Saturday, 3 December 2016

Film dan Drama Korea Semakin Populer Di Dunia, Bagaimana Dengan Di Indonesia?


Sumber: drama-korea-terbaru.jadwaltelevisi.com
Kebangkitan film layar lebar Korea nampaknya tinggal menunggu waktu saja. Beberapa puluh tahun yang lalu kita melihat bagaimana China dan India sudah berhasil membanjiri dunia perfilman Internasional, selain Hollywood tentunya. Beberapa film layar lebar produksi China berhasil masuk salah satu deretan film paling banyak ditonton oleh masyarakat dunia.

Beberapa diantaranya yang cukup sukses seperti “Crouching Tiger Hidden Dragon II: The Green Destiny” yang memiliki budget produksi yang sangat besar (mencapai $17 juta). Bahkan sekuel film ini yang meluncur di tahun 2016 dengan judul “Crouching Tiger, Hidden Dragon: Sword of Destiny” yang sukses meraup penjualan tiket sebesar $200 juta.

Meskipun saat ini masyarakat dunia sudah mulai melihat bagaimana menjamurnya serial drama Korea di seluruh dunia, namun untuk urusan film layar lebar Korea masih belum terlalu menunjukkan tajinya.

Indonesia sendiri juga pernah mengalami gelombang K-wave yang cukup besar beberapa tahun yang lalu, beberapa drama korea menghiasi tayangan jadwal acara televisi nasional dan sempat menjadi booming. Salah satu stasiun TV yang gencar menayangkan serial drama Korea yang populer pada saat itu adalah Indosiar. Namun anehnya saat ini sepertinya tidak banyak stasiun TV nasional yang menayangkan serial drama Korea sebagai bagian dari jadwal program acara unggulannya, kecuali RCTI dan RTV.


sumber: pinterest.com
RCTI sendiri sempat menayangkan beberapa serial drama Korea pada jam tayang di siang hari, seperti serial “The Heirs”, “My Love From The Star”, dan yang paling anyar adalah “Descendants Of The Sun” yang sempat tayang 2 kali di jadwal RCTI. Namun sepertinya animo masyarakat Indonesia terhadap drama Korea tidak lagi seperti beberapa tahun yang lalu?

Apakah demam drama Korea di Indonesia sudah berakhir?

Sepertinya hal ini tidak serta merta bisa menjadi sebuah kesimpulan yang bisa dinilai semudah itu. Memang beberapa tahun terakhir ini ada banyak stasiun TV yang gencar menayangkan serial drama India dan Turki, sebut saja ANTV dan SCTV. Bahkan ANTV sendiri saat ini hampir 70 persen jadwal acaranya diisi oleh serial drama India dan Turki, mulai dari serial Anandhi, Thapki, Archana Mencari Cinta, Gopi, Lonceng Cinta, Mohabbatein, dan Bunga Yang Terluka.

Memang demam serial India sepertinya bisa diduga menjadi penyebab mengapa jarang ada stasiun TV yang sukses dengan tayangan drama Korea. Namun itu tidak sepenuhnya benar.

Stasiun TV memang tidak bisa sepenuhnya dijadikan ukuran mutlak untuk menentukan apakah sebuah tayangan populer atau tidak saat ini. Sebagian besar stasiun TV memang mengejar rating tayangan acaranya setinggi mungkin. Jadi meskipun sebuah acara memiliki penggemar atau penonton yang cukup banyak, namun tidak bisa mengalahkan acara dari kompetitornya, maka mereka akan menggantinya.

Hal ini yang kerap terjadi dan salah satunya dilakukan oleh RCTI dan SCTV. Beberapa serial drama yang ditayangkan akan segera dibungkus jika tidak bisa mencapai target rating dan sharing yang diinginkan. Akibatnya banyak penonton yang marah dan kecewa dan akhirnya mengambil jalur lainnya, seperti YouTube, TV berlangganan, atau menonton secara online/streaming. Nah, dari sinilah kita bisa mulai meneliti mengapa sepertinya drama Korea tidak booming lagi, dalam artian banyak ditayangkan di stasiun TV nasional.

Di jaman yang sudah mulai didominasi oleh internet, televisi bukanlah satu-satunya sumber hiburan yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Media hiburan berbasis video seperti YouTube misalnya. Bisa dikatakan masyarakat saat ini banyak yang lebih memilih untuk mendapatkan hiburan dari YouTube dibandingkan menonton acara televisi secara langsung. Selain karena lebih banyak variasinya, mereka juga diuntungkan karena tidak harus menunggu siaran favoritnya sesuai jam tayang acara tersebut.

Jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia juga semakin meningkat, akibatnya banyak orang yang sudah mulai beralih tingkat menjadi pengguna TV kabel alias TV berlangganan yang bisa menampilkan channel-channel luar negeri dengan lebih banyak. Salah satunya adalah channel-channel televisi korea yang menampilkan banyak sekali serial-serial drama Korea terbaru yang tayang saat ini.

Nah, dari sinilah kita bisa melihat bagaimana sebenarnya animo masyarakat Indonesia terhadap drama dan film Korea. Jika kita lihat bagaimana besarnya jumlah kunjungan ke media online yang menayangkan streaming drama Korea ataupun yang menawarkan link untuk mendownload film dan drama korea tersebut  (meskipun tidal legal), maka kita baru bisa melihat bahwa sebetulnya masih banyak yang menggemari drama Korea di Indonesia. Hanya saja mereka sudah beralih dari cara menonton yang konvensional di layar kaca televisi menjadi berbasiskan internet ataupun TV kabel.

Apakah anda salah satunya??

Tuesday, 29 November 2016

Drama yang sudah ditonton di tahun 2016

November hampir berakhir, Desember hampir tiba dan akhirnya pun kita akan memasuki tahun 2017 dimana bakalan ada drama korea baru, resolusi baru, drama korea baru, kehidupan baru, drama korea baru, tugas baru, drama korea baru, skripsi, revisi, seminar, sidang dan wisuda(amin) yang akan menghampiri (drama korea udah ditulis kan ya?wkwk). Btw jangan lupa awal tahun itu bagi yang beruntung ternyata dapet Hitouch dari Park Bo gum yang akan dateng ke Indonesia, selamat ya kalian yang bakalan hadir di Meet and Greetnya Bo gum, saya titip cinta aja deh buat dia. Eh jangan lupa juga bakalan ada GOT7 yang mengadakan konser di Jakarta. Selamat ya kalian yang bisa datang ke konser GOT7, ku titip cinta buat JB deh ya si pemilik suara tinggi, keras, kece, bagus, ah pokoknya manhi manhi joha, semoga kalian para fans sempat mengabadikan moment konser dan di share di youtube ya biar bisa saya kepoin hihihi.

Kalau kalian para reader melihat ke arah kiri, kalian akan menemukan widget cantik berisi drama-drama korea di tahun 2016. Jadi widget ini adalah kolaborasi alias kerjasama blog Official Diary dengan website jadwaltelevisi.com, cantik kan ya widgetnya? cantik dong pastinya? yang suka drama korea bolehlah tengok tengok dikit dan bisa liat trailernya juga kok, kalau kalian suntuk bisa tuh drama korea solusinya wkwk, kalau minta rekomendasi drama terbaik 2016 boleh juga kok.

Dan entah udah berapa banyak drama yang menemani hari-hari selama di 2016, dari yang bikin hari-hari saya yang sedih galau gundah gulana jadi bahagia tak terkira tapi ada juga yang malah buat galau dan susah move on. 

Berikut List drama saya di 2016 :
1. Januari : Cheese in the trap, Signal (belum sempet ditonton) 
     Cheese in the trap
Source : Asianwiki.com
     Signal
Source : Dramafever.com
2. Februari : Descendants of the sun, please come back mister
     Descendants of the sun

Source : Soompi.com

     please come back mister
Source : asianwiki.com

3. Maret : nightmare teacher
     Nightmare teacher

Source : Asianwiki.com
4. April : entertainers/ddandara
      Entertainers/ddandara

Source : Dramafever.com
5. Mei : another oh hae young, beautiful gong shim
      Another oh hae young

Source : Asianwiki.com
     Beautiful gong shim
Source : Asianwiki.com
6. Juni : Doctors, Wanted
      Doctors
KoreanDrama.org
     Wanted
Source : es.drama.wikia.com

7. Juli : uncontrollably fond (belum sempet ditonton), W-Two worlds, Incarnation of jealousy, Let's fight the ghost
     Uncontrollably fond
Source : Pinterest.com
     W-Two worlds
Source : Asianwiki.com
    Incarnation of jealousy
Source : Asianwiki.com
     Let's fight the ghost
Source : Dramafever.com
8. Agustus : Moonlight drawn by cloud (belum sempet ditonton), Cinderella and four knight, Scarlet heart Ryo
     Moonlight drawn by cloud
Source : Dramafever.com
     Cinderella and four knight
Source : Asianwiki.com
     Scarlet heart Ryo
Source : Asianwiki.com
9. September : Shopping king Louie, My gap soon (belum sempet ditonton), On the way to the Airport, K2 (belum sempet ditonton)
      Shopping king Louie
en.wikipedia.com
     My gap soon
Source : boxasian.com
     On the way to the Airport
Source : KoreanDrama.org
     K2
Source : Asianwiki.com
10. Oktober : Entourage korea (belum ditonton +ongoing )
      Entourage

Source : Asianwiki.com
 11. November : The Legend of blue sea (ongoing)
      The Legend of blue sea
Source : Asianwiki.com

12. Desember : First Seven Kisses (belum tayang)
      First Seven Kisses
Source :boxasian.com
Jadi ternyata ada 18 drama yang sudah ditonton #prokprokprok, 6 drama yang belum ditonton (Signal, uncontrollably fond, Moonlight drawn by cloud, My gap soon, K2, Entourage ) dan satu drama yang belum tayang (First Seven Kisses) tapi sangat sangat dinantikan. Sebagai KDramaLovers, menurut saya 18 drama tersebut punya keunikan sendiri, dan yang paling buat gagal move on, jatuh cinta, susah lupa adalah Scarlet Heart Ryeo. Yang paling buat kesel dan ambigu sama endingnya tapi mupeng pengen punya pacar sunbae adalah Cheese in the trap, yang paling bisa buat bahagia karena male leadnya yang bikin melting karena humoris + romantis + buat KDramaLovers kepo sama dunia tentara adalah Descendants of the sun, yang paling bikin parno karena banyak hantunya adalah Let's fight the ghost, yang paling bisa bikin baperin suatu hubungan percintaan adalah another oh hae young (pernah dibahas di oh hae young again-complicated love ), yang paling bisa buat jatuh cinta sama ahjussi dan jatuh cinta sama band ddandara+lagunya adalah entertainers, yang paling bisa bikin takjub karena ceritanya adalah W-Two worlds, yang paling bikin ketawa dari awal episode sampe ending adalah Shopping King Louie, yang bikin ketawa ngakak sampe guling guling adalah The Legend of blue sea. 
Duh 2016 ini indah banget ya, gimana gak indah coba hari-hari yang kusut dan mumet karena laporan dan deadline tuh jadi kembali bersinar karena ada Wang So, Kapten yoo si jin, Shin suk ho Daepyonim, Yoo jin sunbae, Bong Pal, Park Do Kyung, Louie, Kang Chul, dan Hoe Joon Tae ^^

Salam
KDramaLovers

Belajar jadi Guru

Jadi akhir-akhir ini gue dapet tawaran jadi guru privat anak SMA kelas 11. Tawaran ini datang dari mantan tetangga (dulu tetangga sebelah rumah, tapi sekarang karena udah pindah dan beda blok jadi ini sebutan baru ya). Sewaktu jaman gue SMA dulu tetangga gue yang notabenenya keduanya seorang guru SD sering minta bantuan buat ngajar matematika anaknya, pernah pula diminta bantuan input data, buat email dll. Jadi beberapa minggu lalu dateng ke rumah karena balikin buku adek, dan nanya ke gue masih inget tentang Kimia atau engga, so gue jawab inget dikit karena suka bantu adek ngerjain tugas. Akhirnya mereka minta gue buat ngajar anaknya (ngajar privat), sekitar dua minggu kemudian dapet kabar kalau jadwal privat itu di weekend, karena jadwal kuliah pun libur so gue mengiyakan. Sebenernya antara gak PD gitu ngajar karena udah beberapa tahun kan gak nyentuh pelajaran SMA wkwk. Apalagi di bangku kuliah gue gak pernah sekalipun ikut seleksi jadi Asisten Dosen ataupun Asisten Praktikum (Asprak), karena emang gak minat. Rasanya mengajar satu kelas full dengan mahasiswa sebanyak lebih dari 70 orang tuhh berat harus punya rasa sabar tingkat tinggi, belum lagi kalau kelas udah berisik dan gak konsen dengerin Asisten saat menerangkan huff. Jadi ketika banyak teman-teman gue jadi Asprak, gue memilih untuk cari kegiatan yang lain haha.

Hari pertama ngajar yaitu Kimia tentang Laju Reaksi, sebagai seorang guru otomatis harus kudu wajib hukumnya ngerti sama materi, harus matenglah intinya saat ngajar. jadi semaleman gue buka buku catatan adek [karena catatan SMA gue yang berwarna warni yang rapih lucu itu ilang sama adek, sad :( ], buku paket, dan belajar menjawab soal-soal. Tibalah saatnya belajar, well alhamdulillah akhirnya lancar, gak sia-sia belajar di SMA, fokus saat guru menerangkan di kelas, jadwal padet karena les di luar, belajar giat saat menuju UN dan SBMPTN. akhirnya cukup belajar sedikit pun masih ada yang nempel di otak sisa sisa SMA. Jadi, karena gue ini ambisius pake banget, moto hidup gue semasa SMA adalah "Jangan pernah menyerah, ingatlah ketika kau menyerah ada orang lain yang sedang belajar keras mendahuluimu" Pokoknya ketika kalian lelah belajar dan pengen menyerah, gue saranin jangan deh, insya allah gak rugi ilmunya, siapa tau bisa berguna bagi nusa dan bangsa beberapa tahun lagi wkwk.

Well selesai ngajar, akhirnya gue berbincang dengan ibunda dari anak private gue, dan beliau minta gue nyantai aja kayak dulu waktu gue SMA sering bantuin ngerjain PR anaknya. Terus beliau pula bilang sama gue kalau dulu pun gue pernah ngajar tetangga depan rumah gue yang notabenenya seangkatan sama gue cuma beda sekolah aja, sebenernya gue tuh gak inget dan gak ngerasa pernah ngajarin alias lupa ingatan -_- haha dan otomatis gue mengelak kalau gue pernah ngajarin tetangga gue, soalnya seorang Shalsa yang biasa aja masa sih pernah ngajarin orang yang seangkatan sama gue, kan gue gak pinter-pinter amat haha, tapi tetangga gue ini keukeuh bilang gue pernah ngajar tetangga gue itu. Akhirnya sepulang dari ngajar privat, gue cerita sama ibu dan ibu juga meyakinkan gue kalau gue emang pernah ngajar tetangga gue itu, kemudian gue merenung ( masa iya sih orang lain yang gak ngalamin lebih inget dibanding gue sendiri -_-, emang dasar ya lupa ingatan ini sih namanya, akhirnya gue cari-cari ingatan gue di folder otak gue #ceilah dan menemukan kenyataan kalau gue emang pernah ngajar tetangga gue itu #plak, BTW curiga gue lulus SMA dan ikut ujian SBMPT trus jatuh kejedot apa gitu ampe lupa ingatan wkwk -_-).

Seminggu kemudian, tibalah hari sabtu dimana jadwal gue ngajar tiba. Dan gue kira gue cuma ngajar kimia, jadi malem sebelumnya gue belajar Kimia dan buat rangkuman buat gue kasih ke anak privat gue. Eh jengjeng pas ketemu, ternyata doi minta diajarin Fisika. Rasanya beku seketika, rasanya perasaan gue kayak saat-saat ujian dimana gue belajar apa eh soal yang keluar tentang apa haha. Tapi tenang tetep pasang muka biasa tanpa adanya masalah, gue baca dulu buku paketnya dan coba menerangkan sedikit dan materinya itu tentang momentum impuls, tapi yey alhamdulillah bisa lancar ngajarnya, tapi kan tetep ya karena gak belajar dulu jadi gak PD. Kemudian selesai ngajar, gue nanya alias meyakinkan anak privat gue "kita mau belajar apa aja? Kimia fisika doang atau sama matematika? " dan doi jawab matematika mah masih lumayan ngerti jadi kimia fisika aja, jadi minggu berikutnya gue cuma belajar fisika sama kimia biar jaga-jaga aja sih haha, eh ternyata doi ngeluarin buku matematika jengjengjeng haha. entah kenapa kocak banget ini, baru aja pas berangkat gue nyeloteh sama adek, " gue malem belajar kimia, fisika eh ntar malah ngajar matematika lagi wkwk " eh celoteh gue jadi kenyataan ternyata ommomo wkwk. Tapi tetap dong, harus pasang muka tenang dan cool, gue baca buku paketnya bentar dan langsung mulai menerangkan, jadi materi yang gue terangin ini tentang Trigonometri yang banyak rumus cos sin tan gitu dimana sewaktu SMA gue sampe harus ngapalin ini rumus mati-matian dan masih aja ngapalin rumus sekalipun di angkot wkwk, kalau inget perjuangan menuju UN dan SBMPT tuh kocak, otak rasanya ngebul belajar mulu wkwk. So, gue belajar soalnya pun sekalian nerangin brow. Pulang-pulang ke rumah, antara gak kuat nahan ketawa karena kejadian itu. Akhirnya ibu bilang yang namanya guru harus bisa semuanya dong? so bener juga deh. Jadi inget sama guru-guru gue di SD, SMP dan SMA mungkin tanpa mereka gue gak akan bisa duduk di bangku kuliah di salah satu Universitas favorit di Indonesia yaitu IPB.

Tanpa guru SD gue gak akan bisa hafal tabel perkalian, tanpa guru SMP gue gak akan ngerti tentang hukum Newton, tanpa guru SMA gue gak akan ngerti tentang momentum impuls dan tanpa mereka gue gak akan ada di IPB. Dan dari mereka gue belajar gimana rasanya berusaha jadi orang bermanfaat dengan cara berbagi ilmu tanpa menggurui, dan akhirnya setelah sekian lama cita-cita menjadi guru gue pupus ditengah jalan akhirnya gue saat ini belajar jadi guru. Semoga kedepannya, gue tetep bisa jadi manusia yang bermanfaat, amin. Rasanya nano-nano ya manis asem asin gitu ternyata jadi guru, tapi gue menikmati kok. Well semangat shalsa! Keep fighting ^^

Sunday, 20 November 2016

Ketemu Drama dengan Alur yang Nahas Lagi!

Well, akhirnya gue berusaha mencoba bangkit dari galauin kehidupan Wang So dan Hee Soo (Efek jadi KDramaLovers yang rapuh), jadi gue iseng nonton drama Lee Jun Ki yang berjudul Two Weeks (belum bisa move on sepenuhnya sama aura bad guy-nya wang so -_-, cuma pelarian aja nonton drama lain wkwk). Sebenernya ini drama tahun 2013 cuma ya baru gue tonton, dan itu pun karena temen gue rekomendasi ini drama katanya sih bagus eh ternyata sedih bo! Dan gue berhasil kelarin drama sebanyak 16 episode ini dengan marathon drama selama 3 hari 2 malam.
Source : Asianwiki.com
Jadi drama ini bercerita tentang cowok bernama Jang Tae San yang mantan seorang gangster yang hidupnya cuma hura-hura ke diskotik tiap malam, suatu ketika mantan pacarnya, Seo In hye dateng dan minta tolong ke Tae San buat jadi pendonor sumsum tulang belakang buat anaknya yang berumur 8 tahun yang mengidap penyakit Leukimia Akut. Jadi Tae San ini ternyata bapak dari si anak yang minta pacarnya buat menggugurkan kandungannya 8 tahun lalu dan ninggalin luka yang sangat amat mendalam buat In hye #Tsah. Akhirnya si Tae san ini menyanggupi untuk jadi pendonor dan harus dioperasi 2 minggu kemudian, dan selama 2 minggu itu tubuhnya sama sekali gak boleh terkena ineksi ataupun luka eh ternyata dia terkait kasus tuduhan palsu pembunuhan dan harus dijebloskan ke penjara, tapi berhasil kabur dan berusaha memulihkan namanya lagi.
Selama 2 minggu tersebut, banyak perjuangan dari Tae San mulai dari tubuhnya kena tembak detektif, kelaperan di hutan, hampir dibunuh oleh suruhan seseorang (Terkait Senator dan pengusaha gitu deh), tapi sebisa mungkin dia gak mau sampai tubuh dia terinfeksi karena harus dioperasi dan mendonorkan sumsum tulang belakangnya. Alasannya melarikan diri dan menjadi buronan polisi pun karena bukan egois untuk diri Tae san melainkan karena mau menyelamatkan anaknya yang mengidap Leukimia.
Source : Xandddie.Wordpress.com
Sepanjang episodenya bener-bener bikin penasaran, dan sejujurnya ini drama yang serius banget tapi apalah daya gue liat jun ki ini bisa mengobati rindu gue pada Wang So wkwk, eh ternyata bikin tambah galau karena tingkat kegalauan gue bertambah selain galauin hidup wang so ternyata gue galauin hidup Jang Tae san pula -__-

Kemudian terkuak kenyataan kalau ternyata Tae san ini minta In hye menggugurkan kandungan dan meninggalkan In hye semata-mata karena diancam dan harus mendekam di penjara menggantikan seseorang, jadi Tae san ini TERPAKSA jadi cowok yang jahat. tapi sepanjang gue nonton ini drama, well kerasa banget kental banget perjuangan Tae san sebagai seorang ayah untuk menyelamatkan anaknya yang sakit walaupun berkali-kali terkena percobaan pembunuhan, diculik dan diancam oleh penguasa( si senator dan si pengusaha, well kesel banget ya sama tokoh orang yang mementingkan diri sendiri membuat dirinya kaya dan bahagia tapi diatas penderitaan orang lain, gak dipungkiri sih pasti kenyataannya banyak orang di dunia ini yang seperti si senator dan si pengusaha)

source : dramabeans.com
Walaupun berkali-kali bikin geregetan, tapi diakhiri dengan Soo jin (nama anak Tae san) yang berhasil dioperasi, dan camping bareng (Tae san, In hye dan soo jin). entah kenapa ya baru dua drama Lee jun ki sih yang udah gue tonton tapi dramanya bikin baper, dan nahasnya baperin hidup si lead male, ommomo keren banget deh ini aktor satu mendalami tokoh yang hidupnya nahas gitu dan bikin penonton sedih. Untuk yang suka drama serius dan detektif gue saranin tonton ini drama! bagus sih, iya bagus kok tapi ya gitu sepanjang perjalanan selama 2 minggu si Tae san jadi buronan kita sebagai penonton cuma bisa menitikkan air mata, sedih, galau, putus asa, khawatir, geregetan sama tiap tindakannya, heu pokoknya Lee jun ki jjang bikin hati gue tercabik-cabik, again! niat move on dari scarlet heart eh ketemu drama yang juga nahas walaupun endingnya bahagia sih.

Bonus picture


Wednesday, 9 November 2016

Re-Schedule Kegiatan, Re-Schedule Masa Depan

Ternyata waktu berlalu terlalu cepat, bahkan saat ini saya sudah menduduki tingkat akhir menuju tugas akhir, sesungguhnya ini membuat detak jantung saya berdetak terlalu cepat karena worried, saya ingin lulus tepat waktu, ingin semua dilancarkan hingga saya wisuda dan langsung mendapatkan kerja. Meskipun saya tahu pasti akan ada jalan terjal di depan sana yang bahkan belum saya tahu seperti apa, tapi semoga dan semoga semuanya lancar.

Yang saya inginkan saat ini adalah menyelesaikan kegiatan non akademik saya yaitu UKM Koran Kampus, saya ingin cepat selesai masa jabatan saya di sana, bukan karena muak atau apa tapi karena saya ingin mereschedule kegiatan saya, karena ada kegiatan jadwal mengajar privat anak SMA dan kegiatan non akademik di kampus ingin segera saya selesaikan agar tidak bentrok dan menginginkan saya ada di dua tempat dalam waktu yang sama, belum lagi saya ingin menjadwalkan les privat TOEFL ataupun bahasa lain, karena saya ambisius ingin pergi ke luar negeri, entah itu S2 atau sekedar berkunjung. Tapi keinginan saya besar untuk pergi ke luar negeri dan saya ingin bahkan harus ke sana, itu akan jadi tujuan saya saat ini, There's a will there's a way right?

Karena saya telah menduduki semester 7, dan mata kuliah yang saya ambil hanya sekitar 15 sks, maka di semester ini sudah harus memiliki topik penelitian, sehingga setelah menentukan topik penelitian dan dosen, alhamdulillah dosen yang saya inginkan untuk membimbing tugas akhir saya menerima saya. Berujunglah saya pada titik dimana bimbingan dengan Pembimbing Skripsi (PS) dan bahkan ada team lab, saya masuk lab Klimatologi, jalan awal saya yang ingin mengambil topik dan mendapat dosen sesuai keinginan saya alhamdulillah sudah terkabul. Selanjutnya, saya akan tetap berjalan dan semua keinginan masa depan saya harus bisa saya raih.

Dan pertemuan dengan Dosen PS sudah kedua kalinya, bahkan kami anak bimbingannya diminta untuk ikut kegiatan beliau dengan UNICEF, dan ini menjadi tujuan saya juga. Saya ingin menambah pengalaman di luar dan bertemu dengan orang-orang hebat di organisasi internasional. Saat ingin bertemu dengan dosen PS, saya berdiskusi dengan teman departemen saya sekedar bertukar pikiran dan curhat maybe, jadi dia bilang kalau tugas akhir dia ini seperti mempelajari hal baru yang gak kami pelajari selama kuliah 4 tahun, yes I totally agree! dan bahkan dosen PS saya ini bilang "selama kalian kuliah 4 tahun kalian hanya mempelajari kulit luar bahkan bisa dibilang seujung kuku gak ada apa-apanya karena informasi yang didapat hanya berdasarkan kurikulum dengan keterbatasan waktu, belajar yang sesungguhnya adalah di saat menyelesaikan tugas akhir ini."

Meskipun cuma kalimat pembangun, itu hal yang saya suka, akhir-akhir ini saya suka berbicara dengan orang-orang mengenai pengalaman mereka, karena mereka hidup lebih dulu dibanding saya dan lebih dewasa dibanding saya, maka saya suka kegiatan itu dan mendengarkan mereka dengan seksama. Bagi saya, pengalaman yang mereka bagikan adalah pengalaman berharga bagi saya karena saya bisa belajar dari pengalaman mereka. 

Bahkan saya mendapat kabar bahwa seminar proposal Lab Klimatologi adalah bulan Desember sebelum UAS, maka saya sangat sangat ingin segera menyelesaikan kegiatan saya di luar akademik, karena ingin fokus. Apapun itu, saya ingin mulai me-reschedule kegiatan saya agar waktu saya bermanfaat dan impian saya tercapai. amin

Welcome Back to My Official Diary

Akhirnya, saya kembali kepada buku harian yang udah menemani suka duka selama 6 tahun yes my official diary of mine my lovely blog!, ya ampun ga kerasa ngeblog udah 5 tahun walaupun isinya gak terlalu penting sih, tapi cukup bagi saya sebagai pelarian atau sebagai tempat recovery karena terkadang ada aja masalah atau uneg-uneg yang mungkin gak semuanya bisa tertumpahkan dengan cerita sama orang terdekat, so saya cari cara lain yaitu buat blog untuk menumpahkan semua gejolak di hati *ceileh gaya

Dari awal emang tujuan dibuatnya blog ini adalah sebagai diary dari moment, suatu pemikiran, atau hal yang susah buat saya lupa, jadi jangan heran kalau baca blog ini gak jelas. Sebenernya, semenjak saya masuk ke organisasi kampus di bidang jurnalistik, saya kehilangan keinginan saya yang suka nulis cerita yang mengkhayal like novel or cerpen. Bukan salah organisasinya, tapi saya terlalu fokus untuk selalu buat berita bagus seperti apa, bagaimana caranya berita saya itu sampai di otak para pembaca, apakah mereka mengerti apa yang saya maksud. Saya terlalu sibuk dan terlalu ambisius untuk mengejar mimpi saya sebagai seorang jurnalis. Karena sifat ini saya menjadi orang yang too serious, isi blog saya kalimatnya hampir baku semua padahal dulu saya cuma tulis apa yang ada di otak saya dan itu mengalir dengan bahasa dari hati saya. Bahkan semenjak saya masuk kuliah, saya jadi jarang nulis di blog atau sekedar jadi blogwalking, karena selain sibuk kuliah, tugas kuliah yang menumpuk dan ikut organisasi. Padahal banyak banget yang ingin saya tulis dan rasanya sesak ketika sebuah uneg-uneg tetep ada di pikiran kita.

So, karena udah terlalu lama blog ini diisi dengan kehampaan dan isi yang terlalu serius maka saya ingin kembali ke waktu tujuan awal blog ini di buat yaitu sebagai official diary saya, insya allah kalau ada waktu saya berniat bikin blog khusus drama korea atau kutipan drama korea, sekedar mencari tempat mencurahkan segala kegilaan korea saya.

By The Way, Welcome Back My Blog, I miss you so bad.

Tuesday, 8 November 2016

Si Rapuh KDramaLovers

Duh judulnya -__- haha jadi ceritanya gue lagi galau segalau-galaunya karena abis nonton Moonlovers alias Scarlet Heart Goryeo dimana pemeran utamanya adalah IU dan Lee Jun Ki (ga begitu suka sih sama lee jun ki, maksudnya ga sesuka kayak gue ke Lee Min Ho atau Lee je hoon wkwk), tapi karena ada IU makanya gue tonton. IU ini penyanyi cewek yang suaranya merdu bangetttt, terkesima sama suaranya pas di dream high eh lanjut suka lagu-lagunya terutama lagu ballad the Story I didn't Know yang emm banget, rasanya kalau kalian lagi galau terus dengerin lagu ini beuh mungkin bisa tambah galau kayak gue #Pengalaman.
source : google.com

Sejujurnya, awalnya gue gak begitu tertarik sama drama ini karena termasuk drama sageuk, jadi drama sageuk adalah drama sejarah masa lalu yang plot ceritanya tentang kerajaan, dan gue gak suka cerita kayak gitu karena terlalu serius. Satu-satunya drama sageuk yang pernah gue tonton adalah Faith itupun karena pemeran utamanya Lee min ho. Intinya sih drama sageuk ini gak jauh dari cerita perebutan tahta, pertumpahan darah, Ratu yang lebih dari satu beserta selir Raja, kemudian politik, politik dan politik bangetlah ( politik kampus aja bikin gue pusing, politik nasional aja bikin gue muak apalagi politik di jaman kerajaan, oh plis deh ) . Tapi kemudian Timeline twitter gue penuh dengan tangisan, galauan kdramalovers diluar sana yang merasa telah disakiti hatinya sama Writer nim drama Scarlet, sampe twitter yang gue follow yang isinya tentang korea korea pun mencurahkan perasaannya setelah nonton drama ini, dan sejujurnya bikin gue penasaran pake banget!! Belum lagi temen satu departemen gue yang Kdramalovers pun nanya ke gue apakah punya stok drama ini haha, dan temen korpus gue pun ikutan nonton ini, tambah bikin penasaran kan?. Dan siyalnya lagi, ketika lagi buka youtube dan mencoba cari hiburan dengan streamingan KBS, cuplikan ini drama muncul beserta editan ending yang diinginkan pemirsa yaitu happily ever after. Tapi Karena gue lagi ujian maka libur dulu nonton dramanya so gue tunda nonton ini drama, beres ujian? yang gue lakukan adalah buka laptop dan double klik folder Scarlet heart haha. Dari satu episode ke episode akhir yang bikin hati gue tercabik-cabik :(
source : google.com

Ini drama super duper menipu, awal episode bikin gue ketawa ngakak sambil guling-guling gak tahan sama kelakuan Hee Soo dan beberapa pangeran ganteng yang bikin gue rasanya pengen ada di jaman Goryeo wkwk ( eh tapi engga deh serem sama kehidupan disana yang ada gue bisa bisa jadi selir atau dayang hiks). Kemudian berubah jadi bikin penonton menangisi kehidupan Hee Soo dan Wang Soo, gak bisa gambarin di bagian mana yang pertama kali bikin hati gue mulai cekit cekit sih karena gue pun gak inget terlalu sakit karena kalau diinget ntar tambah sakit :( Duh rapuh! Sering banget ya entah kenapa gue kalau nemu drama yang awalnya bikin ngakak, trus endingnya tuh nyesek, ya atau engga bikin galau gak nonton drama baru tapi selama itu hari-hari itu diisi sama kepahitan drama sebelumnya.

Tapi pas episode 19 mulai tuh hati gue kerasa sakit ditambah alunan soundtrack yang rasanya tuh kayak lu yang alamin itu cerita haha, miris emang jadi kdramalovers yang hatinya rapuh, dikasih soundtrack ballad mendayu yang galau nangis, ceritanya sedih nangis, ceritanya tragis nangis, endingnya sedih nangis, pemeran utamanya mati malah galau sambil meratapi kenapa writer-nim sejahat itu bikin cerita wkwk.
Episode 19 akhir emang bikin hati kdramalovers diluar sana sedih dan tumpah air mata ( atau cuma gue ya yang kayak gitu? ) apalagi pas bagian ini ketika Wang So bilang putus karena ragu sama perasaan Hee Soo dia sangka kalau Hee Soo ini masih punya perasaan sama Wang Wook OMG kenapa sih Wang So gak percaya sama Hee Soo?? Kenapa bilang sayang tapi nyakitin, masih cemburu berlebihan dan minta pisah karena seseorang yang pernah ada di hati di masa lalu, wae wae wae??? #DaperDetected
Ditambah ending episode 19 yang bikin gue banjir airmata, dimana Hee Soo keluar istana karena harus nikah sama Wang Jung dan Hee Soo menatap istana dengan berlinangan air mata, and you know what? memang ya Soundtrack dari drama korea itu mempengaruhi feel dari suatu drama, ending ini diirringi soundtrack yang bikin gue tambah galau, belum lagi ada quotes penutup curahan hati Hee Soo yang bikin para KDramaLovers diluar sana mungkin ikutan meratapi nasib Hee Soo, kenapa sih sesayang itu sama Wang Soo trus sebuah pikiran yang juga muncul kenapa harus pisah karena masalah sepele itu? duh hubungan percintaan sulit ya, bagi kalian yang pernah ngerasain cinta kayak gini silakan puas-puasin nangis deh biar tambah plong gitu dan gak nangis dua kali wkwk.

" Jika aku tidak pernah bertemu dengannya, aku pasti tidak akan merindukannya. Jika aku tidak pernah mengenalnya, aku pasti takkan selalu memikirkannya. Jika kita tidak pernah bersama, aku pasti tidak perlu pergi. Jika aku tidak menyayanginya, aku tidak akan memiliki begitu banyak kenangan. Jika aku tidak mencintainya, kami tidak akan saling berpisah. Jika kita tidak pernah bertemu, kita tidak akan pernah bersama. Seandainya aku tidak pernah bertemu denganmu sama sekali - Hee Soo "
Ternyata yang sedih dan galau karena putus tuh gak cuma Hee Soo, tapi Wang Soo juga nangis di kamar Hee Soo, tuh kan makin gatel rasanya pengen bilang sama Wang Soo biar ngejar Hee Soo, jangan egois dong, apa atuh cewek mah setelah diputusin kan cuma bisa nangis :( #GalauDetected.
Lanjut episode terakhir, rasanya ini jadi detik detik terakhir gue melepas sesak di dada, tapi makin ditonton makin sedih dan galau, nan eotokhae?? Setelah menikah sama Jung, ternyata Si Wang Soo ini ngirim orang suruhan gitu buat mengawasi mereka, orang suruhannya ini bilang kalau kehidupan Jung sama Hee soo bahagia dan akhirnya karena gamau langsung percaya sama orang suruhannya itu, Wang Soo dateng langsung ke rumah kediaman jung Hee Soo tapi yang diliat Wang Soo ketika mereka lagi bahagia (kesel deh ih emang ketawa bareng dan flashback kenangan udah jadi bukti kalau perasaan seseorang itu berubah? kan engga. kenapa Wang Soo gak tanya langsung sama Hee Soo atau minta balikan gitu ) Akhirnya buat si Wang Soo marah dan gamau lagi denger tentang mereka, kemudian ada surat dari Jung yang ternyata isinya dari Hee Soo yang bilang kalau selama ini tetep Wang Soo dihati dia, tapi Wang Soo gamau buka padahal dia udah dapet banyak surat, sampai dia denger berita kalau Hee Soo meninggal dan baru baca isi suratnya euhh (Tuh kan baru nyesel, kenapa minta putus dan nyuruh pergi orang yang dia sayang sih ah elah). Ini jadi detik gue makin fiuh banget rasanya pengen teriak marah sama Wang So hahaha. ya walaupun di jaman Goryeo Hee Soo mati, tapi sbenernya rohnya Hee Soo itu adalah Hee Soo masa kini dan sayangnya gak ada Wang Soo yang reinkarnasi gitu ketemu di masa kini hiks makin galau.

Closing statement gue adalah sebenernya ini adalah drama Sageuk yang bagus banget dan gak bikin bosen karena setiap episode selalu bikin penasaran, tapi ya itu harus siapin hati aja menerima ending yang bikin nyesek yang bisa bikin hari-hari lo dipenuhi dengan Kesedihan Wang So menerima kepergian Hee soo dan meratapi nasib cinta dan kehidupan Hee Soo, Scarlet heart bukan drama sageuk yang tiap episode dipenuhi dengan kisah politik yang berat banget, ada sih kisah politiknya, keserakahan seseorang terhadap kekuasaan dan tahta tapi gak seberat faith, ini drama yang terlalu kental sama kisah cinta yang bikin baper. Ya walaupun rada ngeri sih sama pertumpahan darah dan kematian raja-raja yang bikin gue bergidik ngeri, atau keserakahan pangeran yang rela membunuh saudaranya demi tahta, pernikahan karena politik dan membuat raja punya banyak istri dengan alasan untuk memberi kekuatan dia memimpin heu -__- berat ternyata hidup di jaman dulu ya, salah sedikit hukuman mati, ada tuduhan gak ada bukti malah disiksa, kayaknya keadilan itu cuma milik raja yang nyatanya subjektif banget, kesannya kayak Raja selalu benar macam Tuhan. Tapi BTW jadi penasaran sama kisah asli pangerannya deh, katanya sih berdasarkan kisah asli macam faith gitu cuma dikasih bumbu bumbu aja biar manis asem asin, alasan gue ngulas ini drama sih karena pengen ngungkapin perasaan yang menggebu-gebu karena gak bisa cerita sampe berbusa sama semua orang jadi mending perasaan rapuh dan galau ini diabadikan via tempat curhat digital gue wkk. Jadi kepikiran pengen buat blog yang isinya kutipan atau sinopsis drama korea atau ulasan dari Drama korea gitu deh, tapi belum bisa dalam waktu dekat karena masih nunggu waktu gue kosong melompong, karena banyak banget yang pengen gue curhatin tentang Drama Korea beserta Soundtrack pengiring cerita yang T.O.P.B.G.T . dan saat ini Si Rapuh KDramaLovers ini sedang terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, tenggelam dalam lautan luka dalam duh yang punya saran buat move on ajarin dong, biar gak mengenang kisah pahit Wang So dan Hee soo nih.
source : google.com


Saturday, 29 October 2016

Berkelana Grand Indonesia ~

28 Oktober 2016


Jadi ceritanya, gue kejatuhan durian runtuh gitu dari karena dapet tiket nonton festival film Korea Indonesia di CGV Blitz Grand Indonesia(GI), nah tiket gratis ini gue dapet hasil ikutan kuis menjawab pertanyaan di kolom komentar Liputan6.co. Padahal komentarnya gak berbobot menurut gue sih, tapi malah menang haha, mungkin dewi fortuna lagi memihak gue kk. Tiket nonton ini sebenernya buat dua orang, kemudian mencarilah gue teman yang bisa menemani dalam suka dan duka nonton film korea ini #tsaah dan akhirnya gue pergi bareng Ka Tifa yeyee ^^
Dan karena sebelum nonton ke GI gue harus ambil tiket di gedung SCTV kemudian pergilah gue ke gedung SCTV di lantai 14 yaitu kantor liputan6.com, setelah dapet tiket langsung pergi naik ojek online ke GI. 
Setelah sampai ternyata perut melilit minta diisi, kemudian carilah tempat makan yang bikin hemat kantong dan gak bikin jebol karena mall GI ini tempat makannya muahal muahal, gak mau dong gue buat kantong gue diakhir bulan ini cekak? akhirnya muter muter dan menemukan tempat makan biasa yaitu KFC haha, kayak menemukan Oasis di padang pasir gitu #lebay!
Ternyata setelah melewati segala macam panasnya jakarta dan jauhnya bogor-jakarta ternyata ada ujian buat gue lagi, OMG. gue harus mengantri dan antrian ini memakan waktu 30 menit dan you know what?? ternyata nasinya masih dimasak dan membuat kita nunggu, dan nasi dianter nyusul sama waitersnya, eemm. finally nasi dan ayam gue dateng dan makanlah gue dengan kenyang. selesai makan langsung cuss deh ke Blitz.
Sesampainya disana, ada panitia juga dan gue tanya tiket ini tuh berlaku buat satu film atau bisa lebih dan ternyata cuma satu hiks, tapi kalaupun beli murah banget cuma 15 ribu rupiaah brow, kapan lagi nonton di Blitz dengan harga seharga pecel lele? wkwk
Karena masih ada waktu sekitar 2 jam akhirnya kita masuk ke pameran karya budaya indonesia di sebelah Blitz, seru-seruan disana dan foto-foto.


Kenapa murah? karena sebenernya acara festival film indonesia korea ini kerja sama antara perfilman korea Indonesia dan uangnya itu bukan untuk dikonsumsi pribadi, melainkan untuk disumbangkan ke organisasi sosial. 

Sebenernya banyak banget film yang bagus-bagus, kalau dari Indonesia ada Aisyah,  Filosofi kopi, Sabtu bersama bapak, Jilbab Traveler dan I love you from 38000 feet. Sedangkan Film Koreanya yaitu the age of shadows, La Bayadere, Train to Busan, Time renegades, the boy who cried wolf, the last empress, phantom detective, one way trip, seondal, wailing, operation chromite, himalayas,worst woman dan masih banyak lagi. Lumayan kan banyak banget film bagus. gimana gak banyak yang tertarik ? 
Ada beberapa film yang bikin gue penasaran yaitu One way trip dan phantom detective, dan kedua film ini diputar hari jum'at tapi sayangnya one way trip ini jam tayangnya jam 18.20, so gue memilih phantom detective. Tau sih siapa pemainnya yaitu pangeran tampan Lee Je Hoon dan Go Ara, gue tau film ini karena kebetulan ada satu episode running man dimana mereka bintang tamu dan lagi promosiin film, karena emang udah tertarik gitu sama Je Hoon yang umurnya 30an tapi muka masih manis kayak madu+gula. Bahkan gue sampe download drama terbaru dia Signal dimana dia jadi detective juga, tapi sayangnya sampe sekarang belum ditonton haha. 

Karena ga terlalu tau jalan cerita ini film, gue sih pasrah kalau filmnya ternyata gak seru. masih menit-menit awal gue gak mudeng sama jalan ceritanya bahkan gue gatau ini setting tahun berapa, ditambah suaranya yang bising banget haha, tapi yang bikin betah adalah seringai lucu tampannya lee je hoon dan hadirnya anak-anak menggemaskan yang bikin ketawa ngakak. kemudian gue menikmati ini film ya walaupun jujur sih ini film terlalu berat dan serius sedangkan gue tipe orang yang suka cerita romantis mellow gimana gitu wkwk. Dan walaupun ini film sangat serius dan bikin mikir ya layaknya film sherlock holmes gitu deh, tapi bikin ngena di hati gue dan bikin susah move on. OMG gue bahagia banget nonton film ini, padahal sangat berharap kalau lee je hoon oppa ini yang dateng ke Indonesia tapi yasudahlah yaa mungkin doi sibuk #berusahatabah
Selesai ini film, gue masih bengong berusaha nyimak inti dan jalan ceritanya, gue pun akhirnya tanya ka Tiffa dan ka Tifa jelasin lagi ke gue isi filmnya. Akhirnya gue bertekad untuk download ini film di rumah (semoga ada) karena kalau film serius gini bikin gue pengen ulang nonton haha.

Selesai nonton, temen ka Tifa dateng dan kenalan lah gue sama dia namanya ka Olan, dan orangnya seru dan lucu. Ka Olan ini CS di bank Mandiri, trus selesai itu kita dinner dan beli kosmetik. Pokoknya seru banget ketemu kaka yang satu ini sampe gue tanya-tanya ke dia pengalaman kerjanya.

Intinya sih walaupun pegel, pulang malem, dicariin ibu karena baru sampe Bogor jam 11 malem, tapi gue puas bangett ngehibur dirinya, karena semacam moody menyerang dan itu gak enak banget buat males doing anything. Makasih ka Tifa udah bersedia menemani aku melihat Lee Je hoon oppa meski cuma dari layar haha. Makasih meluangkan waktu padahal lagi skripsian uuuu nomu nomu saranghae ^^

Bonus picture, pangeran tampan Hong Gil Dong Lee Je Hoon ^^


Tuesday, 25 October 2016

Berdamai dengan Masa Lalu


Source : thegrovecog.com
Tak mudah membangun kembali dinding yang kokok layaknya benteng yang kuat agar tidak rapuh dan mudah dimasuki sembarang orang.
Rasanya lama berusaha untuk menjadi kuat namun semua terkalahkan dengan rasa sakit, kenangan, dan air mata masa lalu yang cukup menggetarkan hati
Berusaha berdamai dengan masa lalu
Sudah berapa lama berdiam diri menjaduh dari kerumunan orang yang berbicara tentang cinta dan luka?
Aneh rasanya ketika hati yang sudah mendingin layaknya lapis es ternyata mencair karena satu kenangan di masa lalu
Ternyata kamu tak cukup kuat untuk berada pada detik bernama nostalgia
Rasa sakit kembali mencuat ketika ukuran kenangan kembali muncul di bayang-bayang kehidupan. Meski samar, rasa sakit itu masih sama
Cukup membuat butir air mata jatuh deras layaknya hujan
Bagaimana bisa selama ini berdiam diri menjauh dan menyimpan rasa sakit dan amarah begitu lama? Rasanya seperti menyimpan seonggok daging yang semakin lama kamu menyimpannya semakin tak enak rasanya
Padahal sebuah kenangan dapat membuat kamu menjadi dewasa, rasa sakit membuat kamu tahan dengan pahitnya kehidupan, sehingga ketika ada saat-saat dimana kamu terjatuh tak akan butuh waktu yang lama untukmu bangkit.
Berdamai dengan masa lalu

Happy Graduation Masjaw

Akhirnya setelah sekian lama, kakak korpus yang satu ini wisuda juga. Kakak yang selalu ada buat korpus, dari mulai jaman gue masih jadi anak magang korpus, orang yang bener-bener ngajarin nulis berita yang bener, editor terbaik yang pernah ada karena berita yang gue tulis itu gak serta merta cuma diedit dan diposting tanpa tahu letak kesalahan gue dimana, tapi justru ngajarin gue tentang tulisan piramida terbalik, lead dan sebagainya. Kakak terbaik yang bisa dijadikan diary berjalan, karena kadang sering banget ada uneg-uneg dihati dan ada seseorang yang bikin emosi karena bossy-nya kemudian ka fahmi alias masjaw inilah tempat dimana gue mencurahkan itu semua haha.
makasih loh ka, bisa jadi kakak(oppa terbaik) yang pernah ada.
Seneng sih akhirnya kakak yang satu ini wisuda dan pake toga, tapi kok sedih ya haha. ternyata gak cuma gue yang merasa sedih karena masjaw udah wisuda haha. Karena baik, ramah dan bikin anak-anak korpus nyaman sih makanya jadi sedih ka. BTW selamat wisuda masjaw, semogaa makin lancar kedepannya yaa, dilancarkan cari kerjaan dan jodohnya wkwwk.

Monday, 24 October 2016

New Experience Has Come~


yey setelah sekian lama gak kontribusi menulis di gensindo akhirnya dapet kesempatan nulis dengan tema Komik. sejujurnya, saya gak terlalu paham tentang komik ataupun manga. Manga yang saya baca cuma Conan, doraemon, donal bebek wkwk. Dan kebetulan saya lagi-lagi kebagian angle 1 yaitu komik konvensional Vs Komik digital. Apapula ini? saya bener-bener gak tahu sampai akhirnya saya minta saran dan minta gambaran seperti apa itu komik dan manga ke Ka Tifa. Ka tifa ini kakak korpus angkatan 10(angkatan sama dengan saya) yang deket banget sama saya. akhirnya dikasihlah  gambaran tentang komik dan manga, intinya sih saya minta saran biar ada gambaran mau arah tulisannya seperti apa. Dan lagi-lagi kerja dibidang jurnalistik itu intinya belajar karena walaupun gak mengerti tema yang mau kita tulis, tulisan itu tetep harus jadi dan bukan tulisan asal-asalan karena bisa gak akan naik cetak kalau si jurnalis buatnya asal. So, saya baca-baca artikel yang memuat tentang komik konvensional dan komik digital. Dan saya juga cari narasumber dari mulai anak muda yang gemar baca komik, komunitas manga dan ada beberapa kenalan dari teman saya. 
Satu lagi yang saya pelajari bahwa banyak teman itu = banyak link. Kontak narasumber saya juga saya dapatkan dari teman SMA, mantan dan kenalan saya cari kontak di Om Google. 

Ramah juga menjadi kunci untuk menggaet narasumber. akhirnya saya dapat 5 narasumber, yaitu komunitas otaku jakarta yang kontaknya saya dapatkan dari hasil googling, Komunitas Daishiku UPI yang kontaknya saya dapatkan dari mantan saya yang kuliah di UPI, dan ada juga teman SMA saya yang saya tanya terlebih dulu dia bersedia atau tidak jadi narasumber saya karena saya tahu bahwa dia kriteria yang pas untuk jadi narasumber karena sangat suka dengan komik jepang, ada juga 2 narasumber yang saya dapatkan kontaknya dari teman SMA saya dan teman sekelas saya di GFM. 
Mereka semua sangat membantu terima kasih ^^

Dan karena butanya saya terhadap informasi komik Jepang ini, saya menyesal karena waktu dulu sekali mantan saya sering mengajak saya untuk datang ke acara Festival Jepang, mungkin jika dulu saya mengiyakan ajakannya, setidaknya informasi mengenai kebudayaan Jepang ini gak akan buat saya pusing haha. But That's too late, nasi sudah jadi bubur. Intinya sih, apa yang saat ini kita lakukan atau informasi sekecil apapun dari seseorang jangan pernah diabaikan, siapa tahu berguna untuk masa yang akan datang?

Ketika naskah tulisan sudah dikirim ke Redaktur, maka ada saat saat mendebarkan yaitu ketika Redaktur minta ganti narasumber atau mungkin nulis ulang, mungkin hal tersebut jika saja deadlinenya dimundurkan maka tidak akan mempersulit tapi karena deadlinenya kadang bikin sesak napas haha tapi ya itulah tuntutan seorang jurnalis yaitu kecepatan dan keakuratan. Tapi alhamdulillah ketika Redaktur personal message ke saya bertanya mengenai narasumber saya, beliau gak minta saya ganti narasumber sedangkan teman team saya adajuga yang diminta ganti narasumber.

Dan foto diatas itu menyiratkan bahwa kegemaran saya menulis itu ternyata bisa menghasilkan uang, menyenangkan ketika hal menyenangkan yang saat melakukannya kita menikmatinya justru ada uang yang dihasilkan. 

"Find interest what you want to do, what is the most make you happy and what's your favorite free. Find it and protect it - Song Ji Na (Healer Scriptwriter)"