berperan mempengaruhi perilaku masyarakat untuk memilih, Ardiningtiyas Pitaloka menyatakan bahwa pengurangan jumlah suara bagi pihak yang kalah sangat dipengaruhi kuat oleh isu-su panas yang disajikan oleh media massa tersebut.
Pada kenyataannya media massa memang mempengaruhi opini publik. Contohnya Teman media social saya mengirim pesan pada satu komunitas menulis yang isinya bahwa Ia termakan sajian berita-berita yang mengisukan salah satu capres.
“ masih mau milih Prabowo setelah banyak kasus Prabowo yang diberitakan Metro Tv? ”
Di Negara-negara demokrasi media massa dan pers dianggap sebagai kekuatan keempat setelah trias politica (legislative,eksekutif, yudikatif). Betapa besarnya pengaruh media massa dalam menggoyangkan opini public sehingga media massa bisa menjadi tempat untuk kampanye para capres.
Terlontar sebuah pertanyaan dari saya di grup WhatApp Koran Kampus “Sebenernya metro tv ngungkit2 kesalahan prabowo punya niat terselubung ga? Atau mereka memang berperan sebagai pres atau memang mereka menunjukkan anti prabowo? ”
Satu yang terlintas dipikiran saya bahwa media massa dan pers harus bersikap netral dan tidak melulu memberikan isu buruk pada capres yang tidak mereka dukung dan sebaliknya. Salah satu kakak kelas saya menjawab pertanyaan saya bahwa itu hal yang biasa sebagai media partner capres Prabowo - Hatta didukung TvOne, ANTV, MNCtv, RCTI sedangkan Jokowi didukung oleh Metro tv. Walaupun kecondongan media massa dalam mendukung capres tersebut sangat jelas terlihat, alangkah baiknya jika masyarakat mencari tahu lebih lanjut berita atau isu terkait capres yang diberitakan.

Everyone can writing

Saya selalu percaya bahwa setiap orang bisa menulis. Merangkai kata demi kata yang dibangun oleh hati yang berbicara dan otak yang membantu mencari kata yang dibutuhkan. Untuk Menulis tidak hanya seseorang yang berasal dari jurusan sastra saja yang bisa. Karena bagi saya ketika hati yang berbicara maka sebuah tulisan dapat dengan mudah dibuat.
Contohnya saja saudara saya bernama Jeanete yang saat ini menduduki bangku kelas 3 SD, dia menunjukkan dengan malu-malu sebuah tulisan bermajas.
Ini kutipan dari tulisan dia
"Sebenernya mata hati tidak bisa dibuka hanya seseorang yang tulus dan baik yang berhasil membuka mata hati, mengapa hati tidak menerima yang suka, jodoh memang ditangan tuhan, jodoh dan hati menyatu karena seseorang itu tulus, pembuka hati sebagian juga dari malaikat penusuk cinta(baby angel love) menusuk satu sama lain masing-masing. Setengah meteor hati yang menimbulkan suka antara cewe dan cowo , kalau dia memang pembohong meteor itu akan hancur seperti gelas yang pecah tidak sengaja.andaikan saja itu baby angel love menjerit dan menangis bagaikan meteor itu hilang satu dan sia2 jadi tunggulah pembuka hati itu"
Ini tulisan kedua dia
" bisakah? Seseorang melihat orang yang benar? Mencintai kita, kita bisa melihat seorang tapi tidak hatinya, kalau ini memang benar2 mencintai. Lihatlah tatapan matanya senyum terpaksa, bohong, senyum ikhlas, benar? Yakin. Dimatamu aku tak bermakna artinya hanya ingin dia membutuhkannya. Jika berbohong sama temannya. Serpihan kristal yang membentuk hati yang harus dicari jadi menyatu jadi cinta sejati"
Awalnya saya tertawa terbahak-bahak bukan karena mengejek tapi lebih terkesan kagum dan tidak percaya karena untuk anak SD yang belum belajar majas dan paragraf analogi dia bisa mengemasnya menjadi tulisan yang unik. Dia pandai memilih kata untuk menggambarkan suatu perasaan.
Satu pertanyaan terlontar dari saya
"Janet, ini pengalaman pribadi?"
Dia jawab tidak. Dia hanya membayangkan apa yang ingin dia tulis. Satu kesimpulan saya dia bisa menulis, dia memiliki bakat menulis hanya perlu berlatih lebih banyak.
Dan kenyataannya semua orang bisa menulis, merangkai kata demi kata untuk menjadi sebuah tulisan. Hanya perlu berlatih dan berani mempublikasikan. Teruslah menulis bagi kalian yang senang berbagi pengalaman atau pandangan karena kita tidak akan tahu dibalik tulisan kita nantinya mungkin saja bisa membuahkan hasil :)


Happy reading :)